Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
KESETIAN CINTA


__ADS_3

Lalu bagaimana dengan keadaan adik kita yang telah di renggut kehormatannya oleh mereka? pemerkosaan yang mereka lakukan sungguh kejam, dan kau akan tetap diam saja? duduk santai di atas kursi mu seperti biasanya?"


"Mau jadi apa mafia Harold jika terus memiliki pemimpin seperti mu!"


Dan tiba - tiba saja terdengar suara tembakan yang diarahkan Denis ke udara.


"Jangan pernah memancing kesabaran mu Josh Harold!"


Dengan lantang Denis mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan pistolnya kepada Josh Harold.


"Tuan muda, aku mohon hentikan, jangan gegabah."


Bibi Reta mengatakan hal tersebut kepada Denis Harold dan juga Josh Harold secara bergantian.


Bibi Reta yang merupakan pengasuh keluarga Harold sangat mengerti tabiat kakak adik tersebut.


"Tuan bibi mohon untuk tidak seperti ini lagi! bukan saatnya untuk menunjukkan siapa yang paling kuat, tapi bagaimana caranya agar nona muda bisa sembuh dari luka hati dan juga trauma nya, karena aku yakin nona muda sangat trauma dengan apa yang saat ini dia alami."


"Selama ini nona muda sangat menjauhkan diri dari dunia mafia, namun saat ini nona muda lah yang terkena imbasnya dari pertikaian ke dua kelompok mafia yang tidak pernah ada habisnya."

__ADS_1


Bibi Reta mengatakan hal tersebut kepada ke dua tuan muda, bibi Reta berharap jika ke dua tuan muda tersebut mau mendengarkan perkataan nya itu.


"Bagaimana keadaannya nya bi saat ini?"


Denis Harold yang pada akhirnya sadar dan sudah bisa menguasai diri kembali menanyakan adik nya.


"Nona muda sempat mengalami histeris saat sadar tadi tuan Denis, namun kini nona muda kembali diberikan obat penenang oleh dokter agar bisa beristirahat dengan tenang?"


"Jadi setiap dia bangun dia akan histeris?"


Dengan cepat bibi Reta langsung menganggukkan kepalanya.


"Setelah mengatakan hal tersebut Josh Harold pergi begitu saja meninggalkan Denis Harold dan juga bibi Reta.


"Tuan Denis maafkan tuan muda Josh."


Denis yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh bibi Reta hanya bisa tersenyum.


"Ya aku tau bis batasannya sampai dimana, sebenarnya aku hanya ingin dia tidak terluka saat masuk ke dalam mansion mafia milik Black Devil."

__ADS_1


"Namun aku tidak pernah mengucapkan hal itu kepadanya."


"Pergilah bi, aku sedang ingin sendiri, panggil para pengawal untuk membersihkan mayat - mayat yang telah mari di tembak oleh Josh karena kekesalannya!"


Dengan tegas Denis melambaikan tangannya untuk meminta bibi pergi.


"Saat ini aku ingin sendiri dan memikirkan beberapa cara untuk bisa membalas dendam kepada keluarga Black Devil."


"Baiklah tuan Denis, bibi mohon untuk undur diri."


Dan setelah mengatakan hal tersebut bibi Reta meninggalkan tempat Denis masih berdiri menghadap ke luar sambil terus menghisap rokoknya.


"Kali ini aku akui kau sungguh licik Austin, sungguh kau bukan seperti laki - kaki normal, kau menggunakan wanita untuk membalas kan dendam mu."


Denis mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah luar.


Sementara itu menjelang malam Maureen saat ini masih berada di dalam ruang rawat Austin.


Dengan setia Maureen mau untuk menemani suaminya.

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2