Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 265


__ADS_3

Karl memang sengaja sekali berkata seperti itu sebab dia pun juga tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mendekati Alisha karena banyak cara yang dia gunakan pun di rasa tidak mempan dan cara ini adalah ide dari Jesi . Ya memang tidak banyak yang tahu ternyata Karl berkomunikasi dengan Jesi bahkan Jesi memberikan banyak saran kepada nya agar bisa mendekati Alisha salah satu nya adalah dengan cara seperti tadi membuat seolah dia tidak suka dan tidak mengejar Alisha dengan berbagai macam ucapan nya tadi agar bisa meyakinkan Alisha juga jika dia tidak ada niatan untuk mengejar nya dan hanya ingin mengajak nya berteman saja


“Di makan Karl jangan di lihat saja karena di lihat pun mie ayam nya tidak akan habis juga .” Kata Bella


“Dia mungkin tidak suka makan di sini karena dia kan orang kaya dan seperti nya juga tidak bisa makan di tempat seperti ini .” Kata Alisha


Tanpa banyak bicara Karl pun kini memakan mie yang ada di hadapan nya itu dia kini tampak mencoba memakan nya agar Alisha tidak terus saja mengejek nya


“Pelan saja Karl nikmati makanan nya jangan terburu-buru seperti itu .” Kata Bella


“Ini makanan nya enak sekali bahkan aku pun juga baru pertama kali juga memakan nya dan seperti nya aku menyukai makanan ini .” Kata Karl


“Jangan bohong , apa kau yakin menyukai nya karena kau kan tidak pernah makan di sini .” Kata Alisha


“Kalau begitu kapan-kapan jika ada waktu aku akan traktir kalian makan di sini lagi nanti dengan Demian juga untuk membuktikan jika aku pun juga suka makanan seperti ini .” Kata Karl


“Ok baiklah aku tunggu traktiran mu tapi jangan terlalu lama keburu nanti kita akan berubah pikiran jika terlalu lama .” Kata Alisha


Karl hanya mengangguk kan kepala saja dan kini dia masih memakan mie nya karena dia ingin segera menghabiskan nya juga


“Dari meeting Karl tadi ?.” Tanya Bella


“Iya ada klien ingin bertemu jadi tadi ke restoran untuk menemui nya .” Jawab Karl


“Lalu makan lagi di sini . Dasar perut gentong .” Kata Alisha


“Nama nya juga lapar setelah berpikir keras jadi aku harus mengisi amunisi lah agar tenaga ku tetap aman .” Kata Karl


“Dia kan pekerja keras Alisha jadi wajar sekali jika dia lapar dan lagi mie ini enak kok jadi bisa nanti Karl nambah jika mau .” Kata Bella


“Tidak terima kasih karena aku juga ada pekerjaan dan asisten ku di sana sedang menunggu jadi Setelah ini aku akan kembali ke kantor duluan .” Kata Karl


“Ah kenapa tidak bilang jika ada asisten kamu kalau tahu kam aku bisa memesankan untuk nya juga .” Kata Bella


“Tidak perlu memesankan dia juga cukup traktir aku saja kali ini Bella karena asisten ku juga di sana sedang bekerja jadi tidak akan mau dia jika di ajak bergabung di sini bersama dengan kita .” Kata Karl


Sejak tadi pun Alisha sedang memperhatikan Karl karena dia heran kenapa Karl doyan makan mie ayam padahal dia terlihat sekali jika tidak suka berada di tempat seperti ini tapi saat ini dia sudah bergabung dengan nya dan makan bersama dengan dia dengan menu yang sama membuat dia hanya bisa menggelengkan kepala nya heran melihat hal seperti ini


“Ah aku sudah kenyang dan sudah selesai makan jadi aku pergi dulu , makasih sudah mau traktir aku Bella .” Kata Karl berpamitan


Dia kini pergi menuju mobil nya tanpa menatap Alisha sama sekali karena itu juga termasuk trik yang di berikan oleh Jesi kepada nya tadi jadi dia menuruti apa yang Jesi katakan kepada diri nya agar bisa mendapatkan Alisha nanti


“Sudah selesai tuan , tumben sekali cepat .” Kata Hardy


“Kau ini bawel sekali , ayo segara pergi saja ke kantor sekarang .” Kata Karl


Dia kini kembali fokus dengan ponsel nya lagi dan Hardy pun tidak lagi berTanya apapun kepada Karl karena dia sudah lega sekali ketika Karl sudah mau kembali ke perusahaan dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama juga menunggu nya tadi


“Kamu jangan terlalu ketus dengan Karl kasihan loh dia Alisha .” Kata Bella


“Aku sama sekali tidak ada niatan begitu dan lagi aku hanya heran saja tadi kenapa bisa dia sampai makan bersama dengan kita bahkan Demian saja sulit di ajak makan di tempat seperti ini tapi dia malah langsung duduk manis tadi di sini dan melahap makanan nya hingga habis .” Kata Alisha mengatakan apa yang tadi dia pikirkan kepada sang sahabat


“Semua orang itu tidak sama jadi kamu jangan menyamakan Demian dan juga Karl yang jelas mereka memang sangat berbeda sekali loh dan kamu pun harus bisa tahu hal itu .” Kata Bella


“Iya aku tahu jika memang kedua nya sangat lah berbeda sekali dan aku pun juga sangat paham dengan perbedaan itu hanya saja tadi aku kaget saja kenapa bisa dia datang dan duduk makan bersama kita secara mendadak itu yang membuat ku kaget .” Kata Alisha


Bella hanya tersenyum saja dan tidak lagi menanggapi nya karena dia juga tadi sama heran nya dengan Alisha hanya saja dia tidak menunjukkan nya tadi


Di kantor kini Karl pun langsung pergi menuju ruangan nya tak lupa juga dia meminta agar Hardy memberikan dokumen yang tadi dia minta


Dalam ruangan Karl terlihat sangat serius sekali hingga beberapa menit kemudian dia merasa perut nya sakit lalu dia segera berlari ke toilet saat ini . Sudah beberapa kali Karl keluar masuk kamar mandi membuat nya merasa lemas sekali


“Tuan ini berkas yang anda butuhkan tadi .” Kata Hardy yang kini menatap wajah pucat sang bos

__ADS_1


“Anda kenapa tuan , apa anda sakit ?.” Tanya Hardy


“Perut ku bermasalah Hardy jadi beli lah obat untuk ku .” Kata Karl yang setelah mengatakan nya dia pun kini bergegas pergi ke kamar mandi lagi dan Hardy pun melakukan apa yang di katakan oleh Karl dia kini membeli obat untuk sang bos sesuai dengan permintaan nya


“Apa karena makan mie tadi aku seperti ini , sungguh sangat gila sekali .” Kata Karl sendiri karena dia sangat begitu lemas sekarang seperti tenaga nya terkuras habis karena bolak balik ke toilet


“Tuan ini obat nya silahkan di minum .” Kata Hardy


Karl langsung meminum nya dia sungguh kali ini merasa sudah sangat tidak kuat lagi jika harus bekerja rasa nya dia kini ingin tidur di kamar saja agar bisa mengembalikan energi nya juga


Di restoran ketika mereka mengobrol bersama dan terlihat juga ada beberapa lelaki kembali mencoba untuk menggoda Marsha lagi namun hal itu tidak berhasil mereka lakukan sebab ada Fabian yang tiba-tiba datang menatap mereka dengan sangat tajam sekali


“Pergi dari sini atau mau aku patahkan tangan dan kaki kalian .” Kata Bian membuat mereka pun kaget lalu pergi dengan cepat


“Kamu kenapa ke sini bukan nya sedang sibuk ?.” Tanya Marsha


“Marko akan mengurus sisa kerjaan ku .” Kata Bian


“Kalau begitu saya pergi dulu tuan ke kantor .” Kata Marko


“Saya juga tuan dari pada di sini hanya sebagai obat nyamuk saja lebih baik saya pergi saja sekarang .” Kata Denis


“Ya sudah kembali saja ke kantor sekarang Denis karena istri ku sudah aku yang menamani .” Kata Alex


“Kalau begitu saya permisi tuan , ayo Marko “. Kata Denis


“Jangan sok akrab Denis sejak kapan juga kita dekat .” Kata Marko


“Sudah jangan terlalu gengsi untuk mengakui jika kau suka dekat dengan ku Marko jadi ayo pergi saja sekarang jangan banyak berpikir karena kau dan aku sama jomblo nya jadi sebaik nya pergi saja dari sini sekarang .” Kata Denis yang kini menggandeng tangan Marko dan mengajak nya untuk pergi dari sana sementara Alex saat ini menatap Fabian yang baru saja datang


“Ku bilang juga apa , istri mu itu cantik jadi pasti banyak sekali yang berusaha menggoda nya bahkan tadi sebelum lelaki itu juga ada yang menggoda nya , dia sangat tampan sekali dan juga gagah .” Kata Kevin


“Adik ku memang cantik dan dia pun juga baik serta sangat sabar sekali jadi tidak heran jika masih saja banyak yang ingin mendekati nya .” Kata Jesi


“Terlalu percaya diri sekali kau ini Fabian bahkan masih banyak yang lebih tampan dari diri mu jadi kau jangan sombong jadi orang .” Kata Alex


“Seperti kau tidak begitu saja Lex bahkan kau pun juga lebih dari ku .” Kata Bian


“Mau pesan makan apa ?.” Tanya Marsha


“Tidak usah pesan makan ini saja aku juga mau .” Kata Bian yang kini juga makan makanan milik Marsha


“Ehm kalau bucin jangan menunjukkan nya di depan umum seperti saat Ini .” Kata Jesi ketika Bian tadi mencoba menyuapi Marsha


“Biar semua orang tahu jika dia adalah istri ku dan tidak akan ada lagi yang mendekati nya nanti .” Kata Bian membuat mereka semua hanya bisa menahan tawa nya saja karena ulah Bian sedangkan Marsha hanya bisa senyum saja karena dia juga heran dengan sikap sang suami kepada diri nya saat ini


“Ah sudah sebaik nya kamu pesan makan saja ini juga tinggal sedikit makanan nya jadi tidak akan kenyang nanti .” Kata Marsha


“Ya sudah pesan kan saja nanti aku bayar semua makanan ini .” Kata Bian


“Fabian kamu mememang adik ipar yang baik hati hanya sayang saja Marsha tidak di izinkan untuk liburan bersama kita padahal dia tadi sangat senang bisa pergi bersama kita dan sudah membeli baju kembar untuk kalian pakai nanti di sana tapi sayang sekali hal itu tidak jadi terlaksana .” Kata Jesi


Bian menatap istri nya , dia ingin tahu apa yang di katakan oleh Jesi tadi apa benar karena Marsha juga tidak mengatakan apapun juga kepada diri nya saat ini


“Apa Benar kamu sudah beli pakaian untuk liburan ?.” Tanya Bian


“Iya tadi beli beberapa tapi tidak masalah jika di gunakan sehari-hari masih bisa kok .” Kata Marsha


“Kasihan sekali kamu Marsha memiliki suami yang sama sekali tidak pengertian .” Kata Kevin memancing juga agar Bian setuju jika mereka pergi bersama


“Dia sangat sibuk kak dan aku tahu itu jadi sudah lah kan bisa kita berlibur lain kali saja dan lagi tadi kan kita juga sudah sepakat .” Kata Marsha


“Jika kamu sangat ingin maka aku bisa menunda pekerjaan dan berlibur bersama kalian .” Kata Bian

__ADS_1


“Ah itu tidak perlu , sebaik nya kamu selesaikan saja kerja nya jangan malah menunda hanya Untuk pergi liburan saja kasihan nanti karyawan di kantor jika kamu tinggal mereka pasti akan kebingungan juga nanti nya .” Kata Marsha


“Kamu memang selalu saja pengertian Marsha tidak berubah sejak dulu .” Kata Rahma


“Kakak bisa saja .” Kata Marsha


“Baik lah kalau begitu liburan nya kita tunda saja sampai Fabian bisa agar kita bisa pergi bersama .” Kata Alex


“Aku setuju sekali jika memang itu bisa ya sudah kita lakukan saja hal itu lagi pula kan kita bisa menyiapkan banyak hal jika masih menunda nya lagi .” Kata Jesi


“Kak jangan menunda hanya karena aku saja nanti Aku nya jadi tidak enak loh sama kalian semua .” Kata Marsha


Bian mengelus rambut sang istri dia saat ini benar-benar sangat gemas sekali dengan Marsha namun dia harus bisa menahan nya


“Kita bisa pergi liburan sesuai rencana kalian soal perusahaan ada Marko yang nanti akan mengatasi nya jadi tidak perlu khawatir , ayo lanjutkan saja makan nya .” Kata Bian


Dia ingin membuat Marsha rilex dengan pergi liburan bersama dengan orang terdekat nya namun Bian masih belum bisa mengajak Marsha bertemu dengan keluarga nya karena dia masih enggan bertemu dengan orang tua Marsha meskipun mereka adalah mertua nya tapi Bian tetap saja tidak terlalu perduli akan hal itu saat ini


“Setelah ini kita akan belanja tas Fabian lalu pergi nonton bioskop jadi bagaimana apa kau tetap mau ikut atau kembali bekerja ?.” Tanya Jesi


“Tentu saja aku akan ikut dengan kalian kakak ipar karena urusan kantor juga sudah aku serahkan kepada Marko jadi dia akan mengatasi semua nya di kantor untuk hari ini .” Kata Bian


Mereka kembali melahap makanan nya dan terlihat juga jika kini Marsha dan Bian pun sangat dekat sekali saat ini


