
Sungguh pertanyaan Maureen kini membuat dokter Jean sangat tersentuh.
"Nona untuk hal yang satu ini aku tidak bisa dan tidak berani untuk menjawabnya, karena pada dasarnya sampai saat ini pun aku belum pernah melihat wajah asli tuan muda kami."
Dokter Jean mengatakan hal yang sebenarnya kepada Maureen mau tidak mau dengan tatapan iba.
"Jadi pada akhirnya menjadi mustahil jika pada nantinya anak ku ingin melihat wajah ayah kandungnya?"
Air mata Maureen kembali mengalir ketika pada akhirnya mendapatkan jawaban dari dokter Jean.
"Dokter tau, sejak kecil aku tidak pernah melihat ke dua orang ku, bahkan wajahnya saja aku tidak ingat dan kali ini harus terulang kembali kepada anak ku."
Maureen yang sebenarnya sudah tidak ingin menangis dengan sekuat tenaga kini berusaha untuk menghapus air matanya tersebut.
"Tidak ada yang mustahil jika Tuhan yang berkehendak nona."
"Tugas kita sekarang hanya mendoakan hal ini, mungkin kita sebagai manusia akan mengatakan itu mustahil, tapi tidak dengan kuasa Tuhan."
Dokter Jean kini berusaha untuk menenangkan hati Maureen yang kembali terguncang.
"Iya dokter, terima kasih untuk semua hal yang sudah dokter berikan kepada ku."
"Sama - sama nona Maureen."
Dan setelah dokter Jean selesai mengatakan kalimat nya, salah satu pengawal wanita masuk ke dalam kamar penjara cinta milik Maureen.
"Bagaimana pengawal apakah semuanya sudah siap?"
"Semuanya sudah siap dokter Jean, tuan muda mengabulkan permintaan anda untuk memakai mansion di sisi utara ini."
Dokter Jean tersenyum mendengarkan keputusan Austin yang dirasakan cukup bijaksana.
"Baiklah mungkin lebih baik jika kita memindahkan nona Maureen segera ke mansion Utara saat ini juga."
"Mari nona Maureen."
"Tunggu, apa yang akan kau lakukan pengawal?"
Dokter Jean kembali mengatakan hal tersebut ketika sudah bersiap-siap akan mengikat kembali tubuh Maureen.
"Sesuai dengan peraturan di dalam mansion Black Devil dokter Jean."
"Tidak, aku tidak mengizinkan prosedur itu dilakukan untuk nona Maureen saat ini, aku yang akan menjamin nya, saat ini nona Maureen adalah pasien pribadi ku dan aku ingin nona Maureen bisa meninggalkan kamar penjara cinta tanpa ikatan dan penutup mata."
__ADS_1
"Baiklah dokter Jean."
"Mari nona Maureen.
"
Sungguh Maureen di buat takjub ketika pada pengawal tunduk terhadap perintah dokter Jean.
"Terima kasih dokter Jean."
Maureen segera beranjak dari tempat tidurnya dan langsung meninggalkan kamar penjara cinta.
Untuk pertama kalinya Maureen bisa melihat isi mansion Black Devil dan betapa takjub nya ketika Maureen melihat betapa megahnya mansion tersebut.
Maureen juga melihat banyak pintu dengan pengamanan tingkat tinggi dan menggunakan kunci sidik jari dari dokter Jean.
"Nah nona ini adalah mansion sebelah Utara yang akan menjadi tempat tinggal nona Maureen."
Sungguh saat ini ke dua mata Maureen di buat tidak percaya ketika melihat bangunan sangat megah dan beberapa pengawal yang langsung membungkukkan kepalanya saat melihat kedatangan Maureen.
"Mereka adalah para pengawal yang diberikan tuan muda khusus untuk menjaga mu nona, mulai saat ini kau tidak boleh mengerjakan apapun, kau hanya perlu menjaga kandungan mu dengan baik."
Maureen hanya bisa menganggukkan kepalanya dan semakin takjub akan isi mansion di bagian Utara ini .
