Noda

Noda
Pingsan


__ADS_3

Di tengah dinginnya malam, hanya detak jarum jam yang memecah keheningan. Aku duduk di lantai, sambil bersandar di tepi ranjang. Air mataku terus menetes, membasahi jemari yang kutautkan di atas pangkuan.


Sejak masuk ke kamar, aku sama sekali tak bergeming dari tempat ini. Bahkan secangkir teh buatan Reza pun, kubiarkan dingin dengan sendirinya. Hatiku terlalu sakit menghadapi kenyataan yang sama sekali tak mau memihakku.


Mengapa, mengapa harus dia? Dari sekian banyak perempuan yang ada, mengapa harus dia yang Daniel pilih? Dan lagi, mengapa harus secepat ini. Bayi yang kukandung saja belum lahir, tapi mengapa Daniel sudah berpaling? Apakah aku sama sekali tak berharga dalam hidupnya?


"Arrggghhhh!!" Aku berteriak sambil memegangi kepala. Kuacak-acak rambutku dengan kasar, tak peduli meski rasa sakit mendera.


"Kamu jahat, Daniel! Jahat! Kamu benar-benar lelaki berengsek!" umpatku pada udara hampa.


Lalu kupeluk lututku, dan kubenamkan wajahku di sana. Kutumpahkan tangis, tanpa suara. Entah mengapa air mata ini masih saja tersisa, padahal sudah berulang kali aku mengeluarkannya tanpa aturan.


"Ya Allah, mengapa seberat ini ujian yang Engkau berikan? Ampuni hamba yang pernah tersesat, menikmati hal hina tanpa memikirkan dosa. Tapi tolong, Ya Allah, berikanlah kebahagiaan untuk hamba," ucapku di sela-sela isakan.


"Mengapa perasaan ini ada, jika akhirnya berujung luka. Kenapa aku harus merasakan cinta, kenapa! Kenapa!"


Aku berteriak sekuat tenaga, hingga suaraku menggema memenuhi ruangan. Dinginnya malam menjadi saksi bisu, betapa rapuhnya diriku. Entah karma atau ujian, yang jelas semua ini sangat berat untuk kulalui.

__ADS_1


Aku semakin larut dalam kepiluan, hingga tak ada lagi hal lain yang kurasakan, selain sakit dan perih.Tak lama kemudian, rasa lelah menghampiriku. Membimbing pikiran untuk beristirahat dan berkelana dalam dunia mimpi.


_____


Aku mengerjap pelan, kala dering alarm menyusup dalam pendengaran. Aku meraba-raba ke samping kanan dan kiri, mencari selimut untuk menutupi tubuh. Entah mengapa tiba-tiba aku menggigil, rasanya hawa dingin itu menusuk-nusuk dalam tulang.


Mataku terbuka sempurna, dan aku sadar jika aku masih berada di lantai. Aku menghela napas panjang, rupanya semalam aku menangis sampai tertidur.


Aku berdiri dengan tertatih. Tubuh ini rasanya sangat dingin dan nyeri, kepala pening, dan perut juga sakit, entah apa yang terjadi dengan diriku.


Aku berbaring di atas ranjang, kuusap-usap perutku dengan pelan, guna mengurangi rasa sakit yang kian mendera. Kucengkeram guling di sampingku, rasanya aku tidak kuat lagi menahan rasa sakit ini.


Keringatku bercucuran, membasahi gaun yang kukenakan. Dengan bersusah payah, kuraih ponsel yang tergeletak di atas meja. Banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Mayra, namun aku tak peduli. Aku menelepon Reza, dan meminta bantuannya.


"Za, tolong aku!"


Hanya itu kalimat yang mampu kuucapkan. Tubuhku semakin lemas, bahkan untuk menggenggam ponsel pun tak kuat.

__ADS_1


Di saat rasa sakit semakin menyiksa, rasa 'ingin buang air kecil' tiba-tiba mendesak dengan kuat. Memaksaku beranjak, meskipun tubuh ini sangat lemah.


"Ya Allah, tolong kuatkan aku. Tidak mungkin aku mengeluarkannya di sini," bisikku dengan parau.


Kupegangi perutku, dan kutapakkan kaki dengan pelan. Tangan kiriku mencengkeram tepi meja untuk kujadikan tumpuan. Aku mulai melangkah, namun nahas, kakiku tak kuat menopang berat tubuh. Aku terjatuh di lantai dan tak mampu berdiri.


Aku pasrah. Kusandarkan kepalaku di kaki meja. Kubiarkan air itu keluar di tempat yang tak seharusnya. Apa boleh buat, aku sungguh tak berdaya.


Aku menunduk, kala cairan hangat itu mulai mengalir, dan alangkah terkejutnya diriku, ketika menatap darah segar membasahi kaki.


"Tidak, apa yang terjadi!" jeritku dalam hati.


"Kirana! Apa yang terjadi, Kirana!"


Aku mendengar teriakan seseorang menghampiriku, dan kurasakan hangat tangannya mendekap tubuhku. Belum sempat aku menatap wajahnya, duniaku sudah gelap. Aku tak ingat lagi apa yang terjadi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2