
Tuan Cedrik naik ke atas panggung dan mengatakan hal tersebut kepada semua tamunya yang ikut di ajang lelang pada malam hari ini.
"Siapa laki - laki yang dapat memberikan harga paling tinggi dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang salah satu wanita yang saat ini berdiri di hadapan kalian."
Dengan lantang tuan Cedrik mengatakan hal tersebut kepada seluruh mafia kelas dunia yang saat ini sudah bersiap melakukan penawaran dengan harga - harga tertinggi mereka.
"Dan penawaran di buka dengan harga satu juta dollar."
Setelah mengatakan hal tersebut para mafia mulai saling mengangkat tangannya untuk bersaing mendapatkan wanita - wanita cantik yang masih perawan untuk di jadikan teman tidur mereka.
"Satu daerah di bagian selatan akan aku berikan kepada mu tuan Cedrik jika kau mau memberikan wanita berambut panjang itu ke dalam tangan ku."
Semua para mafia menoleh ketika Austin dengan berani memberikan satu wilayah kekuasaannya yang paling makmur kepada tuan Cedrik untuk membawa pulang Huaran kembali.
"Wow ini sangat mengagumkan jika tuan Austin sampai rela memberikan satu wilayah kekuasaannya untuk mendapatkan wanita berambut panjang ini."
Tuan Cedrik cukup tercengang dengan keputusan Austin yang berani memberikan satu daerah kekuasaan di bagian selatan.
Dimana daerah tersebut sangat terkenal akan pasokan obat - obat terlarang yang melimpah.
"Ya aku berikan itu semua kepada mu asalkan kau memberikan gadis berambut panjang itu ke dalam tangan ku."
"Baiklah, apakah ada yang lainnya?"
Seluruh mafia kini hanya bisa saling pandang saat tuan Cedrik mengatakan hal tersebut.
"Dan karena tidak ada yang berani untuk tawaran yang lebih tinggi dari tuan Austin, maka nona berambut panjang ini bisa menjadi milik mu tuan Austin, selamanya akan menjadi milik mu."
Austin yang telah memenangkan pertaruhan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Aku mohon undur diri tuan Cedrik untuk membawa wanita ini bersama ku ke dalam hotel sekarang juga."
"Silahkan tuan Austin, bersenang - senanglah."
Setelah mengatakan hal tersebut wanita itu di bawa turun dari panggung dan di hantarkan ke para pengawal untuk masuk ke dalam mobil yang membawanya menuju ke hotel tempat Austin menginap selama di negara tersebut.
"Buka semua ikatannya, tapi jangan kalian buka penutup matanya itu."
"Baik tuan Austin."
Sesampainya di dalam kamar hotel, Austin memberikan perintah kepada para pengawal untuk membuka ikatan Huaran.
__ADS_1
"Tinggalkan kami berdua, kalian jagalah di depan pintu kamar ini."
"Baik tuan Austin."
Setelah mengatakan hal tersebut satu per satu para pengawal keluar dari dalam kamar hotel Austin.
"Apa yang akan kau ceritakan kepada ku Huaran? kenapa kau sampai tertangkap oleh para pemburu wanita itu?"
Dengan santai Austin mengatakan hal tersebut sambil menyalakan korek api untuk membakar satu batang rokok kesayangannya.
"Tuan Austin maafkan aku, aku....."
"Sssst, sudah lah yang terpenting barang - barang itu telah sampai dengan selamat disana, dan saat ini kau tidak terluka sedikitpun."
Austin mengatakan hal tersebut sambil membelakangi Huaran.
"Tuan Austin balikan badan mu dan lihatlah aku."
Seketika itu juga Austin membalikkan badan ke arah Huaran dan betapa terkejutnya Austin ketika Huaran sudah melepaskan semua pakaiannya di hadapan Austin.
"Hei, apa yang aku lakukan Huaran!"
"Tuan Austin anda membayar tuan Cedrik dengan sangat mahal untuk merasakan tubuh ku bukan? tuan Austin di dalam kegelapan akan aku persembahkan tubuh ku ini untuk mu tuan Austin."
Huaran yang kini telanjang dan menggunakan penutup mata pada ke dua matanya langsung berlutut di hadapan Austin.
"Ini ke dua tangan ku, ikatlah ke dua tangan ini di atas tempat tidur seperti yang tuan Austin biasa lakukan kepada para tamu wanita anda tuan."
Dengan mudah Huaran memberikan ke dua tangannya untuk di ikat oleh Austin.
"Kau sudah gila Huaran!"
Seketika itu juga Austin mengambil pakaian Huaran yang berada di lantai dan langsung menutup tubuh Huaran dengan pakaiannya itu.
"Aku memang mencintai kehidupan malam, dan aku memang menyukai gaya bercinta yang seperti itu, namun aku tidak akan mungkin untuk menyentuh mu."
"Kenapa tuan Austin? apakah aku kurang menarik? apakah tubuhku tidak membuat tuan Austin bergairah? atau apakah harus ada yang aku perbaiki untuk hal ini?"
Austin yang mendengarkan jawaban Huaran kini hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kau bukan untuk diperlakukan seperti itu Huaran, sekarang istirahat lah di dalam kamar ini, beberapa hari lagi kita akan kembali ke Negara NA."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Austin langsung pergi meninggalkan kamar hotel tersebut.
Kini tinggal Huaran yang masih berlutut dan dalam keadaan telanjang.
"Ada apa dengan mu tuan Austin? aku tau ini bukan alasan mu yang sebenarnya, apakah aku begitu menjijikkan bagi mu? apakah aku memang tidak pantas untuk menjadi teman tidur mu?"
"Kau tau rasanya sakit sekali tertolak seperti ini, aku sudah merendahkan diri ku serendah - rendahnya dan kau masih tidak mau untuk menyentuh tubuhku."
Huaran mengatakan hal tersebut sambil berderai air mata, rasa sedih yang bercampur dengan rasa sakit kini mulai masuk ke dalam ke dalam relung hatinya yang paling terdalam ketika Austin laki - laki yang begitu di kagumi nya, laki - laki yang begitu di cintai nya harus menolak dirinya meskipun dia sudah memberikan tubuhnya dengan cuma - cuma.
"Tuan Austin memanggil ku?"
Di kamar hotel yang lainnya Austin yang kini sedang duduk sendiri langsung memanggil Jo asisten pribadinya.
"Katakan kepada ku apakah kau mengetahui rahasia ku dengan Huaran?"
Austin mengatakan hal tersebut sambil menatap tajam ke arah Jo."
"Maafkan saya tuan Austin sebenarnya saya mengetahui semuanya."
Dan seketika itu juga Austin langsung menarik nafasnya dalam - dalam.
"Sudah aku duga, aku harap kau bisa menjaganya dengan baik Jo."
"Pasti tuan Austin."
"Apa saja jadwal yang harus lakukan besok di Italia Jo?"
"Untuk beberapa hari ke depan tuan Austin harus menemui para mafia pemasok senjata tajam model terbaru yang rencananya akan di kirimkan ke negara bagian Utara.
"Ya aku mengetahui, sekarang kau boleh pergi Jo."
"Baik tuan Austin."
Dan setelah mengatakan hal tersebut asisten Jo langsung keluar dari dalam kamar hotel Austin.
"Sudah aku duga kau mengetahui Jo, dan sebagai sesama laki - laki aku juga bisa melihat tatapan matamu yang berbeda terhadap Huaran."
Austin mengatakan hal tersebut sambil tersenyum sinis dengan memandang keluar dari jendela di dalam kamar.
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih
__ADS_1