Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 274


__ADS_3

Setelah Marsha siap dan semua keperluan sang suami juga sudah dia siapkan kini dia pun bergegas untuk turun membuat sarapan untung sang suami karena hari ini Bian juga ada rapat penting jadi dia harus segera berangkat ke kantor secepat mungkin juga agar tidak terlambat dalam pertemuan nanti


“Wah kakak ipar tumben sekali sih baru bangun biasanya sangat tepat waktu sekali dan sekarang kenapa baru turun .” Kata Tama


“Iya maaf Tama aku kesiangan bangun nya tadi .” Kata Marsha


Dia segera segera menuju dapur untuk memasak karena memang makanan untuk suami nya juga belum di masak sebab saat ini jika bukan masakan dari Marsha maka Fabian tidak akan mau juga memakan nya jadi dia pun kini memasak untuk suami nya di bantu maid yang akan menyiapkan makanan Tama hari ini


“Tumben sekali kak baru bangun biasa nya pagi sudah berolah Raga .” Kata Tama ketika melihat Bian baru saja turun


“Jangan terlalu kepo kau ini , sebaik nya makan saja duluan aku belakangan juga tidak masalah .” Kata Bian


Tama memperhatikan sang kakak yang kini tampak sangat bahagia sekali bahkan dia lebih bahagia dari sebelum nya membuat dia sangat heran sekali saat ini kenapa mood sang kakak bisa sebagus ini dan jika seperti ini dia bisa meminta uang kepada kakak nya sebab jika mood baik maka akan sangat cepat acc uang nya


“Kak , kemarin Ben ingin ke sini tapi terlalu malam jadi dia mengurungkan niat nya karena takut mengganggu mu yang kata nya pasti sudah tidur .” Kata Tama


“Tentu saja aku akan kesal jika dia datang larut malam .” Kata Bian


“Biasanya kau juga jam dua belas malam belum tidur jadi santai saja kak kenapa malah ngegas gitu bicara nya .” Kata Tama


“Itu karena aku bicara dengan mu yang selalu saja membuat ku seperti ini jadi jangan heran juga jika aku seperti ini .” Kata Bian


“Ini makanan nya sudah siap kamu makan setelah ini berangkat kerja lah karena ada rapat penting di kantor .” Kata Marsha


“Baiklah istri ku sayang terima kasih banyak sudah membuat masakan ini untuk ku dan kamu masih saja memasak untuk ku meskipun lelah .” Kata Bian


Hal itu pun membuat Tama terkejut karena dia heran sejak kapan sang kakak malah romantis seperti saat ini bahkan dia tidak pernah menunjukkan sisi romantis nya di depan orang dan kali ini dia melakukan nya hingga maid di kediaman nya pun tersenyum melihat tingkah Bian saat ini


“Apa lihat-lihat , cepat makan sana jangan terus menatap ku seperti itu .” Kata Bian


Mereka kini makan bersama bahkan Bian terlihat memang aura nya kali ini sungguh sangat beda sekali tidak sepeti biasa nya jadi sejak tadi pun Tama melirik kakak dan juga kakak ipar nya yang sedang makan dengan sangat tenang sekali di meja makan sekarang


“Permisi tuan , di luar ada tuan Ben ingin bertemu dengan anda .” Kata anak buah Bian


“Suruh saja dia masuk dan tunggu di ruang kerja ku .” Kata Bian


“Baik tuan akan saya sampaikan kepada tuan Ben .” Kata anak buah Bian


“Bukan nya kamu ada meeting lalu kenapa malah menemui tuan Ben di sini ?.” Tanya Marsha


“Ada Marko yang bisa mengatasi nya jadi tidak akan masalah juga dan lagi meeting tidak terlalu penting justru obrolan dengan Ben yang lebih penting untuk saat ini .” Kata Bian

__ADS_1


“Hem mulai deh bucin nya , sejak tadi kau sangat aneh sekali kak tidak sepeti biasanya malah kau tampak sekali bahagia .” Kata Tama


“Tidak suka jika aku bahagia ?.” Tanya Bian


“Tentu sangat suka apalagi jika kau mau bersedekah kepada ku maka aku dengan senang hati akan menerima nya Kak .” Kata Tama


“Di otak mu isi nya hanya itu saja tidak ada bagus nya otak mu itu mending jual saja tukar yang baru agar bisa berfungsi dengan baik juga dan tidak terus memikirkan uang saja isi nya .” Kata Bian


“Mana bisa otak di tukar tambah , kau sudah mulai gila ya kak saat ini bahkan otak mu pun juga sama dengan ku , sama rusak nya “ kata Tama


“Dasar adik durhaka “ kata Bian


“Ajak saja sekalin tuan Ben makan di sini siapa tahu dia belum makan jadi bisa makan bersama dengan kita di sini .” Kata Marsha


