Noda

Noda
Jatuh Cinta Ala Kennan


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Athreya sudah dibawa pulang ke Kota Malang. Meski kondisinya belum pulih total, tetapi dia sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Mulai minggu depan, dia akan ikut Reyvan ke kantor. Walau tidak bisa membantu banyak, tetapi setidaknya ada kegiatan untuk mengisi waktu luang karena sekarang sudah tidak kuliah. Athreya merasa bosan jika setiap hari berdiam diri di rumah.


Di sisi lain, Kaivan juga bekerja seperti biasa. Akhir-akhir ini banyak sekali orang nikahan, jadi job di Beauty Wedding Organizer juga padat. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang gagal. Setiap kali order, tidak pernah membatalkan secara sepihak. Artinya, di antara banyak klien tidak ada yang pernikahannya batal. Mungkin, memang hanya Kaivan yang merasakan itu.


Pagi ini, Kaivan beserta keluarga sedang menyantap sarapan. Selain denting sendok, sesekali perbincangan mereka yang menjadi pengisi suara.


Ketika mereka masih sibuk menikmati hidangan, tiba-tiba bel berbunyi. Ternyata, Kennan yang datang. Penampilan lelaki itu sedikit berbeda dari biasanya. Gaya rambut curtains yang biasa hitam legam, kini diwarna chestnut brown. Telinga yang biasa bersih, sekarang yang sebelah dihiasi anting warna perak. Pun dengan leher, ada menggantung kalung emas—entah asli atau imitasi. Di tangannya pula, bukan gelang jam lagi yang melingkar, melainkan gelang hitam yang entah terbuat dari apa. Selain itu, fashion style-nya juga berubah. Dia yang biasa mengenakan jeans panjang dan kemeja pendek—rapi, sekarang mengenakan kaus tanpa kerah yang dipadu dengan jeans panjang sobek. Menurut Kaivan, penampilan Kennan tak jauh beda dengan remaja yang baru melewati masa puber.


"Kesambet apa kamu, Ken?" Kaivan menegur sambil menilik penampilan Kennan.


"Ganteng, kan?" Kennan tersenyum.


"Kayak ABG labil," cibir Kaivan.


Kennan tak acuh, biarlah Kaivan berkomentar apa, yang penting dia nyaman dengan penampilan barunya. Kennan menyalami Darren dan Kirana, kemudian duduk bergabung dengan mereka. Namun, tidak lama, karena sudah ada pekerjaan yang menunggu dirinya dan Kaivan.


Tak lama kemudian, Kaivan dan Kennan sudah berada di halaman. Tanpa basa-basi, Kennan menyodorkan kunci mobilnya ke Kaivan.


"Kamu aja yang nyetir," ucap Kennan.


"Kok aku?" protes Kaivan.


"Aku lagi capek."

__ADS_1


Setengah percaya setengah tidak, tetapi Kaivan mengiakan permintaan Kennan. Dia memasuki Honda Brio kuning menyala yang baru minggu lalu sah menjadi milik Kennan. Kaivan duduk di depan kemudi dan mulai menyalakannya. Kennan pun sudah duduk di samping Kaivan. Tangannya mulai memainkan ponsel dan bibirnya terus mengulum senyum.


Kaivan tahu sahabatnya sedang jatuh cinta. Dia menduga, selama sendirian di Bandung Kennan bertemu seseorang yang spesial. Pasalnya, sikap Kennan berubah sejak menyelesaikan pekerjaan di sana.


"Orang yang benar-benar jatuh cinta akan menerima keadaan kita, bukan mengubah kita menjadi apa yang dia mau," ucap Kaivan sengaja menyindir Kennan. Entahlah, dia kurang nyaman melihat Kennan mengubah penampilan, yang diyakini karena seorang wanita.


"Siapa juga yang jatuh cinta," sahut Kennan tanpa menoleh.


"Kemarin masih bisa bohong. Tapi sekarang, penampilan berubah, nggak mungkin tanpa alasan. Pasti karena makhluk yang disebut wa-ni-ta." Kaivan menoleh sekilas, lalu kembali fokus dengan kemudi.


Di sampingnya, Kennan mengembuskan napas kasar. Lantas, mematikan ponsel dan menatap Kaivan cukup lama.


