Pejuang Move On

Pejuang Move On
Bertukar


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Annisa masih saja sibuk mengerjakan tugas perkuliahan, begitu pun dengan egi ikut menemani annisa dengan duduk di sofa memainkan laptop dan kadang sesekali melirik annisa.


Annisa menggeliatkan badan nya ke kiri dan ke kanan untuk melenturkan kembali otot punggung nya yang kram dan kaku akibat menunduk menulis terus.


Menghela napas panjang, "haah... akhirnya selesai juga, tinggal beberapa lagi nanti sajalah mata ku sudah sepet," gumam annisa melihat hasil pekerjaan nya.


Kemudian annisa membereskan lembaran lembaran kertas yang berserakan di atas meja. "Haaoomm...," menguap sambil menutup nya dengan telapak tangan.


"Tidurlah, sudah tengah malam kau masih saja mengerjakan tugas," intruksi suara egi yang ada di belakang nya masih fokus pada laptop.


Annisa menoleh kemudian beranjak dari duduk nya. "Kau juga tidur egi, sudah larut. Maen saja laptop ngerjain apa sih emang nya?" tanya annisa penasaran.


Menutup laptop, "bukan urusan mu," jawab egi.


Annisa mencebikkan bibir nya sebal. "Huuh dasar pelit," gerutu annisa lalu berjalan menuju lemari yang berisi perlengkapan tidur untuk bersiap siap.


Masih berdiri di depan lemari, meraih selimut dan bantal dari rak bagian atas. Egi yang melihat annisa akan memangku perlengkapan tidur, segera egi mendekati dan mengambil alih.


"Biar aku saja, kau duduk lah di ranjang," titah nya dan menggeser tubuh annisa.


Annisa melangkah mundur kemudian berjalan menuju ranjang dan duduk di sisi nya.


Egi membawa perlengkapan tidur ke atas karpet tempat annisa tidur.

__ADS_1


Annisa yang duduk di atas ranjang memperhatikan egi yang tengah membereskan selimut dan bantal di atas karpet untuk tidur. "Makasih egi, tumben kau baik pada ku," ucap annisa hendak turun dari ranjang.


"Tetap di situ," cegah egi sebelum annisa benar benar turun dari ranjang.


"Eh...," bingung annisa, lalu menurut duduk kembali. "Ada apa egi?"


"Kau tidur di kasur, biar aku tidur di sini," ucap egi kemudian merebahkan tubuh nya ke atas karpet.


Annisa masih menatap bingung ke egi. "Kenapa kau tiba tiba ingin bertukar tidur? bukannya kau sendiri pernah bilang agar aku jangan pernah mendekati kasur mu," tanya annisa.


Egi yang sudah terbaring di bawah selimut, dengan sebelah lengan menjadikan nya sebagai bantalan kepala, lalu menatap annisa yang masih terduduk di sisi ranjang. "Tidurlah annisa. Aku hanya merasa gerah jika tidur di atas kasur," titah egi.


Hah baiklah lagian aku sudah ngantuk sekali, jadi malas berdebat dengan nya.


"Menghadap kemari, jangan pernah kau membelakangi ku annisa," pinta egi masih mengamati annisa.


Annisa berbalik tidur menyamping menghadap ke egi yang ada di bawah ranjang. "Sudah menghadap mu, cepat kau tidur egi. Nanti subuh kesiangan lagi," ucap annisa.


"Hemm...," gumam egi masih menatap annisa.


Annisa mulai memejamkan mata nya karena sudah terasa berat, "jangan lupa baca doa kalau mau tidur. Good night egi," tutur annisa pelan.


Egi ikut tidur menyamping menghadap ke annisa dengan sebelah tangan jadi penyangga kepala nya. "Hemm... good night too Annisa ku," sahut egi namun masih memperhatikan wajah tenang annisa.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, napas annisa telah berhembus teratur menandakan ia telah terlelap dalam tidur nya.


Egi yang melihat annisa telah terlelap beranjak dari tiduran nya dengan perlahan lalu mendekati ranjang. Ia membenarkan selimut annisa sampai ke bahu karena annisa kurang menutupi tubuh nya. Kemudian dengan perlahan menunduk melabuhkan kecupan lembut di pipi annisa.


Tersenyum masih menatap lekat wajah damai annisa.


Kau harus tetap di samping ku annisa, tidak akan ku biarkan siapa pun merebut mu dari ku.


Setelah puas memandangi wajah annisa. Egi kembali lagi tidur di atas karpet yang biasa jadi tempat tidur nya annisa selama ini.


Mencari posisi yang nyaman. "Kejam juga aku, selama ini aku membiarkan dia tidur di atas karpet yang keras ini, hah... sungguh memalukan sekali diri ku yang sebagai suami nya," gumam egi pelan lalu tidur menyamping menghadap annisa dan mulai memejamkan mata nya menyusul annisa ke alam mimpi.


Di sepertiga malam.


Egi terbangun dari tidur nya karena merasakan sakit di tulang punggung dan bahu nya karena tidak terbiasa tidur di karpet. "Arrghh... badan ku serasa remuk redam," gumam egi memegang bahu.


Perlahan egi bangkit dari tiduran nya dan memijat pelan bahu juga tengkuk leher yang terasa pegal, untuk melenturkan kembali otot otot nya yang kaku dan kram.


Melirik ke atas ranjang, melihat annisa yang masih tidur menyamping menghadap nya dengan damai memejamkan mata. Terbesit sebuah senyuman simpul dari bibir egi begitu melihat wajah annisa. Lalu egi berdiri sambil membawa perlengkapan tidur nya dan berjalan menuju sofa ruangan dekat ranjang.


Egi merebahkan tubuh nya di atas sofa panjang. "Hah... setidak nya badan ku tidak akan remuk lagi jika tidur di sofa," ucap nya sambil menyelimuti tubuh kemudian mulai memejamkan mata kembali, untuk menuju alam mimpi nya yang sempat terpotong.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2