Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 291


__ADS_3

Karl membawa banyak sekali mainan dan juga pakaian dan hal itu dia berikan untuk sang keponakan yang sangat cantik itu


"Hey apa kau gila mau jualan di sini , aku tidak akan membeli nya ". Kata Jesi


"Aku tidak jualan hanya ingin memberikan hadiah kepada Lexa saja jika tidak suka ya buang saja ". Kata Karl


Alex masih menatap Karl sebab dia juga merasa jika ada hal yang aneh dari Karl hari ini namun dia masih diam saja tidak tahu juga apa yang sudah membuat karl seperti itu


"Apa kau tadi jatuh atau tadi malam kecelakaan hingga otak mu geser ". Kata Alex


"Tidak , jika jatuh untuk apa datang ke sini pasti aku di rumah sakit bukan di rumah mu ". Kata Karl


Dia tanpa permisi kini langsung duduk manis di kursi meja makan membuat Alex pun semakin heran


"Putri ku tidak kekurangan mainan jadi untuk apa kau membawa begitu banyak mainan ke sini . Sekalian saja bawah tokoh nya juga ke sini ". Sindir Alex


"Jika mau aku akan meminta Hardy melakukan nya tenang saja jika Lexa mau aku bisa membawakan setokoh mainan ". Kata Karl sambil kembali tersenyum membuat Jesi juga heran sebenarnya dia ini kenapa kok seperti itu saat ini membuat nya sangat lah heran


"Sudah makan saja dulu ". Ajak Jesi


"Ah iya kebetulan aku juga belum makan tadi jadi sekalian saja sarapan di sini sebelum berangkat kerja nanti ". Kata Karl


Dia kini mulai mengambil beberapa lauk untuk di makan dan baik Alex maupun Jesi hanya bisa melihat nya saja saat ini


"Kenapa malah diam saja Ayo makan juga jangan hanya melihat saja ". Kata Karl


"Makanan nya enak , apa kau yang memasak nya adik ku ?". Tanya Karl


"Adik , siapa juga yang mau jadi adik mu , tidak mau aku jika menjadi adik mu bahkan kau sangat lah sombong sekali ". Kata Jesi

__ADS_1


"Jika itu soal mantan kekasih Fabian itu bukan ulah ku nona Jesi karena aku juga tidak mendapatkan keuntungan dari hal itu jadi kamu jangan salah paham , itu di lakukan sahabat Fabian sendiri jika ingin bukti aku bisa memperlihatkan nya ". Kata Karl sambil tetap menikmati makanan nya saat ini


"Kenapa bisa sahabat nya sendiri berkhianat itu tidak mungkin kan ". Kata Jesi


"Jelas saja mungkin jika tidak percaya tanya saja kepada suami mu itu apa hal itu tidak mungkin terjadi ". Kata Karl


"Semua kemungkinan bisa terjadi tapi untuk apa juga mereka melakukan nya jika mereka tahu konsekuensinya bila berkhianat dengan Fabian ". Kata Alex


"Ya tanya saja mereka kenapa bertanya kepada ku karena aku bukan mereka jadi aku pun tidak tahu ". Kata Karl


"Apa tidak ada minuman nya aku sangat haus sekali loh karena makan ini ". Kata Karl kembali karena dia hampir saja tersedak makanan yang dia kunyah tadi


"Ambil saja sendiri di dapur kau bukan raja di sini jadi sana ambil saja ". Kata Jesi


"Biar Mirna yang mengambil kan dia tidak akan tahu letak dapur nya di mana ". Kata Alex


Mirna pun mengambil kan air untuk Karl setelah mendapat kan perintah dari bos nya itu dan Karl pun kini masih mengamati rumah Alex yang memang sangat mewah sekali itu


"Kurang kerjaan sekali ya kau ini kenapa malah tanya seperti itu ". Kata Jesi


"Hanya tanya saja marah kan aku cuma ingin tahu saja ". Kata Karl


"Tidak perlu tahu juga untuk apa juga kau tahu hal itu tidak ada guna nya bukan atau kau mau memberikan hadiah rumah untuk putri ku yang cantik ini ". Kata Jesi menggoda


"Boleh juga jika, katakan rumah apa yang di inginkan aku akan membelikan nya untuk keponakan cantik ini secara cash tanpa cicilan sama sekali ". Kata Karl


"Sombong sekali bahkan Daddy nya pun juga bisa membelikan dia rumah tanpa kau kasih juga bisa ". Kata Jesi


"Anggap saja sebagai hadiah untuk nya ". Kata Karl

__ADS_1


"Jika sudah selesai makan sebaik nya pergi lah ke kantor jangan lama-lama di rumah ku ". Kata Alex


"Iya nanti aku akan pergi setelah menyelesaikan sarapan ini tenang saja ". Kata Karl


Alex masih memperhatikan Karl sejak tadi karena dia masih merasa aneh dengan apa yang Karl lakukan bahkan dia juga Sangat terbiasa dengan Karl yang seperti itu karena mereka adalah musuh jadi Sangat mustahil jika Karl tiba-tiba jadi baik tanpa ada sesuatu yang tersembunyi yang dia rencanakan sebelum datang ke rumah nya


"Apa kau bahagia menikah dengan dia ?". Tanya Karl tiba-tiba


"Jaga ucapan mu ". Kata Alex


"Hanya tanya saja tapi kau sangat lah sensitif sekali ". Kata Karl


"Tuan maaf saya lancang, ada kabar dari tuan Fabian jika dia ingin bertemu dengan anda di kantor sekarang apa anda bisa ?". Tanya Denis


"Setelah ini aku akan ke kantor jadi suruh saja dia menunggu di sana ". Jawab Alex


"Baik tuan akan saya sampaikan kepada tuan Fabian agar dia bisa menunggu anda di kantor nanti nya ". Kata Denis


"Jangan terlalu baik dengan Fabian bisa saja nanti kau malah di manfaatkan oleh nya ". Kata Karl


"Makin lama makin ngelantur nih orang. Sudah sana pergi saja jangan kelamaan di sini ". Kata Jesi


"Aku hanya mengingat kan saja . Sudah kenyang saat nya ke kantor dan ini semua untuk Lexa cantik ". Kata Karl


Setelah selesai semua nya Karl pun langsung pulang membuat Jesi dan juga Alex masih saja kebingungan dengan apa yang Karl lakukan tadi namun saat ini Alex juga harus segera ke kantor jadi dia pun berpamitan dengan istri nya


"Kamu jangan pergi keluar rumah jika tidak dengan anak buah atau dengan Denis bahkan jika Karl datang lagi jangan perbolehkan dia masuk ke dalam rumah ini karena kita tidak tahu juga apa yang akan dia lakukan nanti nya jadi sebaiknya lebih waspada saja agar tetap aman ". Kata Alex


"Iya aku juga mengerti kok kamu tenang saja jangan terlalu cemas dengan ku . Kerja saja yang benar dan tetap lah fokus aku akan jaga diri dan menjaga putri kita dengan baik selama di rumah ". Kata Jesi

__ADS_1


Alex mencium kening sang istri lalu dia pun segera pergi masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke kantor sementara itu Jesi kini segera masuk ke dalam rumah dan membawa mainan yang di kasih oleh Karl ke dalam kamar Lexa untuk di simpan di sana sementara waktu nanti dia juga akan memeriksa mainan nya


__ADS_2