Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
PELUKAN YANG TULUS


__ADS_3

Dan untuk kesekian kalinya Maureen merasa heran dengan jawaban dokter Jean.


"Baiklah dokter, terima kasih atas penjelasannya, meskipun aku tetap merasa heran, tapi ini adalah kelompok mafia terbesar di dunia, jadi segala sesuatunya pasti bisa mereka beli dengan mudah.


Dokter Jean hanya bisa tersenyum melihat tingkah Maureen, sungguh gadis cantik yang telah terjerumus ke dalam lembah kelam.


"Dokter apakah aku boleh menanyakan hal yang lainnya? karena saat ini aku tidak tahu harus bertanya kepada siapa lagi."


"Katakan saja nona Maureen."


"Apa yang membuat aku pada akhirnya tidak jadi untuk di bunuh oleh tuan muda misterius di mansion ini?"


Pertanyaan Maureen kini hanya bisa membuat dokter Jean terdiam.


Dengan langkah tenang pada akhirnya dokter Jean duduk di samping tempat tidur Maureen.


"Jadi nona Maureen betul - betul ingin mengetahuinya saat ini juga?"


Dengan cepat Maureen pada akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Ya dokter aku ingin mengetahui kenapa pagi ini aku masih bisa terbangun di dalam kamar penjara cinta, karena aku mengira semalam adalah hari kematian ku."


Dokter Jean kembali tersenyum dengan jawaban terus terang dari Maureen.


"Nona, apakah nona sadar jika saat ini di dalam tubuh nona sudah ada kehidupan yang lainnya?"


Maureen yang mendengarkan perkataan dokter Jean kini hanya bisa mengernyitkan dahinya.


"Apa maksud dokter Jean?"


"Di dalam perut mu saat ini sedang tumbuh keturunan dari Black Devil."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil memegang perut Maureen.


Sungguh seperti petir yang menyambar hati Maureen di pagi hari ketika Maureen mendengarkan apa yang telah dokter Jean katakan.


"Maksud dokter aku hamil?"

__ADS_1


Dengan cepat dokter Jean langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya nona Maureen anda hamil dan janin yang ada di dalam kandungan anda adalah keturunan tuan muda kami."


Deg


Hancur sudah hati Maureen ketika mendengarkan apa yang telah di sampaikan oleh dokter Jean kepadanya.


"Tidak dokter, aku tidak mau anak ini, aku tidak mau!"


Maureen mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya dan sungguh perkataan Maureen membuat dokter Jean hanya bisa mengernyitkan dahinya.


"Kenapa anda berkata seperti itu nona? di dalam sejarah baru pertama kali ini keturunan tuan muda kami mendapatkan keturunan dari tamu nona malam yang mereka telah ambil."


"Biasanya tuan muda kami akan menikah dengan putri dari para mafia yang lainnya untuk meneruskan keturunan, ini adalah mimpi dari para nona malam yang di bawa kemari, mendapatkan keturunan dari tuan muda kami, tapi mengapa nona Maureen malah tidak ingin memiliki keturunan dari tuan muda kami?"


Maureen terdiam dengan semua penjelasan dari dokter Maureen.


"Dokter tau, sejak kecil aku sudah berada di tempat pelacur, aku tidak mengetahui asal usul ku, yang aku tau hanya madam Beatrix yang sejak kecil telah melatihku menjadi wanita pelacur bertaraf internasional, dan saat itu aku bangga dengan profesi ku."


"Sampai aku berada disini, sampai aku harus melayani tuan muda misterius tersebut, aku menjadi tidak berharga."


"Di satu sisi, aku bisa merasakan sentuhan yang sangat lembut dari tuan muda misterius dan selama aku menjadi nona malam, baru kali ini aku diperlakukan seperti itu."


"Tapi di lain sisi aku takut dokter, sangat takut."


"Apa yang anda takutkan nona Maureen?"


Dokter Jean yang melihat Maureen terus menangis kini berusaha untuk menggali lebih dalam cerita masa lalu Maureen.


"Dokter tau, amarah tuan muda misterius itu sungguh luar biasa, serta sikapnya yang selalu ingin mendominasi."


"Semua hal itu bisa aku rasakan dengan bagaimana caranya di menyentuhku, bagaimana aku diperlakukan disini, tangan, mulut dan ke dua mata ku tidak memiliki hak apapun di dalam mansion ini dokter."


Maureen kembali menangis dengan setiap kata - kata yang telah keluar dari dalam mulutnya.


Dan di bagian inilah dokter Jean pada akhirnya mengerti apa yang telah di rasakan oleh Maureen, karena semua nona malam yang mengikat perjanjian dengan mafia Black Devil memang akan di perlakukan seperti Maureen.

__ADS_1


"Dan terlebih yang membuat aku takut adalah kejadian semalam."


Maureen tiba - tiba saja berhenti bercerita dan menarik nafasnya dalam - dalam.


"Dia melecehkan aku di depan semua orang, kedua tangan dan kaki ku di ikat, semua pakaian ku di lucuti oleh nya di depan semua orang."


"Dan tuan muda misterius itu mencumbu, melakukan penyatuan kepada ku di hadapan banyak orang, berkali - kali dengan brutal tanpa perduli dengan apa yang akan terjadi dengan ku."


"Sungguh peristiwa semalam membuat aku sangat takut dokter, lalu bagaimana jika di lain waktu aku melakukan kesalahan yang lainnya?"


"Apakah amarahnya juga akan seperti semalam?"


"Bagaimana jika pada akhirnya anak di dalam kandungan ku ini yang akan menjadi pelampiasan nya di kala tuan muda misterius itu tidak dapat mengendalikan emosi nya?"


"Sungguh dokter aku tidak mau jika anak ku yang tidak mengerti apa - apa pada akhirnya mati di tangan ayah kandungnya sendiri, semua hal itu mungkin saja bisa terjadi jika emosinya masih seperti semalam."


"Dokter tau, dari lubuk hatiku yang paling dalam aku juga mulai menaruh rasa terhadap tuan muda misterius itu."


"Atas dasar dia bisa memperlakukan aku di atas ranjang dengan lembut, aku juga mulai menaruh hati kepada tuan muda misterius itu."


"Sungguh dokter aku tidak tahu lagi ada apa dengan ku ini, aku mulai menaruh hati kepadanya meskipun aku belum pernah melihat wajahnya, namun di satu sisi aku juga begitu takut kepadanya."


Di akhir perkataan nya tersebut Maureen hanya bisa menangis dengan sangat kencang, kini air matanya telah lebih kuat mendominasi dirinya daripada dia harus menceritakan hal - hal yang lainnya kepada dokter Jean.


Dokter Jean yang melihat keadaan Maureen sedang terguncang memandang tajam ke arah Maureen.


Dengan perlahan dokter Jean pada akhirnya memeluk Maureen tanpa berkata -kata.


Dan di dalam pelukan dokter Jean, tangis Maureen pecah.


Baru kali ini Mauren bisa merasakan pelukan dengan tulus, dan baru kali ini ada orang yang bisa mendengarkan semua cerita Maureen.


"Dokter tau, baru kali ini saat aku menangis ada yang memelukku seperti ini, karena biasanya aku hanya menangis sendirian di dalam kegelapan malam."


Di dalam pelukan dokter Jean dengan derai air mata yang masih saja belum berhenti Mauren mengatakan hal tersebut kepada dokter Jean.


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2