
Egi tengah terduduk setengah tiduran dengan dua lengan nya jadi bantalan kepala. Ia bersantai di kursi panjang dekat kolam dengan pandangan lurus menatap ke depan.
Selesai melaksanakan shalat isya egi langsung menuju balkon luar untuk memandangi gelap nya langit malam yang di penuhi bintang bintang yang berkelip indah menghiasi langit gelap.
Seperti pikiran egi yang saat ini tengah di penuhi tanda tanya besar akibat pemandangan yang di lihat nya sewaktu siang, di otak nya masih kepikiran soal laki laki yang sempat menyapa annisa tadi siang.
"Siapa laki laki itu? Kenapa s brandal tampak sangat akrab dan bahkan dia sampai tersenyum begitu pada laki laki itu. Huh, sedangkan pada ku dia tidak pernah menebarkan senyuman nya itu." Celoteh egi sambil membayangkan kejadian siang tadi.
Egi meraih ponsel di atas meja bundar dekat kursi yang di duduki nya.
Memutar ponsel yang ada di pegangan tangan nya. "Apa aku tanyakan saja langsung pada s brandal, siapa laki laki itu dari pada otak ku penuh dengan tanya." Ucap egi lalu mengetikkan sesuatu di layar ponsel.
Egi mengetikkan pesan atas penasaran nya egi yang menggunuk di hati nya. Egi mengirim pesan itu ke annisa.
Lama egi menunggu balasan dari annisa, namun tak kunjung ponsel nya berbunyi yang menandakan ada balasan pesan dari annisa.
Egi mengecek kembali pesan nya apakah sudah terkirim atau belum ke annisa.
"Padahal dia sedang online tapi kenapa dia tidak membalas pesan ku. Brandall kau ternyata sudah seberani ini pada ku, tidak membalas pesan ku." Gerutu egi kesal karena pesan nya tak kunjung di balas oleh annisa.
Beberapa menit kemudian.
Mengecek kembali chat yang di kirim ke annisa namun masih belum di baca juga oleh annisa. "Apa aku telpon saja s brandal. Hah baiklah, aku telpon biar lebih jelas." Ucap egi lalu menekan tombol panggil untuk menelpon annisa.
Tuutt..tutt..tuut.
Nada sambung dari ponsel egi yang menandakan jika Ia tengah menelpon annisa. Namun lagi lagi annisa tidak mengangkat panggilan egi.
"Kemana dia? kenapa dia tidak mengangkat telpon ku?" Gerutu egi kesal.
Menatap geram layar ponsel dan egi kembali mendial untuk menelpon annisa.
Namun lagi lagi panggilan nya terputus tidak ada jawaban dari annisa.
"Brandal. Kau berani nya..." Geram egi Lalu...
Braakk...
Ponsel egi pecah berserakan di teras balkon dekat kolam. Karena egi melemparkan nya dengan keras.
Mengepalkan kedua tangan. "Apa s brandal tengah berduaan dengan laki laki itu, sampe sampe aku menelpon dan mengirim nya pesan tidak Ia jawab. Tidak bisa ku biarkan, aku harus kesana untuk memergoki dia. Berani nya dia seperti itu, sedang dia masih istri sah ku." Geram egi lalu beranjak masuk ke dalam kamar.
Egi mengambil kunci motor dan memakai jaket kulit nya. Lalu dengan langkah tergesa egi hendak menuju basement tempat parkir.
Ketika langkah kaki nya telah sampai di dekat ruang makan.
__ADS_1
"Egi mau kemana kau sudah pakai jaket begitu, kau belum makan malam?" Tegur Ayah putra yang hendak berjalan ke ruang makan.
Egi menghentikan langkah kaki nya dan menoleh. "Egi mau makan di luar." Jawab egi lalu kembali melangkah kan kaki dengan tergesa untuk menuju basement.
"Semakin berani dia setelah istri nya pergi. Jadi semakin menjadi tingkah nya itu. Hah dasar anak bodoh." Gumam ayah putra lalu berjalan ke arah ruang makan.
Di basement tempat parkiran.
Egi menaiki moge nya yang berwarna putih dan mengendarai nya untuk mengeluarkan dari rumah putra. Dan kini moge yang egi naiki telah melesat di jalanan kota dengan kecepatan cukup tinggi.
Lihat saja kau brandal, jika saja kau benar benar tengah berduaan dengan laki laki itu. Tidak akan ku ampuni lagi.
------------
Sementara annisa di kamar asrama.
Annisa baru saja memasuki kamar nya setelah makan malam bersama rika dari kantin asrama.
Annisa menghampiri ranjang dan duduk di sisi nya. Ia meraih ponsel nya yang tergeletak di atas ranjang.
Menyalakan layar ponsel, mata annisa seketika melebar karena melihat ada satu pesan yang belum di baca dan dua panggilan tak terjawab dari egi.
Ada apa s bocah menelpon ku sampai dua kali telpon. Dan sial nya aku tidak membawa ponsel saat ke kantin, bagaimana ini apakah dia akan semakin marah terhadap ku.
