Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
HUARAN TERTANGKAP


__ADS_3

Dan tiba - tiba saja pikiran Austin langsung tertuju kepada Maureen ketika melihat wanita - wanita yang telah disediakan oleh tuan Cedrik.


"Austin apakah kau baik - baik saja?"


Tuan Austin kembali menepuk pundak Austin karena kini tuan Cedrik tiba - tiba saja melihat Austin melamun.


"Ah tidak tuan Cedrik, aku baik - baik saja."


"Ayo sudah banyak mafia yang ingin bertemu dengan mu sebagai penerus dari mafia Black Devil."


Tuan Cedrik yang merupakan kelompok pimpinan tertinggi para Mafia segera membawa Austin masuk ke dalam kerumunan mafia yang malam hari itu sedang berpesta pora.


"Selamat datang tuan Austin yang terhormat."


Satu laki - laki tampan dengan topeng pada wajahnya menyapa Austin yang sedang berbicara santai dengan beberapa mafia.


"Denis Harold."


"Tepat sekali, bagaimana kabar mu tuan muda?"


Austin langsung meminta untuk para mafia tersebut pergi dari hadapannya dan langsung menghampiri Denis Harold yang merupakan saingan bisnisnya di dalam dunia hitam.


"Kabar ku tentu baik - baik saja tuan Denis!"


"Ya aku rasa seperti itu, bagaimana apakah kau masih suka bercinta dengan wanita yang menggunakan penutup mata dan ke dua tangannya di ikat di atas tempat tidur?"


Denis Harold mengatakan hal tersebut sambil tersenyum sinis kepada Austin.


"Apa urusannya dengan mu tuan Denis yang terhormat!"


Austin mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah Denis Harold.


"Ya kau benar apa urusannya dengan ku tuan Austin, karena aku tidak menyukai bercinta dengan wanita dengan cara seperti itu, mengikatnya dan tidak membiarkan dirinya untuk bergerak leluasa untuk memuaskan tubuh ini."

__ADS_1


Austin langsung tersenyum sinis mendengarkan ucapan Denis Harold.


"Ya kau benar, tapi setidaknya aku bukan laki - laki binatang seperti mu yang menggunakan kekerasan kepada wanita untuk memperoleh kepuasan, aku kira aku tidak tau rumor yang beredar di luar, bagaimana kau bisa membuat mati para nona malam setelah mereka tidur dengan mu, dengan cambukan, tamparan dan entah apa lagi yang telah kau lakukan kepada para nona malam itu untuk memenuhi nafsu mu saat bercinta!"


Dan perkataan demi perkataan tajam Austin membuat Denis mencengkram gelas kacanya dengan sangat kuat dan pada akhirnya pecah.


"Tak perlu kau melukai dirimu seperti itu tuan Denis Harold ketika memang apa yang aku katakan itu benar."


"Meskipun aku memiliki gaya bercinta yang aneh, namun aku tidak pernah menggunakan kekerasan di atas tempat tidur, dengan senang hati aku memanjakan para wanita malam tersebut tanpa melihat status mereka, dan semua wanita yang tidur dengan ku akan mendapatkan kepuasan yang tiada taranya."


Denis Harold langsung tersenyum sinis ketika Austin mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Apa bedanya kau dengan ku tuan Austin, tak sadarkah kau siapa wanita yang saat ini berada di sana?"


Denis Harold mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan gerombolan para wanita malam yang sengaja di pajang oleh tuan Cedrik di atas panggung dengan penutup kain hitam pada ke dua matanya.


"Kau lihat gadis cantik yang berdiri paling ujung? dengan tulisan dia masih perawan dan mendapatkan harga penawaran paling tinggi, apakah kau tidak ingat siapa gadis itu?"


"Bagaimana apakah kau sudah sadar siapa gadis itu? apakah dia pelayan wanita mu yang paling setia itu?"


"Kau harus tau satu jam yang lalu dia tertangkap oleh kelompok pemburu wanita, dan karena dia tertangkap maka mereka menjualnya kepada tuan Cedrik."


"Dan kau sudah tau peraturan nya bukan, gadis yang sudah berada di tangan tuan Cedrik pantang untuk di ambil, kecuali kau memenangkan acara lelang sebentar lagi akan diadakan."


"Nampaknya kali ini kau terlalu bodoh atau apa yang sedang berada di dalam pikiran mu tuan Austin, kau meminta wanita untuk mengantarkan obat - obatan terlarang melintasi negara tanpa pengamanan yang ketat, aku tak yakin kau bisa meneruskan mafia Black Devil dengan baik."


Setelah mengatakan hal tersebut Denis Harold segera pergi dengan tertawa nyaring.


"Tuan Austin apakah ada masalah?"


Jo yang sejak tadi sudah melihat pembicaraan sinis antara Denis Harold dan Austin segera menghampiri Austin begitu Denis sudah pergi.


"Ya Jo, kau lihat gadis yang berdiri disana? Huaran tertangkap tuan Cedrik."

__ADS_1


Austin mengatakan hal tersebut sambil berbisik kepada asisten Jo.


"Semua barang yang dia bawa memang sudah sampai dengan baik, namun saat perjalanan kembali pulang dia tertangkap pemburu wanita dan di jual kepada tuan Cedrik seharga budak wanita, dan kau tau untuk hukumnya wanita yang sudah berada di tangan tuan Cedrik."


Jo yang sejak tidak mendengarkan suara bisikan Austin langsung mengernyitkan dahinya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan tuan Austin?"


"Tidak ada pilihan lain lagi, kita harus ikut di dalam acara lelang kali ini, bagaimana pun juga Huaran sudah banyak menolong ku, kini saatnya aku membalasnya dengan hal ini."


Austin kembali mengatakan hal tersebut sambil berbisik-bisik kepada Jo.


"Baik tuan Austin saya setuju dengan rencana anda."


"Siapkan aku uang tunai dalam jumlah besar."


"Baik tuan Austin."


Dan setelah mengatakan hal tersebut asisten Jo dengan cepat menghilang dari balik kerumunan mafia.


Sedangkan Austin maju dan duduk di kursi para laki - laki yang saat ini bersiap hendak mengikuti lelang wanita perawan.


Cih mengikuti acara seperti ini sebenarnya bukan gayaku, lagipula sebenarnya aku benci terhadap wanita yang masih perawan, jika aku menginginkan nya itu hanya untuk aku bisa mendapatkan keturunan, tapi jika untuk bersenang - senang di atas tempat tidur aku tidak pernah menyukainya.


Sambil duduk di atas tempat duduknya Austin terus mengatakan hal tersebut di dalam hati, bagi Austin acara lelang wanita perawan itu menghabiskan waktu yang tidak berguna, namun karena saat ini Austin ingin menyelamatkan Huaran maka mau tak mau Austin harus duduk dengan para laki - laki pemburu wanita perawan.


"Selamat malam para tuan - tuan yang terhormat, saat ini dihadapan kalian sudah berdiri beberapa wanita yang masih perawan dan siap untuk menghangatkan tempat tidur kalian."


Tuan Cedrik naik ke atas panggung dan mengatakan hal tersebut kepada semua tamunya yang ikut di ajang lelang pada malam hari ini.


"Siapa laki - laki yang dapat memberikan harga paling tinggi dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang salah satu wanita yang saat ini berdiri di hadapan kalian.


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2