Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
MEMBUNUh AUSTIN


__ADS_3

Ya aku mengingatnya tuan Alexander."


"Bagus, karena setiap orang memiliki kata sandi yang berbeda, setiap keluarga inti dari Black Devil memilikinya seperti milik ku dan juga milik dokter Jean."


Tuan Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengangkat tangannya dan juga dengan dokter Jean.


"Baiklah, sepertinya tidak ada yang perlu untuk kita bicarakan lagi, nona Maureen aku dan tuan Alexander kembali ke mansion."


"Ya kau tidak perlu khawatir, dengan kau memakai cincin ini, beberapa pengawal yang ahli sudah bisa menangkap keberadaan mu dimanapun saat ini nona Maureen berada."


"Terima kasih tuan Alexander, terima kasih dokter Jean."


Maureen mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badannya untuk mengucapkan terima kasih.


Dan setelah mengatakan hal tersebut tuan Alexander dan juga dokter Jean meninggalkan ruang sakit.


"Hanya anggota keluarga inti yang bisa memiliki cincin ini."


Maureen mengatakan hal tersebut sambil memandang cincin kecil yang kini berada di jari manisnya sebelah kiri.

__ADS_1


"Dokter Jean berarti kau juga termasuk salah satu anggota inti keluarga Black Devil."


Maureen mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah punggung dokter Jean yang sudah semakin tidak terlihat.


"Nona Maureen, mari kami hantarkan anda ke ruang rawat tuan Austin."


Beberapa pengawal mengatakan hal tersebut kepada Maureen sambil membungkukkan badannya.


"Ah terima kasih tuan."


Dan Maureen yang saat ini sedang terbayang pikiran demi pikiran aneh dengan perlahan mulai menyingkirkan pikiran demi pikiran tersebut.


Laki - laki yang sisi kanan dan kirinya penuh dengan selang, dan wajahnya yang masih ditutup oleh topeng berwarna hitam.


"Tuan Austin bagaimana semuanya ini bisa terjadi? sebenarnya sebanyak apa musuh - musuh anda tuan muda?"


Maureen mengatakan hal tersebut sambil menggenggam erat tangan Austin.


"Dan di saat - saat yang seperti ini kau masih saja menggunakan topeng dan tidak mau untuk melepaskan nya."

__ADS_1


Maureen mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


Cukup lama Maureen menatap wajah Austin dan tidak tau harus berkata - kata apa lagi, sungguh saat ini hanya rasa belas kasih yang ada di dalam diri Maureen.


"Kau tau apapun yang telah kau perbuat kepada ku, aku tidak akan membalasnya, aku akan menemani mu, aku akan tetap menjaga mu, dan aku akan melakukan semua hal itu untuk mu tuan muda Austin."


Maureen mengatakan hal tersebut dengan perlahan lalu dengan cepat Maureen mencium kening Austin.


Rasa cinta yang kini perlahan mulai mengalir masuk ke relung hati Maureen paling dalam, dan karena hal itulah Maureen pada akhirnya mau untuk menemani apapun keberadaan Austin.


Sementara itu di salah satu negara, nampak satu laki - laki saat ini sedang menembak setiap orang yang berdiri di hadapannya.


Laki - laki menembak seakan - akan nyawa orang dihadapan nya sudah tidak ada harganya lagi.


"Josh hentikan!"


Satu suara wanita baya mengatakan hal tersebut kepada satu laki - laki yang sejak tadi belum menghentikan tembakan nya tersebut.


"Akan aku bunuh kau Austin!"

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2