Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
KAMAR RAHASIA


__ADS_3

Sudah aku duga kau mengetahui Jo, dan sebagai sesama laki - laki aku juga bisa melihat tatapan matamu yang berbeda terhadap Huaran."


Austin mengatakan hal tersebut sambil tersenyum sinis dengan memandang keluar dari jendela di dalam kamar.


Malam hari itu Austin hanya memandang keindahan kota Italia dari balik jendela kamarnya.


Austin yang sejak dulu memiliki penyakit insomnia hanya dapat tidur tidak lebih dari tiga jam setiap harinya membuatnya menghabiskan malam - malamnya dengan minuman keras yang selalu tidak pernah lepas dari ke dua tangannya.


Hari - hari berikutnya di lewatkan Austin dengan bertemu dengan para mafia untuk menjalin kerja sama bisnis di dalam dunia hitam.


Dan satu Minggu bukan menjadi waktu yang lama untuk Austin melakukan semua transaksi gelap di dalam dunia mafia.


Kepintaran Austin di dalam berbisnis membuatnya bisa mendapatkan hati para mafia kelas dunia untuk mau bekerjasama di dalam bisnis gelap yang meraup keuntungan luar biasa .


Sementara itu pagi hari ini di dalam mansion Black Devil, nampak Maureen yang berjalan mondar mandir di dalam kamar penjara cintanya.


Aku tidak mau hidup seperti ini terus, aku harus pergi, yah aku harus pergi, apapun resikonya aku harus mencoba untuk melakukan hal itu, aku tidak ingin diperlakukan sebagai binatang di dalam mansion jahat ini!


Maureen mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil terus berjalan mondar mandir memikirkan cara nekat untuk lari dari mansion Black Devil.


Saat Maureen sedang berpikir tiba - tiba ke dua mata Maureen melihat ke arah kaca kecil yang terletak di atas meja.


Dengan cepat Maureen menghampiri meja tersebut dan mengambil kaca yang ada di atasnya.


"Dengan ini, ya aku akan menjadikan kaca ini sebagai senjata ku."


Setelah mengatakan hal tersebut Maureen memecahkan kaca tersebut ke lantai sehingga menjadi beberapa keping kaca yang ujungnya tajam.


Maureen mengambil beberapa potongan kaca tersebut dan siap - siapa untuk berteriak.


"Tolong aku, tolong aku!"


Maureen berteriak sangat kencang dan seketika itu juga satu pengawal wanita masuk ke dalam kamar penjara cinta Maureen.


"Ada apa nona Maureen?"


Dan dengan cepat Maureen menancapkan pecahan kaca tersebut kepada salah satu mata sang pengawal dan mengambil kunci gembok untuk membuka rantai kakinya.


Sungguh gerakan Maureen yang sangat cepat membuatnya bisa keluar dengan mudah dari kamar penjara cintanya.

__ADS_1


Dengan cepat Maureen mendorong satu pengawal yang matanya kini terluka saat akan menghalanginya jalannya.


"Aku tidak butuh kau lagi."


Maureen yang berhasil keluar dari kamar penjara cinta langsung lari dengan sekuat tenaga dan saat Maureen telah sampai pada satu ruangan, Maureen hanya dapat menatap ruangan megah itu dengan kebingungan.


Banyak sekali pintu, bagaimana aku bisa memastikan bahwa ini adalah jalan yang benar?


Maureen mengatakan hal tersebut sambil memutar mutarkan badannya dengan penuh kebingungan.


Tak di sangka bahwa mansion Black Devil adalah mansion seperti taman labirin raksasa.


Dan tanpa butuh waktu perhitungan yang lama, pada akhirnya Maureen berlari masuk ke dalam satu lorong gelap yang di anggap Maureen adalah salah satu jalan keluar.


Namun di ujung lorong, Maureen di hadapkan dengan satu pintu berbalut emas dan ornamen lukisan - lukisan kuno.


Pintu apa ini?


Tanpa berpikir panjang Maureen membuka pintu tersebut dan Maureen melihat kamar pribadi yang sangat megah.


Sepertinya aku salah masuk ini bukan jalan keluar, aku harus segera pergi.


Bagaimana ini, bagaimana ini? kenapa aku malah terperangkap di dalam ruangan aneh ini!


Maureen mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil mencoba untuk membuka pintu megah tersebut.


Namun sekuat tenaga yang telah Maureen keluarkan tidak dapat membuka pintu megah tersebut dan kini Maureen nampak kelelahan.


Ini kamar siapa?


Setelah mengatur kembali nafasnya Maureen mulai mendekati satu meja rias kuno yang masih nampak terawat.


Ini pasti kamar seorang wanita, tidak mungkin ada alat - alat ini jika ini bukan kamar pribadi seorang wanita dan sepertinya wanita yang tinggal di dalam kamar ini adalah wanita terhormat.


Maureen mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil melihat - melihat perlengkapan alat rias mewah yang terletak rapi di meja rias tersebut


Namun belum sempat Maureen menjelajah kamar tersebut tiba - tiba saja Maureen seperti mendapatkan sengatan listrik yang sanga kuat pada tubuhnya dan detik itu juga Maureen pingsan.


"Bagaimana?"

__ADS_1


"Dia sudah pingsan!"


Di dalam pendengaran yang samar, Maureen bisa mendengarkan beberapa orang wanita mengatakan hal tersebut di dalam kamar.


Namun karena lemah nya tenaga Maureen untuk membuka mata, maka Maureen hanya dapat merasakan jika tubuhnya mulai di angkat untuk meninggalkan kamar aneh tersebut.


"Ya aku mengerti, baiklah akan aku segera sampaikan kepada tuan muda Austin."


Di dalam mobil saat akan menuju bandara, Jo mendapatkan kabar dari mansion Black Devil.


"Ada apa Jo?"


"Maafkan kecerobohan para pengawal wanita tuan Austin."


"Apa maksud mu Jo?"


"Baru saja aku mendapatkan kabar jika nona Maureen mencoba untuk melarikan diri dari dalam kamar penjara cinta dan berhasil melukai satu orang pengawal wanita."


Austin yang mendengarkan laporan dari Jo langsung mencengkram tangannya dengan kuat.


"Lalu apa lagi kabar yang kau dapatkan?"


"Nona Maureen berhasil masuk ke dalam satu kamar rahasia di lorong nomor lima."


Deg


Sungguh saat ini jantung Austin sangat bergemuruh ketika mendengarkan kabar dari Jo bahwa Maureen masuk ke dalam salah satu kamar rahasia yang sangat di jaga oleh puluhan pengawal.


"Kau tau apa yang harus kita lakukan Jo? aku sendiri yang akan menembak kepala wanita malam itu!"


Wajah Austin merah padam karena marah saat mengatakan hal tersebut, sungguh mengerikan bagi orang yang sudah mengetahui kemarahan Austin.


Huaran yang saat ini duduk di samping Austin dengan ke dua matanya tertutup kain hitam hanya bisa terdiam mematung, membeku dan tidak berani mengatakan hal apapun ketika mendengarkan perkataan dari Austin.


Nona Maureen kau telah berbuat kesalahan sangat besar di dalam mansion Black Devil, kamar rahasia di lorong nomor lima adalah salah satu kamar yang sama sekali tidak boleh di masuki oleh siapapun kecuali keluarga Black Devil, barangsiapa berani dengan sengaja untuk masuk ke dalam kamar tersebut tanpa izin keluarga Black Devil maka bisa di pastikan orang tersebut akan mati.


Di dalam diam Huaran mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2