Pejuang Move On

Pejuang Move On
Teringat Dia


__ADS_3

Langit mulai menggelap, matahari telah bergantian jaga dengan bulan yang akan menerangi bumi. Adzan isya sudah berkumandang indah di masjid kampus dan annisa langsung melaksanakan shalat isya berjamaah di masjid dan setelah nya annisa langsung kembali ke kamar asrama.


"Rika masih belum pulang juga. Padahal sudah isya, apa dia mau nginap di rumah nya yah." Gumam annisa setelah diri nya memasuki kamar yang masih kosong.


Annisa duduk di kursi dan mengambil laptop nya hendak mengerjakan tugas perkuliahan yang sempat tertunda.


Beberapa waktu kemudian.


Ceklek. Pintu kamar terbuka dan memunculkan rika yang baru datang ke kamar.


Annisa masih fokus ke layar laptop tanpa menoleh ke rika.


"Assalamualaikum kalau memasuki kamar itu." Tegur annisa.


Rika berbalik menatap annisa bengong. "Annisa!! Kamu annisa kan?" Tanya rika dengan suara cempreng.


"Iya rika. Memang siapa lagi teman sekamar mu." Jawab annisa masih fokus pada laptop.


Berhambur mendekati dan merangkul pundak annisa karena saking girang nya.


"Kamu ada di sini Nis. Berarti akan nginap di sini lagi kan. Kok nggak bilang bilang sih sama aku." Seloroh rika beruntun.


Menoleh pada rika lalu mengendurkan rangkulan tangan rika di pundak nya.


"Ucap salam dulu kalau masuk kamar jangan langsung banyak bertanya gini." Tegur annisa lagi.


"Iya..iya aku lupa. Assalamualaikum." Ucap rika.


"Telat. Walaikumsalam." Jawab annisa.


"Yeey yang terpenting kan ucap salam. Eh, kamu belum jawab pertanyaan ku tadi. Kamu akan nginap lagi di sini dan akan pindah ke sini lagi kan?" Tanya rika lalu menaruh sebuah paper bag ke atas meja dekat laptop annisa.


"Iya." Jawab singkat annisa.

__ADS_1


Menautkan alis bingung dan melepaskan rangkulan di pundak annisa. "Iya? Apa nya yang iya?"


"Yaa jawaban atas pertanyaan mu semua nya hanya satu jawaban dari ku yaitu IYA." Jawab annisa.


"Berarti kamu akan nginap di asrama lagi mulai sekarang?" Tanya rika.


Annisa mengangguk dengan pandangan fokus ke layar laptop.


"Kamu pindah lagi ke sini bukan karena di usir mbak mu kan?"


Menggelengkan kepala kecil dan tetap fokus ke laptop.


Rika menghela napas pelan. "Aku seneng banget loh jika kamu pindah lagi kesini, jadi nya kan aku nggak bakalan kesepian lagi karena sempat kehilangan mu dalam malam malam ku Nis." Ucap rika dramatis.


Annisa menoleh lalu nyengir kuda. "Paling bisa yah ngerayu nya. Bilang aja nggak bisa mandiri, aku lihat pembuangan air di toilet mampet akibat rambut mu rika. Dan tuh handuk mu sudah berapa biji di sana, seperti nya kau gonta ganti handuk yah selama ini. Dasar rika nur hasanah." Tutur annisa menggeleng kecil dan kembali fokus ke layar laptop.


Tertawa pelan. "Memang yah umi paling perhatian, pasti pembuangan air sudah lancar lagi dong kalau ada umi. Nah, karena umi sudah capek kerja keras membersihkan kamar mandi. Rika bawa oleh oleh loh dari rumah, nih mau nggak." Ucap rika manja.


"Nih umi annisa, di makan yah biar rasa capek nya ilang." Celoteh rika membukakan kotak strawberry lalu menyodorkan nya ke annisa.


Annisa melirik apa yang di bawa rika dan di sodorkan nya. Seketika annisa tertegun terpaku diam menatap kotak strawberry itu.


