Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
KEMARAHAN AUStin


__ADS_3

Maureen tersenyum sambil memandang ke arah Austin yang sudah duduk di atas kloset.


Dan karena sudah tidak tertahankan lagi pada akhirnya Austin harus membuang kotoran tersebut di kloset dan di hadapan Maureen.


Setelah Austin selesai melakukan aktivitas nya tersebut dengan sigap Maureen membersihkan tubuh Austin dan langsung memakaikan kembali celana Austin.


Disini Austin hanya bisa memandang Maureen dengan tatapan tajam, karena seumur hidup Austin, baru kali ini mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang wanita.


"Kalian boleh mengangkat kembali tuan muda Austin di atas tempat tidur."


Dengan tegas Maureen memberikan perintah kepada beberapa pengawal yang telah di panggil masuk ke dalam kamar mandi, dan kini pada pengawal tersebut mengangkat kembali Austin sampai ke tempat tidur.


"Terima kasih tuan - tuan."


Dan terakhir hal tersebut yang Maureen katakan kepada para pengawal, sambil menutup kembali pintu ruang rawat.


Maureen segera menarik selimut Austin hingga ke dadanya.


"Tidurlah tuan, jika tuan membutuhkan bantuan ku, tuan bisa membunyikan lonceng ini."

__ADS_1


Maureen mengatakan hal tersebut sambil mengambil satu lonceng kecil dari saku celananya.


"Tuan apakah tuan Austin tidak ingin melepaskan topeng yang ada di wajah tuan ?"


Deg


Austin yang mendapatkan pertanyaan tersebut langsung kembali mengambil alat tulis dan kertas, dengan wajah marah Austin menuliskan beberapa kata untuk Maureen.


"Kau sudah mulai lancang dengan menanyakan perihal topeng, satu kali kau mengatakan hal yang sama, maka aku tak segan - segan untuk membunuh mu!"


Di akhir, Austin langsung menunjukkan tulisan tersebut kepada Maureen, dan seketika itu juga Maureen hanya bisa terdiam.


Sadar akan kesalahan fatal yang Maureen katakan, Maureen segera menjelaskan maksud dan tujuannya mengapa meminta Austin untuk melepaskan topeng tersebut.


"Kau itu tidak lebih dari istri yang aku nikahi karena terpaksa, jadi kau tidak berhak dengan semua hal yang ada di dalam diriku, apa kau mengerti!"


Austin kembali menunjukkan kata - kata tersebut kepada Maureen.


"Ya tuan Austin aku mengerti, sekarang beristirahat lah, aku akan tidur di samping tempat tidur anda."

__ADS_1


Maureen yang sadar Austin telah marah langsung mengatakan hal tersebut ke arah Austin


Austin pada akhirnya hanya melambaikan tangan meminta Maureen untuk menjauh dari hadapannya.


Maureen yang tidak mau memperpanjang urusan memilih untuk membaringkan dirinya di samping tempat tidur Austin.


Tak butuh waktu lama pada akhirnya Austin langsung terlelap.


Tapi itu semua berbeda dengan Maureen yang masih terbaring dengan menatap langit - langit kamar ruang rawat.


Dia sudah tertidur.


Di dalam hati Maureen mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah Austin yang saat ini sudah tertidur dengan pulas.


*Tuan muda Austin sebenarnya apa yang kau sembunyikan di balik topeng mu itu?


Tuan Austin aku ingi adalah istri mu, aku tidak akan pernah membocorkan rahasia yang ada di dalam diri mu, namun sampai saat ini kau masih belum menganggap aku sebagai istri sah dari mu.


Mungkin bagi mu aku ini hanya wanita yang terpaksa kau nikahi*.

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2