
Annisa telah sampai di rumah putra dan langsung menuju kamar egi yang kini sudah menjadi kamar nya juga untuk menyimpan koper. Lalu setelah itu annisa beranjak menuju kamar romisa dan menjalankan tugas nya sebagai perawat untuk menjaga dan merawat nya.
Namun ada yang berbeda dari biasa nya. Romisa berkata jika mulai hari ini cesa akan ikut menemani romisa sampai tuan Arga pulang bekerja, karena romisa tahu jika annisa sekarang status nya sudah menjadi istri dan pasti akan sulit untuk membagi waktu nya jika harus bertugas menjaga romisa sampai malam.
Untuk itu, romisa hanya membiarkan annisa bertugas menjaga nya, dari pulang kuliah sampai waktu ashar saja dan seterusnya biar cesa yang menjaga romisa.
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore dan mereka bertiga telah selesai melaksanakan shalat ashar berjamaah dì mushola kecil kamar romisa.
Dari chat egi sih kata nya dia akan pulang jam 4. Berarti sekarang aku harus sudah siap siap untuk menyambutnya. Kan sebagai istri yang baik aku harus menyambut kepulangan suami yaa meskipun tuh anak bukan pulang bekerja.
"Mbak, Annisa mau izin ke kamar yah, sekalian mau lihat jika egi udah pulang atau belum." Ucap Annisa pada romisa yang saat ini mereka tengah terduduk di atas karpet permadani di mushola.
"Iya An an. Lagian di sini juga mbak ada cesa yang menemani jadi tidak perlu khawatir." Tunjuk romisa pada cesa yang sedang melipat mukena.
"Ya sudah Annisa keluar ya mbak ku sayang dan mbak cesa tolong jagain mbak ku yah." Tutur Annisa yang di angguki oleh cesa.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam." Serempak Romisa dan cesa.
Annisa keluar dari kamar romisa dan menuju kamar nya yang tidak jauh dari kamar romisa.
Begitu memasuki kamar annisa memeriksa ruang belajar dan balkon kali aja egi sudah pulang. Namun annisa tidak menemukan sesosok yang di cari nya.
Menghela napas panjang.
"Sepertinya egi belum pulang. Lebih baik aku mandi dulu lah." Gumam annisa pelan.
Annisa memasuki kamar mandi untuk membersihkan badan.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian dengan baju santai. Annisa menyiapkan baju santai yang akan di kenakan egi, tidak lupa annisa menyiapkan air hangat untuk mandi egi.
Setelah nya, annisa keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Dan bebarengan annisa keluar dari pintu kamar mandi , egi pun masuk ke dalam kamar yang baru pulang dari sekolah nya.
"Udah pulang." Seloroh Annisa pada egi yang baru menutup pintu kamar.
Annisa menghampiri egi dan menarik sebelah lengan nya untuk salam dengan mencium punggung tangan egi.
Degh..degh..degh. Seketika jantung Egi mulai berdetak cepat karena perlakuan annisa.
Egi menatap sejenak pada annisa dan menarik lengan yang masih di pegang annisa tanpa berkata.
Jantung ku mulai berdetak tak karuan. Apa karena kecapaian habis main basket jadi seperti ini.
Annisa melirik egi lalu membungkuk untuk mengambilkan sandal rumah dari lemari kecil tempat sandal dan sepatu, dekat pintu lalu meletakkan nya di bawah dekat kaki egi.
Alis egi berkerut bingung dan hanya berdiam diri menatap sandal itu dan annisa secara bergantian tanpa bergeming.
Degh..degh..degh. detak jantung egi mulai berdetak cukup cepat lagi.
"Hey, pakailah mau berdiri aja di situ. Jangan lama lama di depan pintu nggak baik." Ucap Annisa menyadarkan Egi.
"Memang kenapa jika berdiri lama lama di depan pintu. Terserah ku, ini kamar ku bukan kamar mu." Jawab Egi dengan nada ketus.
Lalu Egi melepas sepatu nya dan memakai sandal rumah yang di siapkan annisa lalu berjalan begitu saja melewati annisa.
"Dih, Anak ini di bilang gitu saja sewot." Gumam Annisa sambil menyimpan sepatu egi ke tempat nya.
Lalu setelah nya, Ia mengikuti egi.
Egi melemparkan tas gendong ke sofa panjang dan menduduk kan diri di sofa sambil menghembuskan napas panjang dengan kaki menumpang ke atas meja egi menyandarkan punggung nya ke punggung sofa.
"Hey Egi. Kaki mu tuh nggak sopan masa di tumpang ke meja, itu meja tempat makanan bukan tempat kaki." seloroh Annisa masih berdiri di hadapan egi.
Egi menatap malas. "Bebas buat ku di kamar ini, dan tidak untuk mu. Jadi aku mau melakukan apa pun kau jangan coba coba mengatur ku." Ucap Egi dengan nada tegas.
__ADS_1
Annisa menghela napas lalu ikut ikutan duduk di samping egi dan mengambil tas gendong yang di lemparkan tadi.
Egi terperanjat dan menatap dingin ke annisa.
Degh..degh..degh.. jantung egi berdetak cukup cepat lagi karena di dekati annisa.
Kenapa jantung ku tambah berdetak jadi cepat lagi padahal sudah duduk santai. Apa segitu capek nya kegiatan hari ini, jadi berpengaruh pada jantung ku.
"Mandi dulu sana. Nanti aku buatkan jus kesukaan mu." Tutur annisa dan tersenyum manis.
Degh..degh..degh. detak jantung egi berdetak cepat karena melihat senyuman tulus annisa.
Ada apa sebenarnya dengan jantung ku. Lebih baik aku mandi saja mungkin dengan mandi akan membuat ku segar kembali dan menenangkan pikiran juga jantung ku.
"Tak sudi aku meminum hasil olahan mu, yang akan membuat ku mati keracunan karena kurang baik dalam pengolahan." Ketus Egi.
Lalu Egi bangkit dari duduk nya dan hendak beranjak ke kamar mandi.
"Hah terserah mu lah bocah, yang terpenting aku berniatan baik untuk mu. Dan soal olah mengolah menurutku sudah baik bahkan higenis, kau nya saja hanya tau makan dan minum saja jadi tidak melihat proses pembuatan nya." Jawab Annisa menatap punggung Egi.
Egi terus melangkah kan kaki menuju kamar mandi tanpa menjawab ucapan annisa.
"Air hangat nya sudah aku siapkan di bathub. Dan pakaian nya juga di atas sofa, aku ke dapur dulu yah. Inget jangan lama lama di kamar mandi, nggak baik untuk kesehatan." Tutur Annisa yang kali ini menghentikan langkah kaki egi.
Egi menoleh sejenak ke Annisa. "Kau tidak menaruh obat gatal kan di air nya." Curiga Egi dengan nada dingin.
Menghela napas jengah. "Ya tidak lah. Aku tidak sejahat itu, apalagi kau adalah suami ku yang harus aku rawat dan jaga mana mungkin aku tega melakukan hal bodoh seperti itu."
Kembali melangkah kan kaki. "Kali saja, karena orang yang bersikap baik terkadang ada maksud terselubung yang jahat di balik nya." Tutur Egi lalu masuk ke kamar mandi.
Menggertakkan gigi geram dan menatap pintu kamar mandi. "Baru juga kau beberapa menit ketemu, sudah bikin emosi ku meludak lagi. Hah dasar bocah." Gerutu annisa lalu beranjak hendak menuju dapur.
BERSAMBUNG...
__ADS_1