Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
PCSM 111


__ADS_3

"Ayahku, berasal dari Turki. Dan ibuku campuran Indonesia-Turki. Aku lahir di kota Istanbul. Dulunya, ayahku adalah seorang pemain drum, sebelum akhirnya mulai merintis bisnisnya. Mungkin, karena itu dia memberiku nama Zildjian. Dia sangat menyukai musik. Aku menghabiskan masa kecilku di Turki. Ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Saat itu usiaku tiga belas tahun, dan Evan tiga tahun. Sejak saat itu, ibuku merawat kami berempat sendirian."


"Berempat?" Naya mengerutkan alisnya, setahunya Zian hanya memiliki dua saudara. Fahri dan si bungsu, Evan.


"Ya, berempat! Kak Fahri, aku, Evan dan Elsa. Elsa adalah saudara kembar Evan. Ibu memutuskan pindah ke kota ini setelah kepergian ayah. Dan kami mulai hidup yang baru. Sampai akhirnya sesuatu yang menyedihkan terjadi dalam keluarga kami. Adik kesayanganku, Elsa...


Usianya saat itu delapan tahun. Saat seorang penjahat menculiknya. Mereka... Adalah mafia perdagangan organ tubuh manusia ilegal. Elsa menghilang selama beberapa hari, sampai akhirnya polisi menemukan jasad seorang anak kecil terbungkus di dalam karung. Tanpa organ tubuhnya. Saat di temukan, jasadnya sudah membusuk. Kami mengenalinya dari pakaian yang dia gunakan sebelum hilang.


Ibuku sangat syok dengan kejadian itu. Bahkan, selama berbulan-bulan ibu selalu histeris saat mengingat Elsa. Aku begitu terpukul dengan kejadian itu. Setiap inci dari tubuhku seperti terbakar oleh kemarahan. Aku tidak tahan, lalu pergi dari rumah, mencari orang yang telah membunuh adikku. Aku pernah bersumpah akan menemukan pelakunya, orang yang telah begitu tega membunuh Elsa. Itulah awalnya sehingga aku menjadi seorang mafia, saat usiaku masih delapan belas tahun. Bahkan, aku tidak menyelesaikan sekolahku.


Dan ibuku... Selama dua tahun depresi, dia tenggelam dalam rasa bersalahnya pada Elsa. Ibu merasa gagal menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu. Pada akhirnya, ibuku sakit dan aku memutuskan untuk pulang ke rumah setelah dua tahun kepergianku. Ibu meninggal tidak lama setelah kepulanganku.


Saat itu Evan berusia sepuluh tahun. Aku dan Kak Fahri membesarkannya bersama. Kami menjadi ibu dan juga ayahnya.


Tapi, aku sama sekali tidak bisa melupakan apa yang terjadi pada Elsa. Dan juga pada ibuku.


Aku memutuskan untuk kembali mencari mafia yang telah membunuh adikku. Dengan menjadi seorang mafia perdagangan organ tubuh manusia. Aku masuk ke dalam sindikat mafia itu. Aku menghajar mereka tanpa belas kasih, walaupun aku tidak sampai membunuhnya. Lambat laun, aku mulai dikenal sebagai Tuan Maliq, mafianya mafia. Seseorang yang tidak punya belas kasih.


Aku pernah bersumpah, tidak akan membiarkan hal yang terjadi pada Elsa kembali terjadi pada orang lain. Siapapun itu. Aku merebut dan menculik para korban mereka, entah itu anak kecil atau orang dewasa. Kadang aku membeli dari mereka dengan harga yang sangat mahal.


Lalu setelah itu, aku kembalikan mereka pada keluarganya dalam keadaan hidup dan utuh. Aku tidak ingin mereka bernasib sama seperti Elsa.


Setiap aku teringat pada tubuh Elsa, yang kehilangan seluruh organ tubuhnya, darahku seperti mendidih. Seandainya aku menemukan pelakunya, mungkin aku akan menjadi seorang pembunuh.


Senjata yang ada di ruangan itu adalah milik mafia-mafia yang pernah berurusan denganku. Aku mengambil senjata itu dari mereka, agar mereka tidak bisa melukai orang lain dengan senjata itu. Aku tidak membunuh, tapi aku memotong ibu jari dan telunjuk mereka, agar mereka tidak bisa lagi menembak.


Selama bertahun-tahun, aku berperan menjadi seorang bos mafia. Alex dan Marissa adalah temanku. Tanpa sengaja aku dan Alex dipertemukan oleh takdir. Walaupun kami mempunyai alasan yang sama menjadi mafia, tapi kami memiliki tujuan yang berbeda. Aku... menjadi mafia karena tidak ingin apa yang dialami Elsa-ku terjadi pada orang lain. Sedangkan Alex, tujuannya hanya untuk balas dendam.


Kami bertiga adalah mafia yang paling ditakuti oleh semua mafia. Desas-desus yang beredar mengatakan Maliq, Alex dan Marissa adalah mafia paling kejam. Alasan, kenapa mereka memberiku julukan mafianya mafia, adalah karena aku menjadi mafia mengerikan bagi mereka.

