Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
SATU TEMPAT TIDUR


__ADS_3

"Bagaimana mungkin bisa wanita yang aku tidak tau asal usulnya tidur satu tempat tidur dengan ku."


"Ya kau memang benar tuan Austin jika mungkin saja nona Maureen adalah gadis sebatang kara."


"Tapi gadis sebatang kara inilah yang saat ini sedang mengandung darah daging mu, dan sudah kewajiban mu untuk melindungi wanita yang justru sebatang kara ini, melindungi agar semuanya tetap baik - baik saja dan tidak ada sesuatu hal yang akan menimpanya, karena jika sesuatu hal menimpa nona Maureen di tengah - tengah kehamilannya, maka hal buruk juga akan menimpa darah daging mu tuan muda."


"Karena keturunan mu berada di dalam rahim nona Maureen."


Dokter Jean kali ini berbicara panjang lebar kepada Austin, dan dokter Jean berharap bahwa Austin bisa sadar bahwa situasi yang saat ini terjadi bukalah situasi yang biasa - biasa saja.


"Baiklah, baiklah aku mengizinkan dia untuk tidur satu tempat tidur dengan ku, namun hanya selama dirinya mengandung anak ku saja setelah itu aku tidak ingin untuk melihat nya lagi."


"Baiklah tuan Austin aku menghargai keputusan mu ini."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut kepada Austin dengan wajahnya yang tersenyum penuh arti.


"Esok hari nona Maureen akan di pindahkan ke kamar pribadi tuan Austin dan akan menjalani perawatan di dalam sana agar lebih tenang."


"Terserah kau saja dokter Jean."


Selesai mengatakan hal tersebut Austin langsung pergi meninggalkan dokter Jean dan juga asisten Jo yang masih berbincang - bincang untuk mengurus kepindahan Maureen ke dalam kamar pribadi Austin.


"Pengawal."


"Ya tuan muda Austin."


"Di dalam kamar penjara cinta, ada satu wanita malam yang masih terikat dan dalam keadaan telanjang, aku sedang tidak berselera lagi kepada wanita itu, jadi kalian boleh menggunakan wanita itu sampai puas, aku sudah mengontrak wanita tersebut selama tiga hari."


"Terima kasih tuan muda Austin."


Austin yang mengatakan hal tersebut sambil berlalu tidak memandang lagi ke arah pengawal laki - lakinya lagi ketika dengan gampang Austin menyerahkan satu wanita malam tersebut ke tangan mereka untuk mereka tiduri beramai - ramai.


Dengan langkah gontai Austin masuk kembali ke dalam ruang kerjanya.


"Dasar Austin bodoh, kenapa aku gampang sekali menyerah dengan setiap keputusan yang telah di buat oleh dokter Jean?"


Austin mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya berkali - kali, jauh di dalam kehidupan nya baru kali ini Austin telah banyak mengalah dengan setiap keputusan orang lain.


Malam hari ini pada akhirnya di lalui Austin dengan menghisap banyak sekali rokok dan minuman keras.

__ADS_1


Sungguh tubuh Austin menjadi tubuh yang tidak sehat karena setiap hari harus mendapatkan dua barang tidak berguna tersebut secara berlebihan.


"Selamat pagi nona Maureen."


Pagi ini dokter Rena membangunkan Maureen untuk kembali di lakukan pemeriksaan dan betapa kagetnya Maureen ketika dirinya bangun sudah berada di dalam satu kamar mewah bernuansa hitam pekat.


"Selamat pagi dokter, ah perutku sakit."


Maureen mengatakan hal tersebut karena ketika hendak bangun merasakan nyeri.


"Ya nona Maureen, semalam telah terjadi kecelakaan pada diri anda."


"Kecelakaan?"


Maureen mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk mengingat - ingat kembali apa yang telah terjadi semalam.


"Ya aku sudah ingat dokter, semalam tiba - tiba saja aku mendengarkan suara ledakan yang hebat, dan setelah itu aku tidak mengingat apa - apa lagi."


"Betul nona Maureen ada yang berusaha untuk menyabotase mansion Black Devil."


"Ah seperti itu, lalu saat ini aku berada di dalam kamar siapa dokter? semua kamar di dalam mansion utama tidak ada yang bernuansa hitam pekat seperti ini?"


Semua tembok yang berada di dalam kamar ini bernuansa hitam dan itu sungguh sangat membuat seram orang yang tidur di dalamnya.


"Ini kamar tuan muda kami nona, nama tuan muda kami adalah tuan muda Austin."


Deg


Kedua mata Maureen langsung terbelalak mendengarkan apa yang telah di katakan oleh dokter Jean.


"Dokter, jadi ini adalah kamar tuan misterius itu?"


Dengan cepat dokter Jean langsung menganggukkan kepalanya.


"Dan tuan muda kami memiliki nama, yaitu tuan muda Austin."


Maureen terdiam mendengarkan nama yang telah di ucapkan oleh dokter Jean, nama yang tidak asing lagi bagi Maureen, namun Maureen masih belum mengingat lagi apakah Austin pernah singgah di dalam kehidupan nya atau tidak, dan untuk pertama kalinya kini Maureen mengetahui nama asli dari tuan muda misterius tersebut.


"Ah baiklah, lalu untuk apa aku di bawa ke kamar pribadi tuan muda Austin? apakah dia tidak akan marah dengan hal ini?"

__ADS_1


Dengan cepat pula dokter Jean langsung menggelengkan kepalanya.


"Sebelum aku semalam memindahkan mu kemari, tuan Austin sudah menyetujui semuanya dengan baik."


Kini Maureen hanya bisa menganggukkan kepalanya ketika dokter Jean mengatakan hal tersebut.


"Sebenarnya aku tidak pernah menolak dimana pun kelompok mafia Black Devil akan menempatkan aku dokter."


"Yang terpenting bagiku adalah kesehatan anak ku ini."


Dokter Jean yang sangat mengerti apa yang menjadi dilema Maureen langsung tersenyum.


"Itu juga yang ada di dalam pikiran ku saat ini nona Maureen."


"Dan tempat paling aman bagi janin di dalam rahim nona Maureen saat ini adalah dekat dengan ayah kandungnya sendiri."


Maureen yang mendengarkan perkataan dokter Jean kini hanya bisa menundukkan kepalanya saja.


"Tapi apakah dokter yakin jika tuan muda Austin tidak akan menyakiti aku dokter?"


"Aku berani menjamin jika tuan muda Austin tidak akan menyakiti anda secara fisik nona, karena pantang bagi semua laki -laki keturunan Black Devil untuk melakukan kekerasan fisik terhadap wanita."


"Baiklah dokter aku bisa lebih tenang dan percaya kepada mu."


"Untuk sementara hari ini nona harus istirahat total, agar kesehatan janin anda semakin membaik, anda juga tidak perlu memikirkan hal yang tidak - tidak lagi."


"Kesehatan janin di dalam kandungan anda tergantung dari apa yang anda makan dan anda pikirkan, jadi jagalah itu nona Maureen."


"Pasti dokter Jean."


Dan setelah mengatakan hal tersebut dokter Jean bersama dengan para perawat pun keluar dari kamar tidur Austin.


Kini tinggal Maureen yang masih berada di dalam kamar aneh tersebut seorang diri.


"Sungguh interior kamar ini membuat orang yang berada di dalamnya menjadi takut."


Maureen kembali mengatakan hal tersebut sambil memandang sekeliling berkali - kali.


"Tuhan, sampai saat ini aku tidak mengetahui karekteristik dari tuan muda Austin, dan saat ini aku akan satu tempat tidur dengannya."

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2