
Fabian memanfaatkan hal seperti ini untuk menghancurkan musuh nya dan dia pun merasa tidak ada rugi nya juga jika bekerja sana dengan Alex bahkan mungkin saja nanti dia bisa menghancurkan Alex melalui kerja sama nya
“Apa Marsha baik-baik saja ?.” Tanya Alex
“Jika kau ingin tahu maka sepakati dulu apa yang aku tawarkan tadi .” Kata Fabian
“Kau memang sangat licik sekali , bahkan aku mengajak mu bekerja sama meskipun aku adalah musuh mu .” Kata Alex
“Jika itu menguntung kan kenapa tidak .” Kata Fabian
“Jangan percaya mungkin saja ini hanya sebuah jebakan .” Kata Ken
“Jika tidak mau pun tidak masalah aku juga tidak akan memaksa mu melakukan nya .” Kata Fabian
Karl memang musuh Alex bahkan beberapa kali kedua nya kerap sekali bersaing dalam bisnis tentu saja Alex juga tahu jika selama ini Karl pun juga sering menggunakan cara kotor agar dia bisa memenangkan tander untuk perusahaan dia dan Alex pun juga tahu dia sering menyabotase beberapa proyek Alex hingga dia mengalami kerugian
“Baiklah aku akan menerima nya dan malam ini aku ingin menemui Marsha bersama dengan istri ku .” Kata Alex
“Tidak untuk hari ini karena kay belum menunjukkan jika kesepakatan ini kau terima jadi buktikan dulu .” Kata Fabian
“Kau begitu licik Fabian .” Kata Alex
“Sama hal nya dengan mu kakak ipar, aku pergi dulu dan selamat atas kerja sama kita .” Kata Fabian
Setelah menyelesaikan urusan nya dia kini memilih untuk pergi membeli makanan terlebih dahulu sebelum kembali lagi ke rumah karena di sana pasti tidak ada makanan dan istri nya tentu saja akan kelaparan karena rumah itu juga tidak pernah dia tempati sangat jarang sekali dia di sana oleh sebab itu kini dia harus membeli beberapa makanan untuk di sana
“Rupa nya kau sudah bangun , bagaimana kondisi mu apa baik-baik saja ?.” Tanya Ben
“Ah iya saya baik-baik saja tuan .” Kata Marsha
“Fabian sedang pergi jadi aku di sini untuk menjaga mu jika butuh apa-apa katakan saja kepada ku .” Kata Ben
__ADS_1
“Tidak tuan terima kasih .” Kata Marsha
“Duduk kah jangan berdiri terus di situ aku tidak akan memakan mu juga .” Kata Ben
Marsha takut jika dia terlalu dekat dengan Ben dan Fabian melihat nya dia pasti akan marah lagi jadi Marsha memilih untuk berdiri agak jauh saja dari Ben
“Jangan takut jika dengan ku Fabian tidak akan marah .” Kata Ben menjelaskan
“Tidak apa tuan saya di sini saja .” Kata Marsha
Dia tidak ingin jika kejadian Luis kembali terulang bahkan dia masih sangat takut sekali jika dekat dengan lelaki lain karena marah bya Fabian sangat mengerikan sekali
“Lihat kah Fabian aku sudah menyuruh nya duduk tapi dia tetap ingin berdiri jadi jangan salah kan aku jika terjadi sesuatu kepada nya .” Kata Ben yang tengah melakukan panggilan video call dengan Fabian
“Duduk lah tidak masalah jika duduk dekat Ben dia tidak akan menyakiti Mu .” Kata Fabian
“Dia tidak takut kepada ku tapi dia takut kau marah jika dia dekat dengan ku .” Kata Ben
Terlihat Fabian masih fokus menyetir dan kini Marsha pun perlahan mulai duduk di sofa
“Apa yang ingin kau makan hari ini ?.” Tanya Fabian
“Tidak ada tuan saya sudah sangat kenyang sekali .” Kata Marsha
“Katakan saja jangan memulai memancing dia nanti dia bisa marah kepada mu .” Kata Ben mengingatkan kembali
“Ah ya sudah beli makanan saja tuan nanti saya akan memakan nya .” Kata Marsha
“Bicara yang jelas makanan apa yang ingin kamu makan .” Kata Fabian
“Apa saja akan saya makan jika anda membeli nya .” Kata Marsha
__ADS_1
“Baiklah aku akan membeli sekarang .” Kata Fabian
Lalu menutup panggilan telfon nya dan Kini ponsel itu pun di kembalikan kepada Ben oleh Marsha
“Aku sudah mengatakan bukan jika Fabian tidak akan marah bila yang dekat dengan mu adalah aku .” Kata Ben
“Ya saya hanya berjaga saja mungkin anda berbohong .” Kata Marsha
“Aku tidak suka berbohong karena itu tidak ada gunanya dan lagi tidak menguntungkan juga bukan jika aku membohongi diri mu .” Kata Ben
Benar apa yang di katakan Ben tidak ada untung nya juga jika dia berbohong namun tetap saja Marsha sudah kapok karena Luis telah melakukan hal itu hingga membuat nya dalam masalah besar bahkan dia pun masih sangat takut jika berhadapan dengan Fabian
Di butik kini Alisha dan juga Aresh sedang makan bersama bahkan banyak sekali makanan yang do beli oleh Aresh tadi untuk adik sang bos
“Kak Aresh apa kak Demian mengatakan jika dia sudah kembali ?.” Tanya Alisha
“Kenapa tidak hanya saja langsung kenapa nya nona dia akan menjawab nya jika anda bertanya .” Kata Aresh
“Jika aku bertanya maka dia pasti akan buru-buru pulang dan aku yakin sekali jika dia pasti akan sangat khawatir sekali kepada ku karena aku kan tidak pernah bertanya tapi tiba-tiba bertanya sungguh aneh bukan .” Kata Alisha
“Ya itu benar jika tuan Aresh pasti akan langsung pulang jika tahu anda khawatir kepada nya tapi sata ini tuan sedang makan bersama dengan nona Bella di restoran nyonya Jesi istri tuan Alex .” Kata Aresh
“Oh jadi mereka sedang makan bagus lah . Bagaimana menurut mu apa Bella cocok dengan kak Demian ?.” Tanya Alisha
“Cocok , nona Bella baik dan cantik bahkan dia sangat perduli juga kepada anda dan yang terpenting adalah dia sahabat anda nona “. Kata Aresh
“Apa kak Demian benar-benar mencintai nya atau jangan-jangan dia hanya ingin menyenangkan ku saja sebab Bella adalah sahabat ku dan aku yang mencoba untuk menjodohkan dia dengan Bella .” Kata Alisha
“Tidak seperti itu , kali ini tuan Demian memang benar-benar sudah jatuh hati kepada sahabat anda bahkan tuan juga berencana akan segera menikahi nya jika nona Bella bersedia .” Kata Aresh
“Ah benar kah jika begitu aku akan membantu kak Demian agar Bella mau menerima lamaran nya .” Kata Alisha
__ADS_1
“Sebaik nya jangan memaksa nona Bella dan biarkan saja mereka dekat dengan sendiri nya nona tanpa campur tangan anda karena itu akan jauh lebih baik bukan jika mereka dekat dengan sendiri nya .” Kata Aresh memberikan saran kepada Alisha dan Alisha pun menerima nya karena benar apa yang di katakan Aresh jika dia tidak boleh terlalu ikut campur urusan Bella dan kakak nya karena yang menjalin hubungan adalah mereka berdua