
Di dalam tempat duduk taman, di tempat terbuka Maureen merelakan dirinya ketika Austin pada akhirnya kembali berhasil melucuti semua pakaiannya.
Maureen sudah tidak peduli lagi ketika tubuh telanjangnya itu kini juga di lihat para pengawal laki - laki yang datang bersama dengan Austin ke taman tersebut.
Yang Maureen rasakan adalah sentuhan demi sentuhan dahsyat di seluruh tubuhnya yang kini membuatnya begitu melayang.
Selama dirinya menjadi nona malam, sudah banyak tamu yang memperlakukan dirinya dengan kasar, namun berbeda saat ini, perlakuan lembut Austin sungguh membuat Maureen ingin terus merasakan sentuhan lagi dan lagi.
Dengan beberapa kali hentakan Austin membiarkan cairan cintanya masuk ke dalam rahim Maureen, dengan percaya diri yang penuh Austin membiarkan cairan cintanya pada malam hari ini masuk dengan sempurna ke dalam rahim Maureen.
Aku yakin kau tidak akan hamil nona, dari surat keterangan dokter yang aku terima saat kau berada di mansion kau sedang tidak dalam keadaan masa subur, aku benci bercinta menggunakan pengaman.
Austin mengatakan hal tersebut sambil menyelesaikan penyatuan terakhirnya terhadap Maureen yang membuat Maureen mendesah dengan sangat hebat.
Dan setelah semua permainan dahsyat itu selesai, Austin yang masih menggunakan pakaian langsung meninggalkan taman bersama dengan para pengawal laki - laki yang sejak tadi ikut menyaksikan adegan demi adegan panas Austin dengan Mauren di kursi taman.
"Pakaikan kembali pakaiannya dan tutup kembali mulutnya dengan kain."
"Baik tuan Austin."
Begitu sampai di dalam mansion, Austin kembali memberikan perintah kepada beberapa pengawal wanita untuk mendatangi Maureen yang masih telanjang di taman pada malam hari ini.
Saat ini di taman Maureen yang sudah kembali tersadar berusaha untuk mencari keberadaan tuan muda misterius yang pada malam hari ini kembali menjamah setiap tubuh nya tersebut dengan lembut.
"Tuan muda, apakah Anda masih ada di samping ku? tuan muda apakah anda masih berada di sana?"
Di dalam kegelapan Maureen kembali memanggil sosok tuan muda tersebut, namun hanya angin malam yang pada akhirnya menyambut suaranya tersebut.
"Nona Maureen tuan muda sudah pergi."
Deg
Kini Maureen mulai kembali mendengarkan suara salah satu pengawal yang mendatangi nya dan memakaikan kembali gaun tidur malamnya yang sudah berserakan di bawah.
"Jadi tuan muda kalian sudah pergi?"
"Betul nona Maureen".
Dan setelah mengatakan hal tersebut para pengawal kembali menyumpal mulut Maureen dengan kain, melepaskan borgol yang membelenggu Maureen di kursi taman dan menggunakan kembali ke dua tangan Maureen.
"Mari nona, malam ini anda harus kembali ke kamar penjara cinta secepatnya."
__ADS_1
Maureen yang sudah tidak dapat kembali berkata - kata kini hanya bisa mengikuti langkah kaki para pengawal untuk kembali ke kamar penjara cinta.
Sementara itu di dalam salah satu kamar mewah, saat ini nampak satu laki - laki yang sedang memandang ke luar jendela dengan satu rokok yang sedang di hisapnya.
"Wanita malam itu, ya wanita malam itu, entah kenapa tiba - tiba wajahnya bisa terlintas di dalam pikiran ku."
Sambil mengatakan hal tersebut laki - laki itu tetap asyik dengan rokok yang masih menyala.
"Selamat malam tuan Austin, anda memanggil ku?"
"Ya Jo masukkan."
Malam hari ini Austin tiba - tiba saja memanggil asisten nya.
