Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
MORNING SICKNESS


__ADS_3

Dirinya tak lebih hanya nona malam yang saat ini sedang mengandung darah daging dari keturunan Black Devil.


Karena jika itu tidak terjadi, tidak mungkin kelompok mafia besar seperti Black Devil memberikan fasilitas demi fasilitas kepadanya yang hanya seorang nona malam biasa.


"Bersiap - siaplah."


"Bersiap - siap untuk apa tuan muda?"


"Bersiap - siap untuk ketemu dengan dokter Jean, aku ingin mengantarkan mu untuk periksa kehamilan, aku akan memastikan dengan ke dua mataku sendiri bahwa keturunan Black Devil sehat."


Setelah mengatakan hal tersebut Austin segera masuk ke dalam kamar mandi, kini hanya tinggal Maureen yang masih terdiam mematung di atas tempat tidurnya.


"Tuan muda Austin dari beberapa perkataan mu aku bisa merasakan bahwa sebenarnya kau adalah laki - laki yang baik, pasti ada penyebabnya mengapa terkadang karakter mu bisa seketika berubah -ubah seperti itu."


Dan setelah mengatakan hal tersebut tiba - tiba perut Maureen bergejolak hebat, rasa mual yang saat ini melanda Maureen membuatnya turun dari tempat tidur dengan segera dan langsung mengetuk kamar mandi.


"Tuan muda Austin, tuan muda aku mohon bukakan pintu kamar mandi ini."


Maureen mengetuk pintu kamar mandi dengan nada yang keras dan berharap Austin bisa mendengarkan teriakan nya tersebut.


"Hei, apa - apaan kau, mengetuk pintu kamar mandi seperti akan melakukan apa."


Austin langsung membuka pintu kamar mandi dengan bertelanjang dada, dan Maureen yang sudah tidak bisa menahan gejolak di dalam perutnya langsung menerobos Austin untuk masuk ke dalam kamar mandi dan tidak mendengarkan lagi perkataan Austin..


Pagi ini Maureen memuntahkan semua isi makanan yang ada di dalam perutnya.


Dan Austin yang tidak pernah melihat kejadian ini hanya mematung di depan pintu kamar mandi.


"Tuan bantu aku untuk berdiri."


Maureen mengatakan hal tersebut kepada Austin yang masih menatapnya dengan menyilang kan ke dua tangannya.


"Dasar manja!"


Deg


Sungguh hati Maureen kembali tersentak dengan jawaban dari Austin.


"Tuan sungguh aku tidak kuat lagi untuk berdiri."


Dan tiba - tiba saja Maureen langsung tidak sadarkan diri setelah mengatakan hal tersebut kepada Austin.

__ADS_1


Dengan segera Austin mendekat ke arah Maureen dan langsung menggendong Maureen ke atas tempat tidur.


"Ada apa dengan mu sebenarnya wanita, kau tiba - tiba saja mengetuk ngetuk pintu kamar mandi dengan sangat kencang, lalu masuk ke dalam kamar mandi, dan tiba -tiba saja muntah lalu pingsan, astaga aku bisa mati berdiri jika kau seperti ini terus."


Setelah mengatakan hal tersebut Austin segera menggunakan semua pakaiannya dan langsung menghubungi dokter Jean.


Tanpa butuh waktu lama, Dokter Jean datang bersama dengan seorang perawat masuk ke dalam kamar pribadi Austin dan memeriksa keadaan Maureen yang masih pingsan.


"Dokter Jean bagaimana keadaannya?"


"Tuan muda Austin, saat ini nona Maureen keadaan nya sangat lemah, anda harus memberikan perhatian ekstra kepadanya."


Austin yang mendapatkan penjelasan dari dokter Jean kini hanya bisa mengernyitkan dahinya saja.


"Perhatian ekstra? untuk apa aku harus memberikan hal itu kepada nya, wanita ini kan hanya sedang mengandung bukan sedang sakit."


