
Tiga tahun telah berlalu sejak Kaivan tidak lulus dalam Ujian Nasional. Kini, dia sudah menjadi mahasiswa. Kendati dulu harus mengulang setahun lagi dan lulus dengan nilai standar, tetapi kini prestasinya sedikit membaik. Maklum, dia memilih jurusan sesuai keinginannya—Fotografi.
Seperti janji Darren sebelumnya, yang akan mengizinkan Kaivan mendaki gunung bila berhasil menamatkan SMA. Sejak menjadi mahasiwa, Kaivan mulai bergabung dengan grup pecinta alam. Bersama mereka, Kaivan mulai mendaki gunung, dari yang terendah sampai yang tinggi. Tiga bulan lalu, dia dan kawan-kawannya berhasil menakhlukkan Puncak Mahameru.
Selama mendaki, Kaivan tak pernah meninggalkan kamera kesayangan. Ia selalu dibawa guna mengabadikan keindahan alam dalam sebuah potret.
Saat ini, dia sudah semester 4. Kesehariannya lebih sibuk dari tahun lalu. Selain belajar untuk kuliahnya, dia mulai menjajakan jasa secara pribadi. Itu sebabnya, sampai saat ini kenginannya mendaki Gunung Rinjani belum tersampaikan—masih dalam tahap perencanaan.
Hari ini, keluarga besar Kaivan sedang makan bersama di restoran bintang lima, di pusat kota. Mereka sedang merayakan keberhasilan Reyvan dan Athreya. Dalam kelulusan tingkat SMA, Reyvan berhasil meraih ranking satu dan dia akan melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan Arsitektur. Sementara Athreya, dia juga berhasil meraih ranking satu dan ke depannya akan melanjutkan pendidikan di Ibu Kota. Berkat kecerdasannya, dia berhasil mendapatkan beasiswa prestasi.
"Nanti aku pasti kangen sama suasana kayak gini," celetuk Athreya.
Si bungsu itu memanyunkan bibirnya, tetapi tak mengurangi kadar kecantikan. Wajah Athreya sangat mirip dengan Kirana, manis dan ayu alami. Ditambah lesung pipi dan gigi gingsul yang membuat kecantikannya makin istimewa.
"Ya udah sekolah di sini aja," sahut Kaivan.
__ADS_1
Di antara anggota keluarga, dia-lah yang paling berat melepaskan Athreya sekolah di sana. Walaupun sudah dititipkan pada keluarga Reza (yang kebetulan menikah dengan orang sana), tetapi Kaivan tetap khawatir. Jika boleh egois, dia ingin Athreya sekolah di Kota Malang agar dirinya dapat mengawasi setiap hari.
"Sayang kalau dilewatkan, Kak. Siapa tahu nanti bisa berhasil sampai kuliah," jawab Athreya.
"Iya juga sih." Kaivan menyuap makanannya.
"Kalau Papa terserah kalian saja. Apa pun yang kalian mau, selama itu positif, Papa akan selalu mendukung." Darren menatap ketiga anaknya. "Rey, apa kamu ikut ke Jakarta saja? Kuliah di sana sambil menamani Reya," sambungnya.
"Enggak deh, Pa. Aku kuliah di sini saja sambil bantu-bantu Papa, sekalian belajar. Reya kan sudah ada Om Reza dan Tante Niken. Ada Nicko juga yang sama-sama SMA tahun ini," jawab Reyvan. Nicko adalah anak sulung Reza.
Selama ini, Reyvan memang sering menemani ayahnya bekerja. Entah sekadar melihat dan mempelajarinya atau turut andil mengutarakan pendapat. Dia memang antusias dalam bisnis dan otaknya pun sangat mendukung.
"Tidak akan, Bunda. Di manapun aku berada, aku akan tetap menutup aurat." Athreya menjawab sembil tersenyum.
Mereka terus berbincang dan menyantap hidangan. Darren dan Kirana tak henti-hentinya melontarkan nasihat untuk ketiga anaknya. Mereka berharap, semuanya tetap di jalan yang benar. Jangan sampai melenceng seperti yang pernah mereka lakukan. Selain itu, mereka juga mengusahakan masa depan yang cerah untuk anak-anaknya. Jangan sampai mereka kesulitan di kemudian hari, apalagi kesulitan dalam finansial.
__ADS_1
Di tengah perbincangan yang hangat, ponsel Kaivan bergetar. Dengan sekali gerakan, dia mengambil dan mengusap layarnya. Ada satu pesan baru yang menarik perhatian. Kaivan membacanya dan kemudian mengulum senyum lebar. Perlahan, perbincangan keluarganya seakan mengambang di awang-awang. Dia larut dengan isi pesan yang baru saja diterima.
Bersambung...
Halo Kakak semua, terima kasih ya masih setia dengan karyaku sampai bab ini. Semoga setianya sampai ending yah🤗🤗🤗🤗🤗
Di sini aku mau menyampaikan sedikit informasi. Bukan tentang novel ini sebenarnya, tapi tentang novelku yang Padam Suluh Jiwa. Ada yang sudah baca?
Terima kasih untuk yang sudah dan untuk yang belum bolehlah dibaca sekarang. Akan tetapi, kisahnya nggak sampai tamat yah. Versi tamat hanya ada di buku cetak. Alhamdulillah, sekarang sudah open PO. Harga hemat di kantong (80.000 saja), mudah-mudahan ada yang mau nyantol.
Untuk yang pengin pesan atau mau tanya-tanya, langsung chat aja di nomor yang tertera di gambar. Fast respon, dan jangan sungkan karena itu aku sendiri. Atau kalau enggak, bisa hubungi langsung lewat akun F*B-ku --> Gresya Salsabila.
Terima kasih.
Quote :
__ADS_1
"Mencintaimu adalah kesalahan yang tak bisa kuperbaiki, sedangkan memilikimu adalah harapan yang hanya bisa kugapai dalam mimpi.' (Gresya Salsabila, Padam Suluh Jiwa)