
Dengan santai Austin mengatakan hal tersebut masih dengan menghisap rokok kesayangannya.
Dan tiba - tiba saja pintu ruang kerja Austin di ketuk oleh seseorang.
"Masuklah tuah Steven aku sudah lama menunggu kedatangan mu hari ini."
Satu laki - laki separuh baya datang dan segera masuk ke dalam ruang kerja Austin.
"Jadi apa yang bisa saja bantu tuan Austin?"
"Ya pengacara Stevan, aku ingin menulis surat wasiat, tapi aku mohon rahasiakan ini semuanya dari orang lain, apakah kau mengerti tuan Stevan."
Dengan cepat tuan Stevan langsung menganggukkan kepalanya dan setelah itu tuan Stevan dengan cepat pula mencatat semua hal yang telah Austin katakan kepadanya.
"Tuan Stevan apakah semuanya sudah jelas?"
"Ya tuan muda Austin semua yang anda katakan sudah sangat jelas."
"Baiklah simpan surat wasiat itu baik - baik dan jagalah dengan nyawa mu sendiri."
"Pasti tuan muda Austin."
"Kau boleh pergi tuan Stevan."
Setelah mengatakan hal tersebut tuan Stevan segera beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan ruang kerja Austin.
Dengan tenang dan sambil terus menghisap rokok kesayangannya Austin kini memandang satu bangunan megah di sebelah Utara yang terlihat dari jendela tempat kerjanya itu.
"Mansion di bagian Utara yang sudah lama tidak di tempati, kini di dalam ruangan itu telah tinggal satu orang wanita dan juga calon anak ku."
Dengan menggelengkan kepalanya Austin mengatakan hal tersebut.
Sungguh hal ini tidak seperti yang di kehendaki oleh Austin, namun Austin harus tetap menjalaninya dengan baik.
"Lebih baik aku mencari pengganti wanita malam itu, aku tidak akan pernah menyentuhnya lagi."
Setelah mengatakan hal tersebut Austin mengambil ponselnya dan meminta asisten Jo datang ke ruangannya.
"Tuan Austin memanggil ku?"
"Ya masuklah Jo, ada yang ingin aku bicarakan kepada mu."
"Katakan saja tuan muda Austin."
"Pertama carikan aku lagi nona malam untuk mengantikan nya, namun kali ini kau harus betul - betul pastikan jika wanita itu tidak dapat memiliki anak, agar aku bisa tetap bercinta dengan nya sampai puas."
"Karena aku tidak sudi bercinta menggunakan pengaman, cari saja wanita yang mandul, agar tidak terjadi hal - hal yang seperti ini lagi."
__ADS_1
"Baik tuan Austin."
"Lalu agenda ku besok Jo?"
"Esok hari tuan muda Austin harus mendampingi pengiriman senjata tajam ke negara Z."
Austin langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkataan dari asisten Jo.
"Negara Z?"
"Betul tuan muda Austin."
"Apakah kau yakin Jo? karena selama ini negara Z tidak pernah memesan senjata tajam dari kita."
"Negara Z adalah salah satu negara yang memproduksi senjata - senjata canggih pada tahun ini, jadi mana mungkin mereka memesan kepada kita?"
"Tuan ini adalah para kelompok - kelompok yang ingin mengkudeta negara tersebut."
"Maksud mu kita akan menjual senjata - senjata tajam ini kepada pemerintah negara Z?"
"Betul tuan muda Austin."
"Hmm menarik, kita akan mendapatkan untung besar karena ini, tapi apakah kau bisa memastikan jika identitas kita akan aman Jo?"
"Pasti tuan, karena seperti biasa transaksi akan dilakukan melalui penutup mata dan orang - orang yang sudah kita bayar dengan mahal untuk menjadi perantara kita."
"Ya, ya aku tau kau lebih teliti di dalam hal - hal seperti ini."
""Kau atur saja dengan baik Jo, esok hari aku akan menyaksikan semuanya dari dekat tanpa mereka tau bahwa mafia Black Devil adalah yang ada di balik semuanya ini."
"Baik tuan Austin."
"Sekarang kau pergilah, esok hari pagi - pagi sekali kita harus berangkat ke dermaga."
Dan Jo langsung bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan Austin.
Hari ini telah banyak kegiatan yang dilakukan oleh Austin yang pada akhirnya membuatnya terlelap di dalam istirahat nya.
Sementara itu di Mansion bagian Utara menjelang malam Maureen telah menerima satu tamu yang datang dari mansion utama.
"Nona Maureen perkenalkan aku Steven yang akan mengurus semua keperluan nona Maureen."
"Terima kasih tuan Steven."
"Nona, ini adalah berkas - berkas yang harus anda baca dan wajib anda tanda tangani."
Tuan Stevan menyerahkan satu berkas di atas meja dan Maureen dengan teliti membaca isi berkas tersebut
__ADS_1
"Perjanjian pernikahan?"
Dengan cepat tuan Stevan langsung menganggukkan kepalanya.
"Betul nona Maureen."
"Dengan ini menyatakan bahwa Maureen sama sekali tidak berhak atas semua harta dari mafia Black Devil?"
Dan dengan cepat tuan Stevan langsung kembali menganggukkan kepalanya.
"Lalu di sini juga mengatakan bahwa setelah anak ku lahir, maka aku tidak dapat mengasuh nya lagi? dalam arti anak yang ada di dalam kandungan ku ini akan seutuhnya menjadi milik mafia Black Devil?"
Dengan cepat tuan Stevan kembali menganggukkan kepalanya.
"Ya nona Maureen ini adalah perjanjian yang harus anda tanda tangani."
"Aku tidak mau untuk tanda tangan berkas - berkas ini."
Dengan cepat Maureen meletakkan kembali berkas - berkas tersebut di atas meja.
"Nona saya minta jangan mempersulit diri anda, semua kebutuhan yang anda butuhkan akan tetap di cukupi oleh tuan muda kami, dan setelah anak yang ada di dalam kandungan lahir, anda memiliki kehendak untuk bebas dari dalam mansion Black Devil."
"Ya tuan Steven, aku mengerti jika aku memang tidak memiliki hak apapun terhadap harta dari kelompok mafia Black Devil."
"Tapi tidak dengan anak ku, aku yang mengandungnya, aku adalah ibu kandungnya dan dengan seenaknya saja tuan muda kalian mengatakan bahwa aku harus melepaskan anak ini ketika dia lahir nanti, tidak aku tidak mau."
"Baiklah nona Maureen berapa harga yang anda tetapkan agar kami bisa membeli anak tersebut?"
Deg
Untuk kali ini wajah Maureen merah padam ketika mendengarkan pertanyaan dari tuan Stevan.
"Aku tidak akan memberikan tarif berapapun untuk anak ku ini, karena sebanyak apapun uang di dunia tidak akan pernah bisa membelinya lagi."
"Nona Maureen jangan paksa kami untuk melakukan tindakan tegas kepada anda!"
Tuan Stevan kini mulai mengancam Maureen.
"Aku rela mati demi anak ku tuan Stevan, jika tuan muda mu ingin membunuh ku lakukan saja, maka anak nya ini akan mati bersama dengan ku."
Entah mendapatkan kekuatan darimana pada akhirnya Maureen m
berani mengatakan hal tersebut kepada tuan Stevan.
"Baiklah nona Maureen kami sudah memperingatkan anda dengan baik - baik, jangan salahkan tuan muda kami jika pada akhirnya dia yang bertindak."
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih
__ADS_1