Pejuang Move On

Pejuang Move On
Merasa Aneh part 2


__ADS_3

Selesai membersihkan diri, Egi keluar dari kamar mandi dengan menggosok rambut basah nya oleh handuk kecil dan dengan pandangan mata menunduk, egi berjalan hendak ke arah sofa.


"Sudah selesai mandi nya. Sini aku keringkan rambut mu." Seloroh annisa mengagetkan egi.


Egi terperanjat kaget dan seketika gerakan tangan dan kaki nya terhenti kaku.


Degh..degh..degh.. jantung egi kembali berdetak cepat.


Baru juga tenang sejenak kenapa sekarang berdetak tak karuan lagi. Apa karena di kagetkan oleh wanita brandal ini, ya seperti nya begitu.


Egi tidak menggubris ucapan annisa lalu beranjak ke sofa dan duduk di sofa sambil mengusak rambut oleh handuk.


Annisa tidak tinggal diam. Dia mengikuti egi lalu berdiri di samping nya dan mengambil alih handuk dari tangan egi.


"Biar aku yang keringkan. Oh yah aku buatkan jus strawberry kesukaan mu, tuh ada di atas meja." Ucap annisa sambil mengusak pelan rambut egi dengan handuk.


Sementara egi sudah kaku di tempat nya lalu melirik satu gelas jus di atas meja.


"Kau tidak menyerah juga, emang kau pikir aku akan meminum nya. Hah jangan harap." Ketus Egi.


Annisa menghentikan pergerakan tangan nya lalu annisa menunduk dan menangkup wajah egi agar kepala nya tegak tidak menunduk.


"Nah kalau tegak gini kepala mu, jadi mudah kan mengeringkan rambut nya." Ucap Annisa lalu kembali mengusak rambut egi.


Degh...degh.. degh. Lagi lagi jantung egi berdetak cepat sehingga memukul mukul rongga dada nya karena perlakuan annisa yang bagi nya merupakan hal pertama kali.


Ada apa dengan jantung ku. kali ini detakkan nya sangat cepat sekali membuat ku hampir sesak, apa ini semua karena perlakuan s brandal ini. seperti nya aku harus menghindar, agar jantung ku tenang kembali.


Egi bangkit dari duduk nya membuat annisa terperanjat dan hampir saja kepala egi terpentok ke dagu annisa.

__ADS_1


"Hey, kau kalau mau bangun dari duduk mu bilang kek. Untung saja dagu ku selamat." Menatap Geram pada egi.


Egi membuang muka ke arah lain."Kau.. diam." Tegas egi pada annisa tanpa menoleh pada nya.


"Diam, Maksud mu apa egi?" Heran annisa.


Egi langsung melangkah kan kaki nya hendak ke ruang belajar.


Mengikuti egi. "Hey, ada apa. Diam maksud nya diam gimana. Dan itu rambut mu belum kering?" Ucap Annisa.


Berbalik dan menatap tajam."Diam!! Kau diam di sana jangan bergerak." Bentak Egi.


Menghentikan langkah kaki karena kaget di bentak."Di sana. Maksud nya diam di sini?"


"Iya, kau jauh jauh jangan mengikuti ku. Sana kau jauh jauh." Tegas egi dengan nada tinggi lalu berjalan tergesa ke ruang belajar.


"Memang kenapa dengan ku. Apakah aku menyakiti mu bocah sampai harus membentak ku seperti itu" Heran Annisa dengan nada sedih.


Egi menutup pintu sangat keras.


Annisa terperanjat kaget dan memegangi dada nya.


"Dasar bocah. Ada apa dengan nya. Aku di suruh jauh jauh. Apa badan ku bau." Gumam annisa sambil mengendus endus bau badan nya.


"Ah, nggak malahan harum. Kan sudah mandi juga pakai parfum. Oh atau mulut ku yang bau. Hah..hah." gumam annisa lagi sambil menghembuskan napas ke telapak tangan untuk di endus bau nya.


"Nggak juga kan aku nggak makan petai atau jengkol. Hah dasar saja tuh anak, bocah aneh. Mending ke dapur masak untuk makan malam nanti, dari pada di sini yang akan membuat ku naik darah lagi." Ucap Annisa sambil melemparkan handuk kecil ke keranjang kotor.


Lalu Annisa beranjak keluar kamar untuk menuju dapur.

__ADS_1


Sepeninggalan Annisa.


Egi yang ada di ruang belajar tengah mengatur napas dengan mengusap dada dan menghela napas beberapa kali agar detak jantung nya kembali normal.


"S brandal ternyata bahaya jika lama lama dekat dengan nya. Jika terusan begini bisa bisa jantung ku bermasalah."


Hah.. Huft. menghembuskan napas panjang.


Egi menempelkan telinga ke pintu untuk mendengarkan suara yang ada di luar ruangan itu.


Alis nya berkerut. "Sepertinya wanita itu sudah keluar kamar. Hah lebih baik aku memeriksa nya."


Dengan hati hati dan pelan egi memutar handle pintu agar terbuka secukup kepala nya lalu egi melongok kan sedikit kepala untuk melihat sekitar kamar agar memastikan jika annisa sudah keluar kamar.


Bernapas lega. "Syukurlah, wanita brandal itu sudah keluar." Gumam Egi sambil mengusap dada nya.


Lalu Egi membuka pintu lebar untuk keluar ruangan belajar dan berjalan ke arah sofa yang dimana letak jus di letakkan di atas meja oleh annisa.


Mengambil gelas jus dan mencicipi sedikit.


"Lumayan juga jus seenak ini jika di buang yang akan mubadzir." Ucap egi lalu meminum kembali jus nya sampai habis tak tersisa.


Melihat gelas kosong."Sepertinya aku harus mengganti dengan cairan lain yang mirip dengan jus strawberry jadi s brandal tidak akan curiga jika jus nya aku minum. Bisa besar kepala dia jika tau aku meminum nya." Gumam Egi.


Lalu beranjak ke arah balkon yang ada kolam, egi mengisi gelas dengan air kolam dan egi masuk lagi ke dalam kamar untuk mencari kotak obat yang ada obat merah tidak lupa juga Ia mengambil sebundel tisu yang bertumpuk dengan kotak obat.


Egi mulai meracik cairan warna merah agar sama seperti jus strawberry yang di minum nya tadi dan menyimpan gelas dengan air hasil racikan nya di tempat semula.


Tersenyum bangga. "Penampilan nya sudah hampir sama dengan jus strawberry semoga saja s brandal nggak curiga." Gumam egi.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE nya di tekan yaaa.


__ADS_2