"Pasti nona Maureen, untuk sementara nona akan tinggal disini, dan di larang menginjakkan kaki di mansion utama lagi, semua ini demi keamanan nona Maureen."
Meskipun Maureen heran akan hal ini, namun pada akhirnya Maureen hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
"Baiklah nona sepertinya aku harus pergi, nona beristirahat lah."
"Baiklah dokter."
Setelah mengatakan hal tersebut dokter Jean pergi dari hadapan Maureen.
Kini tinggal Maureen yang berada di dalam kamar, Maureen berjalan ke arah pintu jendela yang dapat di buka dengan lebar.
Rupanya pintu jendela tersebut langsung menghadap ke arah taman bunga mawar.
"Taman ini, ya aroma bunga mawar yang malam itu pernah aku cium, kini aku bisa melihat betapa indahnya taman ini, dan aku bisa mengingat kembali bagaimana kau menyentuh ku dengan penuh gairah di kursi taman itu tuan muda."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil melihat ke arah taman, Maureen memejamkan ke dua matanya dan berusaha untuk mengingat permainan ranjangnya bersama dengan tuan muda misterius yang pernah mereka lakukan di bangku taman tersebut.
Sementara itu di mansion utama Black Devil, di ruang kerja Austin saat ini sedang berdiri laki - laki paruh baya dengan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Austin, Austin bagaimana semuanya itu bisa terjadi? papa sudah mengingatkan mu berulang - ulang, jika kau masih mau bermain - main dengan nona malam, kau harus menggunakan pengaman saat akan bercinta dengan mereka, kecuali kau sudah betul - betul siap menjadi seorang ayah kau boleh melepaskan pengaman mu itu."
"Austin juga tidak menyangka jika pada akhirnya seperti ini pa, lalu apa yang harus Austin lakukan selanjutnya?"
Namun belum sempat menjawab pintu ruang kerja Austin terbuka.
"Halo Alexander, lama tidak berjumpa."
"Jean, sungguh kau luar biasa."
Tuan Alexander begitu melihat kedatangan dokter Jean kini saling berpelukan.
"Apakah kau tidak merindukan kakak kandung mu ini Jean?'
Dengan ringan tuan Alexander mengatakan hal tersebut kepada dokter Jean.
"Tentu saja aku merindukan mu kakak ku yang terhormat, yang tiba - tiba saja berhenti dari dunia mafia, dan hubungan kekeluargaan kita yang sampai saat ini masih dirahasiakan, suatu saat tak dapatkah aku mengatakan kepada dunia bahwa Austin adalah keponakan ku yang paling tersayang."
"Ya, ya belum saatnya Jean."
"Kurasa sampai aku mati aku tidak akan bisa mengakui keponakan ku sendiri."
"Jean sudah lah, bagaimana pendapat mu dengan permasalahan Austin saat ini? dunia mafia bisa gempar dengan hal ini."
"Saran dari ku Austin harus menikah resmi dengan nona Maureen."
Austin yang saat itu tengah meneguk kopi langsung tersedak dengan perkataan dokter Jean.
"Aku menikah? aku menikahi wanita malam itu? tidak, tidak ini bukan menjadi keputusan yang baik, aku tidak mau."
"Kau benar Austin, tapi itu bukan ide yang baik sepertinya."
"Kalian belum selesai mendengarkan semuanya para tuan muda."
"Kalian harus ingat jika nona Maureen itu adalah nona malam yang datang ke mansion ini dengan perjanjian kontrak dengan madam Beatrix."
"Lantas apakah ada hubungan nya dengan semua ini Jean?"
"Ada Alexander, sangat ada."
"Katakan Jean."
"Kalian harus tau sampai saat ini madam Beatrix belum mengetahui keadaan Maureen yang sebenarnya bukan? jika sampai madam Beatrix mengetahuinya kalian bisa langsung membayangkan apa yang akan terjadi?"
__ADS_1
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih