
Ya, ya aku mengerti rasanya menjadi nona Maureen, baiklah tunggu sebentar aku akan menghubungi asisten Jo."
"Astaga Jo? Siapa dia Huaran?"
"Ah asisten Jo adalah asisten pribadi dari tuan muda Austin.
Dan setelah mengatakan hal tersebut Huaran segera menghubungi asisten Jo.
"Ya terima kasih asisten Jo."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Huaran langsung menutup panggilan ponselnya.
"Bagaimana Huaran?"
"Nona, asisten Jo mengizinkan kita untuk masuk kedalam dapur mansion, ayo nona Maureen kita kesana."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Huaran langsung menarik tangan Huaran dan mereka berjalan menuju ke dalam dapur mewah mansion.
Sementara itu di ruangan yang lainnya masih di dalam mansion.
"Ada apa Jo?"
Austin yang saat ini berada di dalam satu ruangan dengan Jo kembali bertanya kepada Jo karena sejak tadi Austin melihat Jo yang begitu serius menggunakannya ponselnya.
__ADS_1
"Nona Huaran menghubungi ku tuan Austin."
"Huaran menghubungi mu ? apakah ada sesuatu hal yang penting?"
"Tidak terlalu penting tuan Austin, nona Huaran hanya meminta izin untuk bisa masuk ke dalam dapur mansion bersama dengan nona Maureen."
Austin yang mendengarkan nama Maureen disebut kini langsung mengernyitkan dahi.
"Untuk apa mereka ada di dapur Jo?"
"Nona Huaran mengatakan jika nona Maureen hari ini memasak."
"Memasak?"
Dan Austin hanya tersenyum sinis dengan perkataan dari asisten Jo.
"Ya, ya mari kita lihat apakah wanita malam tersebut bisa masak dengan enak, prediksi ku makanan yang dia buat tidak akan pernah enak."
"Mungkin ada baiknya kita mencoba nya tuan muda Austin."
"Kau benar Jo, lalu bagaimana persiapan untuk rencana yang akan kita lakukan esok hari?"
"Semuanya sudah siap tuan muda Austin, namun."
__ADS_1
Seketika itu juga asisten Jo menghentikan ucapannya.
"Namun apa Jo?"
"Apakah ini tidak terlalu kejam tuan muda Austin?"
Austin yang sedang asyik menghisap rokoknya langsung mematikan rokok tersebut dan bangkit dari tempat duduknya.
"Tidak ada kata kejam di dalam dunia mafia Jo, apa bedanya mereka dengan ku saat ini? mereka sama sekali tidak menghargai nyawa orang lain, dan sekarang aku yang akan membalasnya dengan cara melakukan hal ini, nyawa tidak akan pernah ada yang hilang, namun mereka akan kehilangan segalanya dan itu akan lebih mematikan daripada nyawa."
Rasa dendam yang saat ini telah berhasil menguasai diri Austin, rupanya membuat Austin tidak bisa berpikir jernih lagi.
Balas membalas yang terus terjadi di dalam dunia mafia membuat Austin mau tidak mau pada akhirnya ikut terseret di dalam dunia hitam tersebut.
Hari itu di dalam ruangan pada akhirnya Austin lebih memilih untuk mengurung diri sambil menghabiskan berbatang - batang rokok, bahkan karena hal ini Austin rela melewatkan makan malamnya.
Malam yang telah datang pada akhirnya membuat Austin bergerak untuk meninggalkan tempat duduknya dan keluar dari ruang kerjanya tersebut.
Dengan langkah gontai Austin berjalan untuk menuju ke dalam pribadinya, rasa malas yang amat sangat untuk masuk ke dalam kamar tersebut lebih tepatnya sejak Maureen pada akhirnya menjadi satu tempat tidur dengan dirinya.
"Selamat datang tuan muda."
Begitu Austin membuka pintu sungguh sangat luar biasa.
__ADS_1
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih