Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
KAMAR KEMATIAN


__ADS_3

Nona Maureen kau telah berbuat kesalahan sangat besar di dalam mansion Black Devil, kamar rahasia di lorong nomor lima adalah salah satu kamar yang sama sekali tidak boleh di masuki oleh siapapun kecuali keluarga Black Devil, barangsiapa berani dengan sengaja untuk masuk ke dalam kamar tersebut tanpa izin keluarga Black Devil maka bisa di pastikan orang tersebut akan mati.


Di dalam diam Huaran mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Penerbangan dari Italia menuju negara NA telah selesai dan Austin kembali berada di dalam mansion Black Devil tetap tengah malam.


"Bawa wanita malam itu kesini, cepat!"


Masih dengan penuh kemarahan Austin mengatakan hal tersebut kepada beberapa pengawal wanita yang sejak tadi memang sengaja untuk menyambut Austin.


"Baik tuan muda Austin."


Dan tak beberapa lama, para pengawal wanita langsung kembali dengan Maureen yang sudah di Ikat ke dua tangannya kebelakang.


Baru kali ini Maureen melihat satu ruangan serba hitam dengan penuh papan kayu seperti tempat penembakan.


Dan baru kali ini juga ke dua mata Maureen pada akhirnya tidak di tutup kain hitam.


Derap langkah mulai memasuki ruangan dan detik itu juga pada akhirnya Maureen bertemu dengan sang tuan muda misterius.


Maureen memandang tajam satu laki - laki yang berjalan ke arahnya, satu laki - laki yang berjalan mendekat ke arahnya..


Maureen hanya dapat melihat laki - laki bertubuh tegap, dengan rambut pirang panjang, serta jubahnya berwarna hitam.


Namun Maureen tetap tidak dapat melihat wajah dari pemilik laki - laki tersebut, karena wajahnya menggunakan topeng.


"Kau tau kesalahan apa yang telah kau lakukan?"


Austin mengatakan hal tersebut sambil menarik rambut panjang Maureen.


"Apa kesalahan ku tuan muda!"


Dengan tak kalah lantang Maureen mengatakan hal tersebut kepada Austin.


"Apakah kau sadar bahwa kau telah masuk ke dalam kamar paling terlarang di dalam mansion ini?"


Setelah mengatakan hal tersebut Austin langsung menampar pipi Maureen hingga Maureen tersungkur di lantai.


"Aku tidak tau, itu hanya kamar biasa, kamar kuno yang sudah tidak berpenghuni lagi, jadi apa yang di sebut kamar rahasia?"


Maureen tidak sadar jika ucapannya membuat Austin semakin murka.

__ADS_1


Dengan cepat Austin menarik rambut panjang Maureen dan menyeret tubuh Maureen yang sedang terikat beberapa langkah.


"Kau wanita rendahan, kau wanita murahan, kau seperti budak yang jika aku bunuh pun nyawa mu tidak berarti, aku akan membunuhmu dengan ke dua tangan ku dan aku akan menaruh mayat mu di pelataran untuk di cabik - cabik oleh burung Gagak.'


Deg


Sungguh kali ini ucapan demi ucapan Austin sangat membekas di hati Maureen.


"Pengawal pasang Maureen di tiang itu!"


Dengan suara yang nyaring Austin meminta beberapa pengawal untuk mengikat Maureen di atas papan di ujung sana.


Dan dengan sigap para pengawal wanita langsung mengangkat tubuh Maureen dan mengikat dengan kencang tubuhnya di papan tersebut.


"Aku tidak akan langsung membunuh mu nona, tapi aku akan mempermalukan mu terlebih dahulu."


Setelah mengatakan hal tersebut dengan kasar Austin merobek semua pakaian yang dikenakan oleh Maureen sehingga kini tubuh polosnya terlihat oleh semua orang yang berada di dalam ruangan.


"Para pengawal pria, sekarang kalian boleh menikmati tubuh wanita murahan ini dengan puas."


Austin yang masih murka mengatakan hal tersebut kepada semua pengawalnya yang juga berada di dalam ruangan.


Kini hanya isak tangis yang bisa terdengar dari Maureen, sungguh baru pertama kali di dalam hidupnya Maureen mengalami pelecehan hebat seperti ini.


"Ini akibatnya kau berani melanggar kelompok mafia Black Devil!"


Austin mengatakan hal tersebut sambil ******* dengan kasar bibir Maureen, menyentuh semua area sensitif Maureen tanpa perasaan dan terakhir melakukan penyatuan dengan sangat kasar terhadap Maureen.


Semua itu sengaja Austin lakukan untuk mempermalukan Maureen di hadapan semua pengawalnya dan juga orang - orang yang bekerja di dalam mansion.


Saat ini Maureen hampir pingsan karena Austin terus melakukan penyatuannya berulang - ulang, memaksa melakukan hal itu terus dan terus menerus.


Dengan perlahan para pengawal wanita hanya bisa menutup ke dua matanya karena tidak tega melihat penyiksaan yang di alami oleh Maureen saat ini.


Rupanya Maureen tidak pernah mengetahui jika hukuman yang diberikan oleh mafia Black Devil itu akan sangat mengerikan jika sampai melanggar perintah - perintah mereka.


"Bagaimana apakah kau sudah puas wanita murahan!"


Dengan kelelahan Austin kembali mengatakan hal tersebut kepada Maureen yang kini sudah tidak berdaya lagi.


"Saatnya kau mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang yang berada disini."

__ADS_1


"Ah aku lupa kau tidak punya keluarga dan kau hanya hidup sendiri bukan? itu yang aku baca dari laporan kesehatan mu, sungguh wanita murahan yang malang."


Austin mengatakan hal tersebut sambil menarik kembali rambut Maureen, saat ini Maureen sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan.


Tubuhnya sudah dengan penuh dengan tanda cinta dan bagian kewanitaan kini sangat sakit karena di paksa oleh Austin.


"Sekarang bersiap - siaplah untuk mati!"


Austin langsung menarik pelatuknya dan bersiap untuk menembak Maureen, namun belum sempat tembakan itu menggema satu langkah terdengar membuka pintu ruangan tersebut dan satu orang wanita paruh baya masuk ke dalam ruangan kematian tersebut.


"Tunggu tuan Austin, sebelum anda menembak alangkah baiknya anda mendengarkan saya terlebih dahulu."


"Dokter Jean? untuk apa anda datang ke ruang kematian ini?"


Dokter Jean adalah dokter pribadi yang bekerja kepada kelompok mafia black Devil .


"Ada satu hal yang harus aku beritahukan kepada mu tuan Austin."


"Tentang apa dokter Jean?"


"Tentang kesehatan nona Maureen."


"Ah aku tidak perduli akan hal itu."


Austin langsung kembali menarik pelatuknya kembali dan bersiap untuk menembak.


"Tapi kau harus membaca ini."


Dokter Jean mendekatkan diri ke arah Austin dan menyerahkan satu lembar kertas.


Mata Austin membulat ketika membaca isi dari laporan kesehatan yang di serahkan oleh dokter Jean.


"Apakah ini benar dokter Jean?"


Dokter Jean tidak banyak berkata - kata selain hanya menganggukkan kepalanya dan kembali menatap tajam ke arah Austin.


"Untuk kali ini aku mohon urungkan niat mu untuk membunuhnya tuan muda Austin."


Austin kini hanya bisa terdiam dan sungguh sangat terdiam, dia sadar jika detik ini juga harus memutuskan hal besar dan pada akhirnya dengan menarik nafasnya dalam - dalam.


"Pengawal turunkan wanita itu, dan bawa kembali ke dalam kamar penjara cinta."

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2