Pejuang Move On

Pejuang Move On
Pesan Peringatan


__ADS_3

Adzan dzuhur telah berkumandang dengan sangat indah di masjid sekolahan SMA Pelita dan egi telah melaksanakan shalat dzuhur berjamaah dengan pelajar dan guru lainnya di masjid sekolah.


Dan kini egi tengah memakai sepatu tali di teras batas suci masjid dengan di temani Ray sahabat karib nya.


Pikiran egi terus termenung dan bayangan annisa terus berkelebat di otak nya, sehingga membuat egi tidak fokus dan tidak ada mood untuk melakukan apa pun.


Bahkan dalam pelajaran nya, egi sempat di tegur dan di suruh mengerjakan soal di depan kelas oleh guru yang mengajar. Dan untung nya egi mempunyai otak yang jenius jadi tidak sulit bagi nya jika di suruh mengerjakan soal soal matematika dadakan seperti itu.


Menyenggol lengan egi yang tampak menatap kosong ke depan. "Wey, napa lo gi? Dari pagi lo nggak konsen sih. Ada apa bro, waktu istirahat bekal lo nggak makan sesuap pun." Heran Ray.


Egi menoleh sejenak ke Ray lalu kembali lagi menatap ke depan. "Lagi males aja gue." Jawab egi.


Ray menumpu kedua tangan ke belakang dengan sebelah kaki di selonjorkan ke depan.


"Males sih males tapi lo nggak makan, belajar nggak bener, kerjaan nya dari tadi melamun mulu, gue jadi bingung dengan sikap lo gi. Sepatah hati nya lo oleh bu misa waktu itu tapi lo nggak pernah sampe berubah sikap seperti ini." Tutur Ray santai.


Egi melirik Ray dan memicingkan mata nya. "Berubah sikap, maksud lo?"


"Lo nggak ngerasa ada banyak perubahan pada sikap lo. Dulu nggak pernah tuh lo sampai melamun nggak jelas kayak orang banyak pikiran, dan paling utama emosi lo sulit di kendalikan." Jelas Ray.


Menghembuskan napas kasar. "Entahlah Ray, gue juga bingung. Sepertinya otak gue sudah terkontaminasi oleh virus." Ucap egi lemah.


Ray bangkit dari tumpuan tangan dan berpindah menekuk sebelah lutut dengan sebelah lengan di atas lutut.


"Terkontaminasi virus? Virus apa bro?" Tanya Ray bingung.


Egi hanya menanggapi nya dengan senyuman miring.


"Ekhem.." dehem egi dan bangkit dari duduk nya.


"Ray gue bisa minta tolong ke lo gak." Ucap egi.


"Apa bro?"


"Gue mau pulang lebih awal hari ini. Tas gue masukin aja ke loker, dan bilangin saja gue pusing atau apalah. Bisakan?" Pinta egi.


Ikut berdiri di samping egi. "Emang lo mau kemana? Habis ini pelajaran nya si kaleng rombeng lho." Tanya Ray.


Berbisik dekat telinga Ray. "Gue lagi bad mood, mau pulang." Ucap Egi lalu berbalik dan berlalu meninggalkan Ray yang mematung.


"Woy, gue ikut napa." Teriak Ray.


Egi menoleh sejenak dan tersenyum miring.


"Cih!! Dasar salegii. Nggak mikirin apa nasib gue jika harus izinin dia ke kaleng rombeng itu. Hah mending gue ikutan bolos aja kali yah." Gumam Ray.


"Egii. Gue ikut." Teriak Ray dan hendak melangkah namun tiba tiba kerah jas nya di tarik dari belakang oleh seseorang.


"Heemm. Mau bolos yah.. mau kemana ikut ikut an murid durhaka itu segala, masuk kelas!!" Ucap Bu Rina sambil mencengkram kerah jas Ray.

__ADS_1


Ray menoleh ke belakang dan tersenyum cengengesan. "Eh, bu rina. Siapa yang mau bolos, nggak kok. Ray.. ray mau ke kelas sekarang." Ucap Ray.


Melepaskan cengkraman di kerah jas Ray. "Bagus mau bohong. Arah kelas tuh ke sana bukan ke situ. Balik masuk kelas!!" Tegas bu Rina sambil melototi Ray.


"Iya.. iya bu ini mau balik." Ucap Ray lalu berbalik dengan langkah kaki pelan.


Lebih baik gue kabur sebelum si kaleng rombeng banyak tanya.


"Kabuur." Teriak Ray sambil berlari terbirit ke arah kelas.


"Rayhan andrianto awas yah kau. Dasar si anak bangkee.." teriak bu rina lalu melangkah ke arah lorong kelas.


----------


Egi sudah memasuki mobil dan mulai melajukan nya untuk keluar dari pelataran sekolah.


Tinn.. tinn.


Egi mengklakson di depan gerbang sekolah agar di buka kan oleh pak satpam yang berjaga.


Laki laki yang berseragam satpam tampak nya pak satpam baru di sekolahan itu, menghampiri mobil egi dan tersenyum ramah.


Menurunkan kaca jendela mobil. "Pak tolong bukain gerbang nya." Pinta egi.


"Maaf den, udah ada surat izin nya belum? Soal nya kan ini masih jam pelajaran sekolah takut saya di marahi oleh pihak sekolah." Tanya pak satpam.