"Berapa lama lagi kontrak dengan wanita malam itu Jo?"
"Kontrak dengan madam Beatrix akan berakhir kira - kira tiga hari lagi tuan Austin."
"Perpanjang kontraknya hingga tiga bulan ke depan, aku ingin tetap bercinta dengan wanita itu sampai tiga bulan ke depan."
"Baik tuan muda Austin."
"Apakah ada hal perlu kau sampaikan Jo?"
"Ah ya aku hampir melupakan hal itu, katakan saja jika aku tidak bisa mengunjungi nya dalam waktu dekat."
"Jadi tuan Austin membatalkan kunjungan tersebut?"
"Ya Jo, banyak hal yang harus aku lakukan untuk bisnis gelap ini."
Dengan tenang Austin mengatakan hal tersebut kepada Jo sambil menghisap rokoknya.
"Baik tuan akan saya sampaikan kepada tuan besar dan seluruh keluarga."
"Lalu apakah ada hal yang lainnya yang perlu kau sampaikan lagi?"
"Esok hari tuan Austin harus menghadiri pertemuan dengan beberapa mafia kelas dunia."
"Ah besok pagi?"
"Betul tuan."
__ADS_1
"Kemana aku harus berangkat dan berapa lama?"
"Tuan Austin akan berangkat ke Negara Italia dan satu Minggu tuan Austin akan berada di sana."
"Ya, ya aku akan hadir di dalam pertemuan ini, dan aku pasti akan tetap bertemu dengan keluarga Harold."
Dengan sinis Austin mengatakan hal tersebut kepada asisten nya Jo.
"Lalu bagaimana dengan nona Maureen? apakah tuan muda Austin akan membawanya untuk ikut serta?"
Dengan cepat Austin langsung menggelengkan kepalanya saat Jo menanyakan hal tersebut.
"Untuk apa aku membawa wanita malam itu ikut bersama dengan ku, disana aku sedang tidak sedang bermain - main."
"Baiklah tuan muda Austin."
"Pergilah Jo, kau boleh pergi sekarang."
Asisten Jo langsung membungkukkan badan dan keluar dari dalam ruangan Austin dengan cepat.
"Membawa wanita di dalam pertemuan besar mafia? sungguh hal yang sangat menjijikkan!"
Austin mengatakan hal tersebut sambil mematikan rokoknya dan langsung berbaring di atas tempat tidur untuk beristirahat.
Sementara itu malam hari ini di kamar penjara cinta, Maureen yang telah di lepaskan ikatan dan juga penutup matanya mulai merenung seorang diri.
"Sentuhan nya, ciumannya, pelukan nya sungguh membuat ku tidak bisa melupakan hal ini."
Di atas tempat tidur di dalam posisi terduduk Maureen mengatakan hal tersebut sambil menyentuh bibir dan juga anggota - anggota tubuhnya yang malam ini telah mendapatkan sentuhan dahsyat dari sang tuan muda.
"Kau yang selalu menyentuh ku di dalam kegelapan, ya kau yang selalu melakukan hal itu tanpa permisi."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil memejamkan ke dua matanya, Maureen mencoba kembali menikmati permainan cintanya dengan sang tuan muda misterius tersebut.
"Kapan aku bisa melihat mu dengan ke dua mataku tuan muda misterius?"
"Apakah yang aku rasakan ini perasaan cinta? apakah aku telah jatuh cinta? ada getaran demi getaran aneh ketika aku mencoba untuk kembali merasakan sentuhan demi sentuhan maut mu itu."
"Mungkinkah aku sudah jatuh cinta kepada tuan muda misterius itu?"
"Aku jatuh cinta tanpa bisa melihat wajahnya, sungguh ini cinta gila, sungguh ini cinta yang sangat aneh dan baru kali ini aku merasakan hal ini."
__ADS_1
Maureen mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya berulang - ulang.
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih