Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
PERKATAAN TAJAM AUSTIN


__ADS_3

Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah tuan besar Alexander.


"Dendam itu sampai kapanpun tidak akan pernah terselesaikan dengan baik dan akan terus berlanjut sampai generasi ku nanti, dan aku tidak akan pernah bisa menjadi seseorang yang setenang ini."


Dengan menarik nafas panjang dokter Jean mengatakan hal itu kepada tuan besar Alexander.


"Apa yang kau katakan benar Jean, jika saja saat itu hatiku tidak tersulut oleh amarah, mungkin saja saat ini Austin tidak memiliki banyak musuh."


Dengan menatap ke langit tuan besar Alexander mengatakan hal itu.


"Salah satu hal yang membuat Austin memiliki banyak musuh adalah karena dengan berani aku menghabisi kelompok mafia terbesar itu tanpa ampun."


"Dan beberapa mafia yang melarikan diri membentuk jaringan baru sehingga menjadi banyak kelompok mafia seperti sekarang, dengan dendam mereka terhadap kelompok mafia Black Devil yang tidak pernah mati di dalam ingatan mereka dan juga semua keturunannya."


"Sudahlah Alexander semuanya sudah terjadi, kau tidak perlu menyesali nya lagi."


Dokter Jean menepuk - nepuk pundak kakak kandungnya tersebut.


"Yang saat ini kita berdua pikirkan adalah Austin, ya Austin tidak boleh terus memiliki pikiran tentang kekuasan dan membunuh orang lain tanpa menghargai nyawa orang tersebut."


Dokter Jean mengatakan hal itu sambil kembali menatap ke arah tuan besar Alexander.


"Ya kau benar Jean, aku tidak menginginkan jika kelak keturunan dari Austin harus berhadapan dengan banyak musuh seperti kakeknya dan juga ayahnya."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya Alexander dan itu sebabnya terkadang Austin tidak perlu mengetahui semua rahasia masa lalu dari Black Devil, karena untuk mencegah Austin merasakan rasa yang terus ingin membalas dendam dan juga ingin membunuh."


"Tapi Jean apakah ini baik untuk psikologi Austin? dengan. Austin tidak mengetahui banyak hal yang terjadi di masa lalu?"


"Alexander, terkadang ada beberapa hal yang tidak perlu untuk kita ceritakan saat ini juga, mungkin pada nantinya Austin harus tetap mengetahui semua cerita - cerita kehidupan di masa lalu, namun menurut ku itu harus bertahap."


"Dan aku berharap saat pada nantinya Austin sudah mengetahui semuanya, ada satu orang wanita yang bisa meredam setiap emosinya dengan baik, ada satu wanita yang bisa menjadi istri yang baik yang selalu memberikan apa yang mungkin Austin belum pernah dapatkan."


"Maksud mu Austin perlu kasih sayang seorang ibu?"


Dengan cepat dokter Jean langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Karakter keras dan sikapnya yang sungguh amat sangat arogan salah satunya karena faktor ini Alexander."


"Dan hanya dari seorang istri yang baik, istri yang bijaksana yang akan memberikan hal ini kepada Austin, bukan para nona malam yang selalu di sewa Austin untuk dirinya bersenang - senang."


"Apakah nona Maureen mampu untuk melakukan itu Jean."


"Mari kita berdoa Alexander, agar nona Maureen di berikan kesabaran ekstra untuk menghadapi Austin karena dari setiap masa lalu nona Maureen yang diceritakan kepada ku juga masa lalu yang kelam."


"Tuan Alexander hanya bisa menganggukkan kepalanya saat mendengarkan cerita masa lalu dari nona Maureen."


"Ya Jean semoga saja nona Maureen bisa untuk menghadapi anak ku yang keras nya seperti batu itu."


"Hari ini mereka telah aku buat menjadi satu tempat tidur dan sampai sekarang tidak terdengar keributan dari dalam kamar mereka."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan satu jendela kamar yang lampunya telah di padam kan .


"Ya kau benar Jean sampai tengah malam ini aku belum mendengarkan suara keributan di dalam kamar tersebut."


"Ya Alexander, dengan menyatukan mereka di dalam satu kamar mau tidak mau mereka pada akhirnya akan terlibat percakapan dan itu yang akan menambah kehangatan mereka berdua."


"Alexander ini sudah tengah malam, ayo kau harus masuk ke dalam kamar, aku akan mengantarkan mu."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Baiklah Jean, ayo aku sudah ingin cepat tidur juga."


Selesai mengatakan hal tersebut tuan besar Alexander pun beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti langkah kaki dokter Jean untuk kembali masuk ke dalam mansion.


Malam hari ini tersimpan banyak cerita masa lalu dari kelompok mafia Black Devil yang sampai saat ini belum diketahui banyak oleh Austin, karena dokter Jean begitu menjaga hati dari pikiran keponakan kesayangan itu.


"Ah maafkan aku tuan muda."


Pagi ini Maureen yang sudah terbangun sungguh sangat kaget ketika mendapatkan tangannya memeluk erat dada bidang milik Austin.


Dan Maureen yang sudah bangun segera mengatakan hal tersebut.


"Berisik sekali kau!"

__ADS_1


Austin yang mendengarkan teriakan kecil dari Maureen langsung terbangun dan menatap tajam ke arah Maureen.


Dunia mafia mengajarkan telinga Austin menjadi telinga yang tajam dengan suara yang pelan bisa membuat telinga nya tersebut mendengarkan banyak hal.


"Maafkan aku tuan muda, maafkan aku."


Dengan cepat Maureen langsung menjauh dari tubuh hangat Austin.


Dan Austin yang kini telah terbangun langsung bangkit dari tempat tidurnya tersebut.


Ke dua mata Maureen terbelalak ketika melihat tubuh atletis Austin yang selama tidak pernah Maureen lihat karena ketika akan bercinta dengan Austin, ke dua mata Maureen selalu ditutup oleh kain hitam.


"Hei apa yang kau lihat ha? dasar wanita mesum."


Maureen langsung tersentak dengan apa yang telah Austin katakan tersebut.


"Maafkan aku tuan muda, baru pertama kali ini aku bisa melihat tuan muda."


"Siapa bilang kau sudah melihat ku seutuhnya, aku masih belum mengizinkan mu untuk melihat wajah ku."


Dan benar saja Maureen langsung memandang wajah Austin yang sampai saat ini masih menggunakan topeng berwarna hitam.


"Kenapa tuan muda juga belum mengizinkan Maureen untuk melihat nya?"


Dengan polos Maureen menanyakan hal itu kepada Austin.


"Ya tentu saja, aku belum mengizinkan karena bagiku kau tetap lah orang lain, jika saja kau tidak mengandung darah daging ku saat ini, mana mungkin aku mengizinkan mu untuk tidur satu tempat tidur dengan ku di dalam kamar pribadi ku ini."


Sungguh hati Maureen saat ini sangat tersentak dengan jawaban yang Austin berikan kepadanya.


Dari jawaban itulah Maureen tersadar bahwa dirinya memang bukan siapa - siapa bagi Austin.


Dirinya tak lebih hanya nona malam yang saat ini sedang mengandung darah daging dari keturunan Black Devil.


Karena jika itu tidak terjadi, tidak mungkin kelompok mafia besar seperti Black Devil memberikan fasilitas demi fasilitas kepadanya yang hanya seorang nona malam biasa.


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2