Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
TERINGAT MAUREEN


__ADS_3

"Mungkinkah aku sudah jatuh cinta kepada tuan muda misterius itu?"


"Aku jatuh cinta tanpa bisa melihat wajahnya, sungguh ini cinta gila, sungguh ini cinta yang sangat aneh dan baru kali ini aku merasakan hal ini.


Maureen mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya berulang - ulang.


Malam hari ini Maureen tertidur dengan perasaan cintanya yang aneh.


Sedangkan tuan muda Austin sepanjang malam sibuk menghabiskan minuman keras dan juga menghisap rokok kesayangannya.


Ke duanya tertidur dengan jalan pemikiran nya masing - masing dan belum pernah tau hasil akhirnya akan seperti apa pada nantinya.


"Selamat pagi tuan Austin."


Satu pengawal laki - laki berdiri di depan mobil yang akan membawa Austin pergi.


"Asisten Jo, kau ikut dengan ku saja, jangan khawatirkan wanita malam itu, dia akan di jaga dengan baik oleh para pengawal wanita."


"Baik tuan Austin."


Dan seketika itu juga asisten Jo masuk ke dalam membawa mobil tersebut keluar dari mansion Black Devil.


Sementara itu pagi ini di kamar penjara cinta, Maureen nampak bangun lebih pagi, Maureen mencoba untuk melihat jendela kamar dan Maureen melihat satu mobil melintas keluar dari dalam mansion.


"Selamat pagi nona Maureen."


Deg


Satu orang pengawal wanita yang masuk ke dalam kamar Maureen sungguh membuatnya sangat kaget.


"Pagi juga, pengawal boleh aku bertanya sesuatu?"


"Katakan saja nona, jika hal tersebut tidak terlarang untuk kami jawab, kami pasti akan menjawabnya."


"Tadi dari jendela aku melihat mobil ke luar dari halaman mansion ini, apakah itu mobil tuan muda kalian?"


"Betul nona Maureen, pagi ini tuan muda kami pergi dan akan kembali kemari satu Minggu ke depan."


"Satu Minggu?"


Sungguh saat ini wajah Maureen terlihat sangat kaget ketika mendengarkan jawaban dari satu pengawal wanita yang kini masih berdiri di hadapannya.


"Betul nona Maureen."


"Lalu bagaimana dengan ku? sebentar lagi kontrak ku sudah habis dan aku akan segera keluar dari dalam mansion ini."

__ADS_1


""Kontrak nona Maureen sudah di perpanjang sampai tiga bulan ke depan."


"Apa?"


Maureen mengatakan hal tersebut dengan suara yang sangat nyaring.


"Bagaimana bisa? aku sama sekali belum menyetujui perpanjangan kontrak ini, lalu bagaimana dengan seenaknya tuan muda kalian bisa memperpanjang kontrak tersebut tanpa seizin ku?"


"Tuan muda kami tidak perlu membutuhkan izin nona Maureen untuk memperpanjang kontrak anda nona."


Seketika itu juga Maureen langsung mundur dan menyandarkan tubuhnya di tembok.


"Jadi aku akan berada di mansion ini sampai tiga bulan ke depan?"


Maureen mengatakan hal tersebut sambil menatap langit - langit kamar.


"Betul nona Maureen, tuan muda kami sudah mengurus semuanya dengan madam Beatrix."


Dan pemberitahuan satu pengawal wanita tersebut membuat dada Maureen menjadi sesak sekali.


Detik ini juga Mauren menaruh satu kekecewaan terbesar kepada madam Beatrix yang dengan seenaknya menyetujui perpanjangan kontrak tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu kepada Maureen.


"Ini makan pagi nona Maureen."


"Terima kasih dan aku mohon pergilah."


Seketika itu juga pengawal wanita tersebut pergi dari hadapan Maureen dan meninggalkan Maureen seorang diri di dalam kamar tersebut.