__ADS_1


Aku tidak menaruh belas kasih pada mereka yang melakukan kejahatan. Terutama pada mereka yang tega menculik orang dan memperjual-belikan organ tubuhnya.


Aku masuk ke dunia hitam itu selama bertahun-tahun. Kak Fahri dan Evan tidak pernah tahu apa yang kulakukan di luar sana.


Kau tahu satu hal, Naya... Sampai sekarang, polisi masih terus mencari keberadaan Tuan Maliq. Mereka tidak pernah tahu siapa dan darimana asal tuan Maliq itu.


Dan, hari dimana aku tanpa sengaja menembakmu, adalah saat aku menyelamatkan seorang wanita dari penculikan. Aku dan Alex berhasil menggagalkan penculikan itu. Tapi, tidak kusangka hari itu akan menjadi hari yang kusesali seumur hidupku. Karena aku, telah menyebabkan hidupmu penuh dengan perjuangan.


Setelah hari itu, aku merasa terbelenggu oleh rasa bersalahku pada gadis kecil yang aku tembak itu. Aku terus dan terus mencarinya. Aku hanya mengingat wajah polosnya saja.


Dan sejak saat itulah, aku memutuskan melupakan semua dendamku pada orang yang telah menghancurkanku. Mengikhlaskan kepergian Elsa dan ibu. Dan menganggapnya sebagai bagian dari takdir yang harus kujalani.


Aku kembali pada hidupku yang sebelumnya. Menjadi seorang Zildjian Maliq Azkara. Aku mulai membangun Kia Group dari bawah bersama Anita. Kau tahu kan, aku memberi nama semua perusahaanku dengam menggunakan inisial namamu...


"Aku mohon, percayalah padaku. Aku tidak seburuk cerita yang beredar di luar sana tentang Tuan Maliq."


Zian menjatuhkan air matanya setelah menceritakan kisah hidupnya yang kelam. Sementara Naya masih mematung dengan cairan bening yang membasahi wajahnya.


"Aku baru akan memintanya darimu." Mereka kemudian berpelukan, melepaskan semua bebannya.


Sekarang aku tahu, siapa sebenarnya Zianku. Dia bukan orang jahat. Dan aku beruntung memilikinya. Terima kasih Tuhan, aku yakin di balik semua yang terjadi padaku, pasti ada rencana yang indah untukku.


"Boleh aku tanya sesuatu?" ucap Naya.


"Tanyalah!"


"Kau dan Anita bertemu dimana? Kalian sebenarnya punya hubungan seperti apa?"


Zian terdiam sesaat mendengar pertanyaan itu. Rahasia masa lalu Anita hanya diketahui oleh Zian seorang. Bahkan Marvin Alexander tidak mengetahui asal-usul seorang Anita.

__ADS_1


"Kau percaya padaku, kan?" tanya Zian seraya membelai wajah sang istri. Naya pun menjawab dengan anggukan pelan.


"Aku percaya, tapi... Aku benar-benar penasaran dengan Anita. Dia sangat cantik dan anggun. Tapi di sisi lain, dia adalah seseorang yang sangat mengerikan. Dia bahkan selalu membawa senjata api di dalam saku blazernya."


"Aku yang memintanya melakukannya."


"Apa?" Naya membelalakkan matanya mendengar ucapan Zian.


"Anita selalu membawa senjata di dalam sakunya karena aku yang memintanya. Kau tahu, di balik tangguhnya Anita, dia hanyalah seorang gadis yang rapuh. Tapi dia berhasil menutupinya dengan sempurna."


Naya semakin dipenuhi pertanyaan dalam benaknya, tentang Anita yang selama ini begitu setia berada di samping Zian. Bahkan bagi Anita, Zian adalah satu-satunya manusia di bumi ini. Lainnya hanya dianggap batu kerikil.


"Suatu hari kau akan tahu. Aku tidak punya hak membeberkan masa lalu seseorang. Yang harus kau tahu satu hal, Anita adalah seorang gadis yang luar biasa. Dan aku, tidak bisa menjauhkannya dari hidupku."


Zian membelai wajah Naya, lalu memberi kecupan di kening dan bibir bergantian.


"Sekarang aku hanya ingin memulai hidupku bersamamu. Aku berharap bisa menebus semua kesalahanku padamu. Mulai saat aku menembakmu, dan kau harus hidup dalam batasan. Dan kesalahanku mengabaikanmu selama satu tahun itu. Maafkan aku..."


"Aku mencintaimu," bisik Naya.


"Aku juga. Terima kasih kau sudah memberiku kesempatan kedua. Dan, terima kasih karena kau sudah mengandung anakku. Sekarang, yang ingin kulakukan hanya membuatmu bahagia. Itu saja..."


*****


BERSAMBUNG


Maaf kalo ngaco. aku nulisnya sambil ngigauuu....


hehehe

__ADS_1


terima kasih yang udah ninggalin like komen dan vote.


luv u all tanpa terkecuali


__ADS_2