“Harus nya kan kamu di kantor saja kenapa malah datang ke sini , tadi bilang nya akan lembur .” Kata Marsha


“Sesekali tidak apa jika aku menemani kamu kumpul seperti ini dan soal kerjaan jangan terlalu di pikirkan karena semua bisa di atasi oleh Marko .” Kata Bian


Interaksi kedua nya memang saat ini sangat cukup baik sekali apalagi Bian juga sudah mulai berubah dia tidak lagi kasar seperti dulu bahkan Marsha saja sampai bingung dengan perubahan yang terjadi pada sang suami akhir-akhir ini


“Oh ya tadi kita bertemu dengan Karl dan seperti nya dia suka dengan Marsha sebab tatapan dia tadi kepada Marsha agak lain .” Kata Jesi


“Jadi kamu sudah bertemu dengan Karl , apa dia menyakiti mu ?.” Tanya Bian


“Tidak sama sekali , tadi dia hanya mengajak kak Jesi mengobrol saja .” Kata Marsha


“Mengobrol dengan kamu , untuk apa dia melakukan nya dan apa guna nya Denis jika dia tidak bisa melindungi kamu tadi .” Kata Alex


“Apa sih kenapa malah menyalahkan Denis padahal Karl tidak melakukan apapun yang salah dia hanya mengobrol biasa saja dan aku memberikan cara agar dia bisa mendekati Alisha sahabat Bella itu saja tidak lebih .” Kata Jesi


“Kalian bertemu di sini tadi ?.” Tanya Kevin


“Tidak , kami bertemu di restoran Rahma tadi seperti nya tadi dia sedang meeting di sana .” Kata Jesi


Bian masih diam saja dia tidak tahu jika istri nya akan bertemu dengan Karl secepat itu bahkan Marsha bertemu dengan Karl tadi tanpa diri nya itu sungguh di luar dugaan dari Bian selama ini bahkan Marko tidak memberi tahu dia masalah ini tadi itu membuat nya sedikit merasa tidak tenang karena belum ada informasi yang masuk kepada diri nya tentang hal tadi jadi dia masih berpikir saat ini


Sementara di rumah sakit Ben kini menjenguk Luis kedua nya tampak mengobrol bersama dengan santai sekali dan saat ini pun Luis terlihat masih saja terbaring lemah di ranjang rumah sakit


“Jadi bagaimana Luis apa yang akan kau lakukan apa kau akan membalas Fabian tapi itu akan sangat sulit sekali karena Fabian cukup kuat untuk di jatuhkan .” Kata Ben memancing Luis agar dia bicara jujur saat ini karena di ruangan itu hanya ada mereka berdua saat Ini tidak ada orang lain lagi yang akan bisa mendengar pembicaraan mereka menurut Luis bahkan Tama juga sejak tadi tidak terlihat karena seperti nya saat ini dia sangat sibuk sekali mengurus pasien nya di rumah sakit ini


“Ya memang tidak akan mungkin jika menghadapi Fabian karena banyak sekali anak buah nya dan dia memiliki banyak dukungan juga jadi akan sulit sekali jika menjatuhkan dia .” Kata Luis


“Memang untuk saat ini itu terlihat sangat sulit namun jika di lihat lagi kalau misal melakukan nya melalui Marsha itu tentu saja tidak akan sulit sama sekali .” Kata Ben


“Maksud mu apa Ben ?.” Tanya Luis


“Kita gunakan saja Marsha untuk membuat Fabian merasa kalah dan menyerah apalagi dia saat ini seperti nya sudah sangat mencintai istri nya sekali dan dia pun akan melakukan apapun untuk istri nya hingga merusak rencana yang sudah kita bangun selama ini .” Kata Ben


“Jadi kau berpikir hal yang Sama dengan ku dan juga Joe ?.” Tanya Luis


“Jadi kalian berdua juga merasakan nya bahkan aku sangat kesal sekali dengan Fabian dan muak juga hanya saja tidak bisa melakukan apapun untuk melawan nya .” Kata Ben seolah dia sudah melakukan banyak hal untuk membuat Fabian kalah hanya saja dia tidak bisa melakukan hal itu


“Aku dan Joe memiliki cara agar Fabian bisa kalah dan memang benar itu semua ada hubungan nya dengan Marsha istri dari Fabian .” Kata Luis

__ADS_1


Ben yang mendengar pengakuan dari Luis pun hanya bisa tersenyum saja karena saat ini dia sudah tahu jika memang Luis kini ada rencana buruk kepada Marsha bersama dengan Joe juga


__ADS_2