Menghela napas pelan. "Tidak perlu izin. Dan jika ada yang memarahi bapak, bilang pada saya. Jadi tolong buka kan gerbang nya, saya mau keluar." Pinta egi.


"Pak.." geram egi menatap dingin.


"Ba..ba..baik den. Bentar saya buka kan gerbang nya." Gelagap pak satpam dan akhirnya membuka kan gerbang sekolah.


Mobil egi keluar dari gerbang sekolah dan kini melaju di jalanan kota bergabung dengan kendaraan lain nya.


Egi fokus menatap jalanan dan mengemudi, dengan tujuan diri nya ingin segera pulang ke rumah untuk mengembalikan semangat mood nya.


Beberapa waktu kemudian.


Mobil egi melaju di sekitar dua fakultas dengan salah satu nya adalah fakultas kebidanan.


Mata egi memicing tajam melihat pemandangan di depan nya dan dengan sigap, egi menurunkan kecepatan laju mobil untuk memperjelas penglihatan nya.


Egi melihat seseorang yang saat ini bayangan nya tengah menguasai otak egi, orang itu tengah berjalan beriringan dengan seorang wanita di samping nya. Berjalan di trotoar jalanan.


"Bukannya itu s brandal. Ini mata ku yang salah atau memang benar itu adalah dia." Gumam egi mencondongkan tubuh ke depan untuk memastikan penglihatan nya.


Egi memarkirkan mobil nya di pinggir jalan dan tetap fokus menatap ke depan, ke arah dua orang wanita yang tengah berjalan membelakangi nya.


"Benar itu dia." Ucap egi yakin lalu melirik bangunan bersusun di samping kanan nya.

__ADS_1


"Jadi ini kampus sekaligus asrama nya. Tapi mau kemana wanita itu?" Heran egi masih menatap lekat annisa.


Egi tersenyum dan sorot mata nya meredup hangat. "Cih!! Segitu senang nya dia sampe sampe bisa tertawa lepas bersama teman nya setelah jauh dari ku. Sementara aku wajah nya terus menguasai otak ku hingga membuat ku setress begini." Oceh egi yang melihat annisa bercengkrama tertawa bersama teman nya.


Namun, tiba tiba mata egi berubah berkilat amarah saat melihat sebuah motor gede berwarna biru menepi mendekati kedua orang wanita itu.


Terlihat laki laki yang ada di atas motor itu membuka helm dan tersenyum ke arah annisa. Tampak nya laki laki itu tengah menyapa dan berusaha mengajak ngobrol dengan tatapan terus menatap annisa.


Tangan egi mengepal kuat dan mata nya tajam bagaikan elang yang menatap mangsa nya ketika melihat pemandangan di depan mobil egi.


"Jadi ini yang dia maksud ingin pindah ke asrama dan menjauhi ku. Benar benar kau brandal," gumam egi menggeram kesal.


Lalu dengan kasar egi mengambil ponsel dari balik jas sekolah dan mengetikkan sesuatu di layar nya lalu mengirim pesan tersebut ke annisa.


Di luar mobil.


Ting...ting..ting.


Notifikasi bunyi ponsel annisa yang menandakan ada sebuah pesan masuk.


Annisa yang tengah di tanyai Alan, mengalihkan perhatian nya pada suara ponsel.


Lalu annisa merogoh ponsel di saku jas almamater yang di pakai nya.


Alis annisa menaut heran namun ada senyuman di bibir annisa ketika membaca isi pesan yang di kirim oleh orang yang sempat terlintas di pikirannya.


From : Egi


"?...!!."


Apa maksud pesan nya ini. Hanya tanda tanya dan tanda seru saja, ada ada saja bocah ini. Tapi aku senang dia mau mengirim pesan pada ku, artinya dia mengingat ku.


Apa dia masih marah pada ku yah? sudah dua hari ini aku nggak tahu kabar nya dan tidak menjalankan kewajiban ku sebagai istri nya, jadi merasa berdosa juga aku.


"Hey.. Nis, kenapa senyum senyum sendiri. Pesan dari siapa sih, sampe membuat mu mesem mesem gitu." Goda rika membuyarkan lamunan annisa.


"Ah, tidak. Bukan siapa siapa kok. Oh, kak Alan maaf kita tinggal, soal nya annisa sama rika mau ke toko buku dulu. Assalamualaikum." Salam annisa tersenyum ramah lalu menarik lengan rika agar mengikuti nya.


Sedangkan rika yang di tarik hanya pasrah mengikuti langkah annisa.


Alan terbengong dengan sikap annisa yang tiba tiba dan terus menatap kepergian annisa sampai hilang di balik pintu toko buku.


"Walaikumsalam. Ada apa dengan dek annisa? Dan pesan dari siapa tadi sehingga membuat nya tersenyum manis begitu saat membaca nya. Hah jadi penasaran." Ucap Alan heran.


Sementara di dalam mobil egi.


Egi tersenyum senang melihat annisa telah berjalan menjauh dari Alan.


"Cukup mengerti juga dia dengan pesan ku." Ucap egi.

__ADS_1


Lalu egi mulai menyalakan kembali mesin mobil dan membelokkan stir kemudi untuk menggabungkan mobil nya dengan kendaraan lain di jalanan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2