Melihat strawberry ini, aku jadi teringat s egi. Apa dia sudah meminum jus nya hari ini. Aku tidak sempat membuatkan nya sewaktu mau pergi. Dan apakah dia sudah makan malam? Hah kenapa aku sangat memperdulikan nya, sedang dia pasti tengah bersenang senang karena kepergian ku.


Rika melambaikan sebelah tangan di wajah annisa. "Hey, annisa kenapa melamun? Apa kamu tidak suka strawberry? Bukannya kamu suka segala jenis buah yah." Tanya rika membuyarkan lamunan annisa.


Gelagapan. "Ah, tidak.. aku suka sangat suka, makasih rik makanan nya." Ucap annisa menunduk canggung.


"Iya annisa, kenapa kamu kelihatan nya seperti sedang memikirkan sesuatu? Kamu lagi ada masalah Nis?" Tanya rika.


"Tidak ada rika. Aku hanya merasa lapar dan kebetulan kamu membawa kan buah, jadi terharu aku tuh." Ucap annisa tersenyum untuk menyembunyikan pikiran nya dari rika.


Mengangguk paham. "Jadi gitu, ya sudah cepat makan dong strawberry nya mumpung masih segar loh." Menyodorkan satu buah starwberry ke bibir annisa.

__ADS_1


Annisa memakan yang di suapkan rika lalu tersenyum. "Makasih rik. Jadi terasa enak yah kalau makan dari tangan orang." Ucap annisa yang di balas anggukkan kepala oleh rika.


Aku melihat raut wajah annisa tadi seperti menyembunyikan sesuatu, seperti nya ada masalah. Dan aku merasa aneh dengan kepindahan annisa yang tiba tiba tanpa mengabari ku dahulu. Annisa, ada apa dengan nya? Jika aku bertanya pasti jawaban nya tidak ada apa apa, karena dia tipe orang yang tidak suka bercerita mengenai hal pribadi nya.


------------


Sementara di kamar Egi.


Egi terduduk santai di sofa sambil memandangi foto di pegangan tangan nya. Ada senyuman sinis dari bibir tipis Egi.


"Wanita brandal, kau pikir aku akan kehilangan mu jika kau pergi dari rumah ini. Hah jangan harap brandal, aku bahkan sangat sehat dan bahagia dengan kepergian mu." Gumam egi berbicara sendiri pada foto yang di pegang nya.


Egi beranjak hendak ke ranjang nya.


Melihat karpet yang sempat di gulung oleh annisa.


"Sepertinya malam ini aku tidur di ruang belajar dulu karena masih ada bau bau s brandal di sekitar ranjang. Membuat ku mual saja." Ucap Egi sambil mengambil selimut dan bantal lalu egi berjalan menuju ruangan belajar.


Brukk. Egi melemparkan bantal dan selimut ke atas sofa panjang di ruangan belajar.


Setelah menaruh bantal egi berjalan ke arah meja belajar dan duduk di kursi nya.


Mengambil sebuah buku paket namun gerakan tangan nya terhenti karena pandangan mata egi melihat sebuah buku komik yang di belikan oleh annisa.


Egi mengambil buku komik itu lalu membuka sampul nya. "Kenapa buku ini ada di sini? Aku tidak sudi menerima pemberian barang dari wanita itu." Ucap egi.


Bruk..dugh. Egi melempar ketiga buku itu ke belakang sehingga berserakan dekat rak buku yang berjejer.


Mengusak rambut nya dengan kasar. "Hah jadi tidak ada semangat lagi aku belajar gara gara melihat buku pemberian s brandal. Lebih baik aku tidur saja, supaya pagi nanti fresh lagi otak ku." Gumam egi lalu beranjak ke sofa panjang hendak tidur.


Egi berusaha memejamkan mata nya dan membungkus tubuh nya dengan selimut agar bisa tertidur. Dan akhirnya lama kelamaan mata nya pun terpejam menuju alam mimpi nya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2