"Cinta itu butuh perjuangan, Kai. Hanya mengubah penampilan, kurasa itu bukan hal yang layak diperhitungkan," ujar Kennan.


"Maksudmu?"


"Setiap orang punya penampilan yang berbeda-beda, yang terkadang menjadi ciri khas dari orang itu. Tak jarang, seseorang mengidolakan penampilan orang lain dan kemudian menirunya. Mereka punya patokan seperti si A, si B, atau si C. Kalau boleh nebak, gadis yang kamu cintai pasti juga punya patokan itu. Dia mengubahmu menyerupai seseorang yang diidolakan. Apakah itu yang kamu maksud perjuangan?" jawab Kaivan dengan panjang lebar.


Kennan terdiam.


"Jadilah diri sendiri walau dibenci. Itu lebih baik daripada dicintai sebagai orang lain. Kamu nggak mau, kan, selamanya jadi bayang-bayang orang?" Ucapan Kaivan terdengar serius.


Bertahun-tahun bersama, baru kali ini Kaivan melihat Kennan jatuh cinta. Sebenarnya, dia turut bahagia. Namun, satu hal yang amat disayangkan, Kennan menjadi budak cinta—mau melakukan apa pun demi gadis itu. Kaivan sangat penasaran, seistimewa apa gerangan sampai-sampai membuat Kennan bertekuk lutut.


"Aku pun pernah jatuh cinta, juga pernah memperjuangkan cinta. Aku yang hanya fotografer, nekat membangun restoran demi menambah pemasukan. Tapi, itu bukan kemauan Luna, melainkan inginku sendiri. Aku melakukannya untuk memantaskan diri, juga untuk bertanggung jawab jika kelak menjadi suami. Jika boleh jujur, perasaan untuk Luna masih ada saat aku mengakhiri hubungan. Tapi aku sadar, hubungan yang kami jalin bukan lagi cinta yang tulus. Jadi, aku tidak mau bertahan. Seperti katamu, jangan bodoh karena cinta." Kaivan kembali bicara karena Kennan masih bungkam.

__ADS_1


"Apa paham apa yang kamu maksud, Kai, tapi ... aku benar-benar mencintainya. Dia punya sisi sulit yang tidak bisa kujelaskan padamu. Jadi, untuk sementara aku rela menjadi orang lain." Kennan tersenyum sambil menepuk bahu Kaivan. "Doakan saja semoga suatu saat aku bisa mendapatkan cintanya sebagai diri sendiri," sambungnya.


Kaivan mengembuskan napas panjang, "Aku penasaran, sehebat apa gadis itu sampai-sampai cowok dingin kayak kamu bisa tunduk dibuatnya."


"Dia sangat hebat. Bahkan, kamu pun nggak akan berkutik jika sudah berhadapan dengannya."


"Aku bukan cowok yang seperti itu." Kaivan menjawab cepat.


"Untuk kali ini ... sorry, Kai, aku nggak yakin."


Kaivan langsung menoleh dan menatap Kennan. Namun, yang ditatap sekadar tersenyum lebar, membuat Kaivan makin penasaran dengan sosok gadis yang dimaksud.


Bersambung...


Apa kabar kakak semua? Mudah-mudahan selalu dalam lindungan-Nya yaa.


Terima kasih untuk semua like komennya, yang kadang bikin aku senyum-senyum sendiri.


Kali ini, aku mau izin nih sama kakak pembaca. Sebenarnya udah telat banget, tapi nggak apa lah daripada enggak sama sekali🙃🙃🙃🙃🙃


Ada beberapa komentar dari beberapa akun yang kadang aku comot dan aku up di sosmed, untuk promosi (Harap diizinin biar nih makhluk manis nggak nangis di pojokan)


Selain itu, untuk kakak yang add FB-ku dan belum aku konfirm, maaf ya, kadang aku nggak tahu kalau itu kakak pembaca (apalagi kalau nama akunnya laki dan PP-nya cogan, susah dikenali). Kadang nama akun di sini sama di FB beda. Untuk yang udah add (belum dikonfirm), boleh sambil chat japri, kasih tahu kalau itu kakak pembaca. Entar langsung aku konfirm.


Terima kasih🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2