Annisa mengecek pesan apa yang di kirim egi.
"Siapa dia?"
Apa maksud pesan nya ini. Dia bertanya siapa dia? Yaa maksud nya siapa? Aku tidak mengerti, siapa yang dia maksud. Apa lebih baik aku telpon balik saja, biar tahu siapa yang dia tanyakan dan yang dia maksud nya.
Annisa menekan tombol panggil untuk mendial memanggil egi. Namun, hanya suara dari operator yang menjawab panggilan dari annisa yang mengatakan jika nomer egi sedang tidak aktif.
Alis annisa menaut heran.
Ini sinyal ku yang kurang, apa memang nomer tuh bocah nggak aktif. Hah coba lagi deh.
Kembali mendial egi untuk memastikan jika sinyal ponsel annisa penuh. Dan masih sama, yang menjawab panggilan annisa adalah operator yang mengatakan jika nomer egi tidak aktif.
Menghembuskan napas kasar. "Kenapa bisa gini sih. Jadi penasaran apa yang dia tanyakan nya ini." Gumam annisa sambil menatap pesan dari egi.
Puk.. Rika menepuk sebelah pundak annisa.
"Ada apa Nis, di perhatikan dari tadi seperti gelisah gitu?" Heran rika dan duduk di samping annisa.
Menoleh. "Ah, tidak apa Rika. Hanya saja ada yang menelpon dan menanyakan sesuatu pada ku, tapi di telpon balik nggak di angkat. Jadi bikin penasaran." Ucap annisa dan menatap kembali ke layar ponsel nya.
__ADS_1
Rika hendak mengintip siapa yang annisa maksud namun annisa dengan sigap menyembunyikan ponsel nya.
"Siapa Nis yang bertanya nya? Kenapa di sembunyiin?" Tanya rika tersenyum menggoda ke annisa.
"Ini.. ini.. dari pihak rumah mbak. Iya dari pihak rumah mbak. Maka nya aku penasaran takut terjadi sesuatu sama mbak ku." Gelagap annisa canggung.
Menghela napas pelan. "Jika dari mbak mu. Mana mungkin kamu sampai bersikap canggung gini Nis. Siapa cowok itu Nis, apa aku mengenal nya?" Tanya rika penasaran.
Annisa merebahkan tubuh nya di kasur lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya.
"Aku udah ngantuk rik. Aku tidur duluan yah." Gumam annisa di balik selimut untuk menghindari pertanyaan rika.
Menggoyang goyangkan lengan annisa. "Haha.. kamu mau menghindar dari ku nis. Cepat katakan siapa dia? Apa dia kak Alan? Atau orang lain." Celoteh Rika sambil terus menggoda annisa.
Annisa masih mengkerubung diri nya dengan selimut. "Nggak ada rika. Aku mau tidur, jangan ganggu aku." Ucap annisa lalu membalikkan badan.
--------
Di luar asrama kampus Annisa.
Egi telah sampai tidak jauh dari kampus annisa.
Membuka kaca helm dan melihat sekitar untuk mencari orang yang ada di pikiran nya sekarang.
Seharusnya s brandal ada di sekitar sini.
Namun tiba tiba mata egi terhenti dan memicing tajam karena melihat orang yang ada di pikiranya, tengah duduk di atas motor dan memandangi gerbang kampus annisa.
"Itu dia, lelaki yang dekat dengan s brandal. Sedang apa dia di sana? Apa dia sedang menunggu s brandal untuk di ajak jalan jalan?" Gumam egi lalu menutup kembali kaca helm karena takut dugaan nya benar jika annisa akan datang menghampiri Alan.
Cukup lama Egi memperhatikan Alan yang masih memandangi gerbang kampus namun pandangan mata Alan tertuju ke bangunan bersusun yang cukup jauh dari gerbang.
"Kenapa lama sekali s brandal keluar dari asrama nya? Aku tidak sabar ingin segera menggrebek dia yang berjalan dengan laki laki lain." Gumam egi masih fokus memperhatikan Alan.
Dan tidak berselang lama, motor Alan melaju ke sebrang kampus annisa dan masuk ke gerbang nya.
Egi tidak tinggal diam. Dia mengikuti motor Alan dan berhenti di luar gerbang kampus yang alan masuki tadi.
Mendongak melihat fakultas apa yang di masuki Alan. "Hah ternyata dia kuliah di kampus ini, semakin dekat saja dia dengan s brandal." Ucap egi.
Egi terdiam sejenak lalu melirik kampus annisa dan alan bergantian.
"Sial, dekat sekali jarak mereka. Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus menemui s brandal saat ini juga." Ucap egi dan merogoh saku jaket nya, hendak mengambil ponsel.
Tersadar ponsel nya sudah hancur karena ulah sendiri. Egi termenung sejenak. "Lebih baik aku beli ponsel dulu baru aku kembali lagi untuk menelpon dia." Ucap egi.
__ADS_1
Lalu egi mengeggas motor nya dengan kecepatan cukup tinggi untuk mencari counter hp.
BERSAMBUNG...