“Tidak perlu mengajak nya sebaik nya kita makan saja sendiri dia juga pasti sudah makan jadi biarkan saja dia “ kata Bian


Bian ya begitu dia memang suka sekali seperti itu sejak dulu jadi tidak heran juga jika dia tidak mau mengajak sahabat nya bahkan Ben adalah sahabat baik nya tapi tetap saja dia tidak mau mengajak Ben


Mereka akhir nya pun menyelesaikan makan hanya bertiga saja karena Ben juga kini sudah menunggu di atas di dalam ruang kerja Bian jadi kini setelah selesai pun Bian akan pergi menemui sahabat nya itu


“Aku akan pergi dulu kak bekerja jika butuh bantuan ku telfon saja tapi ingat tidak gratis ya .” Kata Tama


“Dasar mata duitan jadi orang sejak dulu tidak pernah berubah sama sekali kau ini memang Tama . Sudah sana pergi saja , bosan aku jika menunggu mu di sini bisa-bisa aku akan terbakar emosi jika terus saja meladeni mu .” Kata Bian


Tama bukan hanya memiliki rumah sakit saja tapi dia juga ada usaha lain dan Bian pun tetap menjadi suport sistem paling utama untuk Tama meskipun dia bukan lah adik kandung nya tapi tetap saja Bian akan selalu menganggap Tama sebagai saudara nya sendiri sejak dulu karena memang Tama dan Bian dulu tunggu bersama meskipun dengan kasih sayang berbeda namun Bian tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali


“Aku akan siapkan cemilan untuk kamu dan tuan Ben mengobrol .” Kata Marsha


“Tidak perlu biar maid saja yang melakukan nya dan kamu bersantai saja jangan melakukan hal seperti seorang pelayan di rumah ini karena kamu adalah ratu nya di sini .” Kata Bian


“Baiklah kalau begitu aku akan ke taman samping rumah saja untuk bersantai saat ini dan jika kamu mencari maka cari saja aku di sana .” Kata Marsha


“Iya istri ku sayang yang cantik , sudah sana pergi saja aku akan mengurus pekerjaan sebentar dengan Ben setelah itu aku akan menemani kamu .” Kata Bian


“Tidak perlu menamani kamu kerja saja aku di sini sendiri pun juga tidak masalah sama sekali .” Kata Marsha


Kini Bian pun naik ke atas untuk menemui Ben karena memang dia ingin mendengar dari Ben rencana Joe dan juga Luis dan tidak hanya itu saja dia pun juga ingin memberikan pelajaran untuk Joe karena dengan berani nya dia mendatang kan Laura kemarin di acara Demian untuk bertemu dengan nya hingga membuat suasana pun agak tegang juga kemarin jadi Bian pun tidak akan membiarkan Joe tenang dia harus di beri pelajaran saat ini agar dia tahu jika dengan Bian tidak bisa sembarangan juga jika melakukan rencana dan Bian tidak mudah juga untuk di tipu dan di kelabui karena dia bukan orang sembarangan bahkan dia orang yang sangat teliti sekali pasti nya


“Apa kau yakin jika kemarin bukan lah ide Karl yang mendatangkan mantan Fabian ?.” Tanya Loe


“Memang bukan dia bahkan Karl tidak kenal dengan model itu bahkan jika dia kenal pun interaksi nya pun pasti ada meskipun hanya sedikit saja tapi ini tidak bahkan dia tidak melakukan interaksi sama sekali dengan wanita itu kemarin jadi aku yakin sekali jika memang bukan dia yang melakukan nya kemarin .” Kata Alex

__ADS_1


“Jika bukan dia lalu siapa tidak mungkin juga jika Demian karena dia tidak akan mungkin jika merusak acara nya sendiri apalagi kemarin adalah acara yang penting juga bagi diri nya jadi tidak mungkin dia melakukan itu .” Kata James


“Itu pasti juga bukan dia karena persiapan dia pun juga pasti sangat matang sekali kemarin dan memang tidak mungkin juga jika dia ingin merusak acara nya sendiri hanya untuk membuat Fabian kesal sungguh tidak sebanding hal itu .” Kata Alex


“Lalu siapa jika bukan mereka berdua ?.” Tanya Leo


“Fabian sudah tahu siapa yang melakukan nya untuk apa juga pusing memikrikan nya .” Kata Alex


“Jadi adik ipar mu sudah tahu , siapa orang nya aku sangat penasaran sekali .” Kata Leo


“Tanyakan saja kepada nya nanti jika bertemu dengan dia Karena aku pun juga tidak tahu juga siapa tapi yang jelas dia sudah tahu tapi tidak memberi tahu karena tidak ada urusan nya dengan ku juga .” Kata Alex