*Bagaimana bisa madam menyetujui perpanjangan kontrak tanpa seizin ku, apakah karena sewa ini terlalu mahal? sehingga madam menjadi buta karena uang?


Madam sungguh aku kecewa sangat terhadap mu.


Aku memang sedang memperhatikan tuan muda dan sangat penasaran akan wajahnya, namun bukan keinginan ku untuk berada di sini di dalam waktu lama.


Mungkin aku memang tertarik dengan tuan muda misterius tersebut, namun sungguh aku tidak mau di perlakukan seperti binatang lagi*.


Maureen mengatakan hal tersebut sambil terduduk dan menutup wajah dengan ke dua tangannya.


Air mata yang telah lama dia tahan pada akhirnya jatuh juga.


Sungguh kali ini Mauren baru menyadari bahwa madam Beatrix tidak peduli dengannya, madam Beatrix hanya membutuhkan uang yang bisa di raupnya dengan banyak.


Aku tidak boleh seperti ini terus, ya aku harus kabur dari sini, aku harus pergi, apapun caranya, meskipun nyawa menjadi taruhannya, aku tidak mau berada di tempat seperti ini terus.


Untuk yang kesekian kalinya Maureen mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil terus menangis tanpa henti.

__ADS_1


Tangisan Maureen membuatnya memikirkan bagaimana caranya agar Maureen bisa keluar dari dalam mansion terkutuk ini.


Waktu yang terus berlalu dan menjelang malam jet pribadi Austin sudah mendarat dengan selamat di negara Italia.


"Selamat malam tuan Austin, perkenalkan aku Len Jin, aku di utus oleh tuan Cedrik untuk menjemput anda."


Satu laki - laki berbadan kekar dan menggunakan penutup mata pada mata kanannya membungkukkan badan kepada Austin yang kini telah turun dari dalam jet pribadinya tersebut.


"Ya aku tau, tuan Cedrik sudah menceritakan hal ini kepada ku."


"Mari tuan Austin."


Len Jin mempersilahkan Austin untuk masuk ke dalam mobil dengan pengamanan tingkat tinggi menuju satu Kastil tua tempat berlangsungnya acara.


Perjalanan yang berjalan singkat membuat Austin tiba dengan cepat di dalam kastil tua tersebut.


"Silahkan tuan Austin."


"Terima kasih tuan Len Jin."


Dengan jubah hitamnya Austin turun dari dalam mobil dan segera masuk ke dalam kastil tua yang di dalamnya terdapat banyak sekali mafia kelas dunia sedang berkumpul.


"Selamat datang tuan Austin."


Satu laki - laki paruh baya segera menyambut Austin begitu Austin masuk ke dalam kastil tuan tersebut.


Suasana sunyi yang terdapat di luar ruangan mendadak menjadi suasana pesta megah nah mewah yang berada di dalam kastil tua tersebut.


"Terima kasih anda telah mengundang ku tuan Cedrik."


Austin mengatakan hal tersebut sambil menyambut hangat pelukan tuan Cedrik.


"Tentu Austin, kau akan tetap masuk ke dalam tamu kehormatan, penerus mafia Black Devil akan terus menjadi tamu kehormatan di bawah kepemimpinan ku."


Tuan Cedrik mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk pundak Austin berkali - kali.


"Ayo kau harus menikmati semua hidangan yang saat ini sudah tersaji."


"Dan tak kalah penting kau juga bisa menikmati wanita - wanita cantik di ujung sana yang dengan senang hati siap untuk melayani."


Tuan Cedrik menunjukkan kumpulan wanita cantik yang sedang duduk dengan ke dua mata yang di tutup oleh kain hitam.


Dan tiba - tiba saja pikiran Austin langsung tertuju kepada Maureen ketika melihat wanita - wanita yang telah disediakan oleh tuan Cedrik.


"Austin apakah kau baik - baik saja?"

__ADS_1


Tuan Cedrik kembali menepuk pundak Austin karena kini tuan Cedrik tiba - tiba saja melihat Austin melamun.


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2