Dokter Jean yang mendengarkan jawaban Austin kini hanya bisa tersenyum, dokter Jean sangat mengerti sekali kenapa Austin bisa dengan gampang mengatakan hal itu.


"Tuan muda, apa yang anda katakan itu benar, saat ini nona Maureen memang sedang mengandung bukan sedang sakit."


"Tapi tuan muda Austin juga harus tau, nyawa akan di pertaruhkan seorang ibu ketika akan melahirkan anaknya."


"Dan wanita yang sedang hamil harus betul - betul di jaga dengan baik, karena keselamatan sang ibu berarti juga keselamatan sang anak."


"Dan satu hal lagi yang perlu tuan Austin tau, bahwa setiap wanita yang sedang mengandung akan mengalami perubahan hormon yang bisa membuatnya melakukan banyak hal."


"Lalu bagaimana dengan tadi dokter?"


"Apa maksud tuan muda Austin?"


Austin langsung menceritakan kepada dokter Jean bagaimana tadi Maureen tiba - tiba saja muntah - muntah di dalam kamar mandi.


"Hal ini wajar tuan muda Austin."


"Wajar dokter?"


"Ya agar aku gampang menerangkan kepada anda intinya adalah ketika wanita sedang hamil muda maka ini akan terus terjadi sampai beberapa waktu ke depan."


"Nanti dokter Daisy sebagai dokter kandungan nona Maureen yang akan memberikan resep obat untuk mengurangi rasa mual nona Maureen."


"Aku sangat berpesan kepada tuan muda Austin agar dapat menjaga kesehatan emosi dan kesehatan fisik dari sang ibu, karena setiap ucapan yang tuan Austin katakan akan berdampak bagi janin di dalam kandungan nona Maureen."

__ADS_1


Deg


Austin yang kini sudah mendengarkan penjelasan dokter Jean hanya bisa mengangguk kepalanya saja.


"Baiklah dokter Jean terima kasih, dengan tangan ku akan aku jaga kesehatan wanita itu, semua itu hanya aku lakukan karena saat ini dia sedang mengandung darah daging ku sendiri."


"Baik, terima kasih tuan muda Austin, aku mohon untuk undur diri terlebih dahulu."


Setelah mengatakan hal tersebut dokter Jean dan semua perawat langsung keluar dari kamar pribadi Austin.


"Sungguh amat sangat merepotkan sekali, jika hidup ku yang penuh dengan musuh kini juga harus menjaga wanita seperti mu."


Austin mengatakan hal tersebut dengan sangat pelan, dan tiba - tiba saja Austin yang telah mengingat pesan dokter Jean langsung menutup tubuh Maureen dengan selimut dan meminta para pengawal wanita memberikan penjagaan ekstra ketat ketika dirinya sedang tidak di dalam kamar.


"Beristirahat dengan nyenyak."


Dan terakhir Austin mengatakan hal tersebut sambil membelai kepala Maureen.


Austin yang melakukan hal itu dengan tidak sadar segera menarik tangannya kembali.


Sial! apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku? kenapa tiba - tiba saja aku ingin menyentuh wanita ini, kenapa tiba - tiba saja aku ingin memberikan perlindungan ekstra kepadanya dan arrrh, ada apa dengan ku? mengapa aku jadi seperti ini?.


Austin mengatakan hal tersebut sambil memegang kepalanya yang tidak gatal, sungguh saat ini Austin merasa aneh dengan setiap hal yang dilakukan nya.


Hal - hal yang sama sekali belum pernah dia lakukan.


Dan karena Austin tidak ingin bertambah pusing, Austin segera keluar dari dalam kamar pribadinya sendiri untuk memulai aktivitas nya hari ini.


"Selamat pagi tuan Austin."


"Pagi Jo, apakah ada berita yang mungkin akan hendak kau ceritakan?"


"Ya tuan Austin."


"Baiklah katakan saja."


"Ini tuan Austin."


Seketika itu juga asisten Jo memberikan foto - foto mengerikan tersebut kepada Austin."


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2