Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
RENCANA PERNIKAHAN


__ADS_3

Katakan Jean."


"Kalian harus tau sampai saat ini madam Beatrix belum mengetahui keadaan Maureen yang sebenarnya bukan? jika sampai madam Beatrix mengetahuinya kalian bisa langsung membayangkan apa yang akan terjadi?"


Tuan Alexander dan juga Austin kini hanya bisa saling pandang mendapatkan pertanyaan tersebut dari dokter Jean.


"Madam Beatrix akan memeras kita dan akan menjadikan kita tambang uangnya."


"Tepat sekali Austin, jika saat ini kau mengambilnya dengan alasan kau puas dengan pelayanannya tanpa mengetahui hal yang sebenarnya, kau bisa membohongi madam Beatrix, dan suatu saat jika pada akhirnya madam Beatrix sampai mengetahui kebenarannya, madam Beatrix tidak bisa melakukan apa - apa karena nona Maureen sudah sah menjadi milik mu."


"Dan dunia mafia akan tetap terkendali dengan baik, jika saja ada penyerangan kepada Black Devil seperti sepuluh tahun yang lalu."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah tuan Alexander.


"Alexander maafkan aku, aku sama sekali tidak memiliki maksud apa - apa ketika aku mengatakan hal ini."


Tuan Alexander membalas tatapan dokter Jean dengan menarik nafasnya dalam - dalam.


"Tak masalah Jean, kini aku berusaha untuk menerima kematian Laura sebagai takdir cinta antara aku dengannya."


"Syukurlah jika pada akhirnya kau bisa melakukan akan hal itu Alexander."


"Austin apa yang dikatakan oleh bibi mu itu ada benarnya, saat ini banyak kelompok mafia yang sedang mengintai kelompok Mafia Black Devil, karena perdagangan yang kita lakukan selalu untung dan itu akan sangat berbahaya bagi nona Maureen."


"Mereka bisa menggunakan nona Maureen untuk kepentingan pribadi mereka."


"Dan satu hal lagi tentang madam Beatrix itu juga benar Austin, sepertinya untuk kali ini kau sudah tidak ada pilihan lain lagi, kau harus tetap menikah dengan nona Maureen, Austin."


Tuan Alexander mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah Austin yang dari tatapan matanya masih tidak setuju dengan keputusan dari dokter Jean dan juga tuan Alexander, namun pada akhirnya Austin harus tetap memberikan keputusan di dalam permasalahannya kali ini.


"Baiklah, aku mengerti jika kali ini aku yang salah, dan sebagai laki - laki sejati aku akan bertanggung jawab atas setiap kesalahan yang telah aku lakukan."


Setelah mengatakan hal tersebut nampak terjadi keheningan sesaat di ruang kerja Austin.


"Ya aku akan menikahi wanita malam itu, namun dengan beberapa syarat."


"Syarat apa yang akan kau ajukan Austin?"

__ADS_1


Dokter Jean kembali menanyakan syarat apa yang di minta oleh Austin agar Austin mau untuk menikah dengan Mauren.


"Pertama aku tidak akan tinggal satu atap dengan wanita itu, ke dua aku tetap tidak ingin membuka jadi diriku terhadap nya."


"Jadi kau akan menikah dengan nona Maureen dan akan tetap menutup ke dua matanya dengan kain hitam jika dia ingin bertemu dengan mu?"


Dengan cepat Austin langsung menganggukkan kepalanya saat dokter Jean bertanya untuk yang kesekian kalinya.


"Sungguh kali ini aku tidak bisa berkata apa - apa lagi Austin jika pada akhirnya itu menjadi pilihan mu."


"Ya ini telah menjadi keputusan ku, dan pernikahan itu akan dilakukan secara tersembunyi tanpa mengatakan kepada siapapun juga."


Kini tuan Alexander dan dokter Jean hanya bisa saling pandang mendengarkan keputusan dari Austin.


"Baiklah, papa menghargai keputusan mu Austin, Jean aku minta pernikahan segera saja di lakukan agar nona Maureen mendapatkan status yang jelas."


"Ya aku pun berharap seperti itu, namun sebelum pernikahan, kita harus membeli nona Maureen terlebih dahulu dari madam Beatrix, agar tidak menjadi kesalahan jika kita tiba - tiba saja melakukan pernikahan dan itu tersembunyi, itu akan menyalahi kontrak yang telah di buat Austin."


"Bagaimana Austin?"


"Ya pa, Jo yang akan mengurusnya, kita akan membayar beberapa pun Madam Beatrix minta."


"Baiklah, aku rasa Minggu depan pernikahan itu bisa dilakukan, bagaimana Jean?"


"Ya Alexander, proses dengan Madam Beatrix tidak akan memakan waktu lama asalkan kita bisa menyediakan apa yang dia minta, maka dengan senang hati madam Beatrix akan melepaskan nona Maureen."


"Ya kau benar Jean, baiklah aku rasa masalah ini sudah selesai, aku akan beristirahat, apakah kamar rahasia di lorong nomor lima masih bisa aku tempati?"


Austin dan dokter Jean kini hanya bisa saling pandang ketika mendengarkan pertanyaan tuan Alexander.


"Apakah papa serius akan menempati kamar itu selama di tempat ini?"


Austin mengatakan hal tersebut agar lebih menyakinkan lagi tuan Alexander."


"Ya Austin papa mu ini sudah yakin akan menempati kamar itu."


"Baiklah pa, aku selalu merawat kamar ibu dengan baik dan selalu tidak mengizinkan kamar itu untuk di buka sembarangan orang."

__ADS_1


"Kau tau Alexander, anak mu ini hampir saja menembak nona Maureen karena nona Maureen masuk ke dalam kamar itu tanpa izin."


Tuan Alexander hanya bisa tersenyum dengan sinis ketika mendengarkan cerita dokter Jean.


"Jika aku masih muda seperti Austin aku juga akan melakukan hal yang sama Jean, apalagi jika itu adalah kamar orang yang kita cintai yang telah mati terbunuh oleh para mafia sepuluh tahun yang lalu."


Dokter Jean dan Austin kini hanya bisa terdiam dengan semua perkataan dari tuan Alexander.


"Baiklah karena tidak ada hal lagi yang perlu kita bicarakan aku akan kembali ke ruang kerjaku."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil memecah keheningan yang tiba - tiba saja terjadi di tengah - tengah percakapan tersebut.


"Ya aku pun seperti itu, ayo Jean aku akan mengantarkan mu ke ruang kerja."


Setelah mengatakan hal tersebut dokter Jean dan juga tuan Alexander keluar dari dalam ruangan Austin.


Kini tinggal Austin sendiri yang berada di dalam ruangannya.


"Menikah? menikah dengan wanita pelacur? sungguh dunia itu seperti permainan belaka, tak kusangka aku harus mengakhiri masa lajang ku di tangan wanita pelacur seperti dirinya."


Austin mengatakan hal tersebut sambil menembak dengan sengaja satu patung yang kini di dibuatnya hancur berkeping - keping.


Sementara itu hari ini di kamar penjara cinta.


"Pengawal di mana nona Maureen?"


Huaran yang datang mengunjungi Maureen sangat heran ketika mendapatkan kamar Maureen tiba - tiba saja kosong.


"Nona Maureen telah di pindahkan."


Dengan singkat salah satu pengawal wanita mengatakan hal tersebut kepada Huaran.


"Dipindahkan? pengawal apakah aku boleh mengetahui kemana nona Maureen di pindahkan?"


"Nona Maureen di pindahkan ke mansion Utara nona Huaran."


Deg

__ADS_1


Kini Huaran hanya bisa terdiam dengan perkataan dari salah satu pengawal wanita tersebut.


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2