“Soal Luis , apa kau mau jika aku mengurus nya sekarang ?.” Tanya James


“Biarkan saja dulu , seperti nya Fabian sudah melakukan hal yang tidak baik kepada Luis karena dia juga sudah kama kan terbaring di rumah sakit padahal adik Fabian adalah dokter hebat dan kenapa Luis masih berbaring di ranjang rumah sakit tentu nya pasti Fabian mengungkap Luis tetap di sana maka nya dia masih berada di sana dengan jangka waktu yang lama sekali ini .” Kata Alex menduga


Alex yakin jika memang Fabian tidak ingin Luis keluar dulu dan dia baru menyadari nya hari ini setelah kemarin dia bertemu dengan Tama bahkan dia tahu jika Tama memang bukan lah dokter sembarangan , dia sangat hebat sekali bahkan karir nya pun juga sudah melesat dengan baik di beberapa negara lain nya juga jadi kini Alex yakin jika memang ada sesuatu yang di rencanakan oleh Bian saat ini tapi dia juga tidak ingin ikut campur juga dengan urusan Bian dan juga Luis . Jika urusan nya dengan Karl baru lah dia akan ikut campur karena Karl adalah musuh bersama jadi dia pun akan turut ambil bagian jika mengenai Karl tapi kali ini konteks nya berbeda jadi dia pun tidak akan mau ikut turut campur dalam masalah Bian dan Luis


Bahagia sekali hati Bella karena dia sudah resmi menajdi tunangan Demian bahkan rencana pernikahan pun akan dia bahas bersama Demian nanti . Tak henti senyum di bibir nya terlihat bahkan dia pun juga sejak tadi memandangi cincin yang telah melingkar di jari manis nya itu


“Senang sekali ya kamu sudah ada yang melamar dan sebentar lagi akan menjadi istri orang .” Kata Alisha


“Iya Alisha aku sangat senang sekali bahkan aku pun juga ingin berterima kasih kepada kamu sebab kamu juga kan yang ikut andil dalam hubungan ku dengan Demian selama ini bahkan kamu juga lah yang mendorong serta meyakinkan aku jika Demian kakak kamu itu orang baik dia tidak sama dengan Alex .” Kata Bella


Alisha memeluk sahabat nya dia juga sangat bahagia atas pertunangan Antara kakak nya dan juga Bella sang sahabat bahkan dia ingin sekali jika mereka akan langgeng hingga nanti maut yang memisahkan kedua nya


“Kamu berhak bahagia meskipun bukan dengan Alex tapi kakak ku juga tidak kalah tampan juga dengan Alex .” Kata Alisha


“Apa sih kamu ini , mana pernah aku menilai seseorang dari ketampanan nya . Justru aku malah minder sebab aku hanya orang biasa saja sementara keluarga kalian bukan lah keluarga sembarangan jadi aku sangat takut dan juga khawatir sekali jika keluarga kalian tidak akan mau menerima ku nanti nya .” Kata Bella


“Jangan berpikir buruk karena keputusan Demian selama ini tidak ada yang berani menentang nya sama sekali bahkan Demian kakak ku yang bodoh itu selalu saja mengatur mereka semua sebab mereka butuh Demian jika ingin usaha mereka tetap akan dan berjalan dengan baik kedepan nya .” Kata Alisha


“Jangan mengatakan jika kakak mu bodoh karena dia tidak bodoh sama sekali justru dia sangat hebat melebihi kehebatan Alex pasti nya .” Kata Bella


“Iya deh Iya calon suami memang harus di bela bukan dan aku setuju dengan mu jika kakak ku memang lebih hebat dari Alex mantan kekasih mu yang sangat tidak tahu diri itu .” Kata Alisha


“Ngomong-ngomong Alisha , siapa ya yang mengundang Laura kemarin karena aku juga tidak mengundang nya tapi kenapa bisa dia memiliki undangan nya jika kamu atau Demian tidak mengundang dia .” Kata Bella


“Entah lah aku tidak mengerti Bella tapi kakak juga sudah mengatakan jika dia tidak mengundang wanita itu bahkan aku pun juga tidak kenal sama sekali dengan nya dan juga dia itu sangat genit sekali sama sekali aku tidak menyukai nya .” Kata Alisha


“Bukan hanya kamu saja aku pun juga tidak suka dengan dia karena Laura memang sangat sombong sekali dia itu sama dengan Miranda bahkan kedua nya pun juga sudah bersahabat sejak lama sekali .” Kata Bella

__ADS_1


“Apa mungkin Miranda yang melakukan nya tapi aku pun merasa itu adalah hal yang tidak mungkin dan sangat mustahil sekali karena Miranda pun juga tidak tahu hal ini dan dia juga tidak datang kan di acara kemarin jadi bukan dia juga yang melakukan nya .” Kata Alisha


Mereka masih penasaran siapa sosok yang mengundang Laura bahkan Bella dan Demian serta Alisha pun tidak melakukan nya dan Laura dengan santai nya dia datang kemarin ke acara pertunangan


__ADS_2