Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
JARUM SUNTIK


__ADS_3

Dengan tegas Maureen mengatakan hal tersebut kepada Huaran setelah mencium aroma minuman tersebut yang sangat menyengat.


"Tapi nona harus tetap meminumnya."


"Apakah ini juga termasuk perintah yang harus aku patuhi di dalam mansion ini?"


"Betul nona Maureen."


"Jadi jika aku menolak, maka hal sama yang akan terjadi kepada ku akan terulang?"


Huaran hanya terdiam mendengarkan apa yang ditanyakan oleh Maureen, Huaran menatap tajam ke arah Maureen yang saat ini masih terbelenggu di dalam kegelapan.


Nona Maureen seandainya anda tau, aku sangat ingin meminum ramuan ini, karena ramuan ini nanti yang akan membuat mu terhanyut di atas tempat tidur bersama dengan tuan Austin.


Huaran mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah Maureen.


"Hei Huaran kau masih ada di sebelah ku bukan? kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?"


"Ah maafkan saya nona Maureen, ya semua hukuman yang anda terima akan sama."


Dengan menarik nafas panjang pada akhirnya Maureen hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Baiklah aku akan mencoba untuk meminum nya."


Maureen pada akhirnya mengambil satu keputusan berat dengan meminum ramuan yang berbau sangat tajam.


"Huaran berikan aku air! sungguh ini sangat pahit!"


Maureen yang telah menelan minuman tersebut langsung berteriak kepada Huaran.


"Nona Maureen tidak boleh meneguk minuman apapun sampai rasa pahitnya itu hilang."


"Apa?"


Sungguh kali ini Maureen ini sekali marah, namun tiba - tiba Maureen langsung teringat akan hukuman apa yang akan dia terima jika dia tidak menuruti apa yang telah menjadi peraturan di mansion Black Devil.


"Lalu apa lagi yang harus aku lakukan Huaran?"


"Tidak ada nona Maureen, para pengawal akan menyuapi anda makan."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Huaran memilih untuk diam.


Huaran hanya memandang Maureen yang saat ini sedang di layani oleh para pelayan.


"Nona Huaran sarapan untuk pagi ini telah selesai."


"Ya lakukan hal yang sama untuk makan siang dan makan malam, nona Maureen akan bertemu kembali dengan tuan muda setelah jamuan makan malam tuan muda."

__ADS_1


Deg


Maureen yang sejak tadi menundukkan wajah langsung berani untuk mengangkat wajahnya.


"Jadi nanti malam aku akan berhadapan dengan tuan muda kalian lagi?"


"Ya nona Maureen, pengawal bawa kembali nona Maureen ke penjara cinta, jangan kalian lupa jika nanti nona Mauren keluar untuk makan siang dan makan malam, kalian harus mengikatnya dengan kencang."


"Tunggu Huaran kau mau kemana?"


Maureen yang mendengarkan perintah dari Huaran kepada para pengawal merasakan keanehan segera kembali bertanya kepada Huaran.


"Saya harus pergi nona Maureen ada tugas lain yang harus saya kerjakan."


"Tapi Huaran kau akan meninggalkan aku sendiri?"


"Anda tidak sendirian nona Maureen ada beberapa pengawal pribadi yang dengan sengaja di tempat kan di sisi anda."


Selesai mengatakan hal tersebut Huaran langsung bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Maureen di ruang makan dalam keadaan terikat bersama dengan para pelayan yang lainnya.


"Huaran tunggu!"


Maureen berteriak memanggil - manggil nama Huaran namun Huaran tidak kembali mendekat ke arahnya.


"Nona Maureen ayo kembali ke kamar penjara cinta."


Sementara itu di dalam salah satu kamar kosong di dalam kegelapan satu orang gadis sedang berdiri di depan satu laki - laki dengan keadaan sang gadis ke dua matanya tertutup kain hitam.


"Selamat datang Huaran."


Satu suara berat yang Huaran selalu rindukan kini sedang menatapnya dalam - dalam.


"Terima kasih tuan muda Austin berkenan memanggil ku untuk satu tugas khusus."


Huaran mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badannya.


"Asisten Jo mengatakan jika kau cukup mengenal daerah selatan dengan baik, jadi itu sebabnya aku memanggil mu untuk satu tugas khusus."


"Malam ini pergilah ke daerah selatan, nanti selama perjalanan kau harus melakukan semua petunjuk yang akan kau dapatkan di dalam tas berwarna hitam yang akan di serahkan oleh asisten Jo."


"Baik tuan Austin."


"Satu hal lagi, karena ini tugas pertama mu keluar, apapun keadaan mu nanti kau tidak boleh membuka indentitas mu, bahwa kau adalah salah satu pelayan di mansion Black Devil, jika kau berani membuka maka pistol ini akan segera bersarang di kepala mu, apakah kau mengerti?"


Austin mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan pistolnya ke kepala Huaran.


"Baik tuan Austin, Huaran mengerti."

__ADS_1


"Bagus sekarang pergilah."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Huaran di tuntun keluarga dari dalam ruangan gelap tersebut oleh beberapa pengawal.


Sesampainya di luar kamar, Huaran langsung membuka penutup matanya.


Tuan Austin bukan sehari atau pun dua hari, aku sudah bekerja di tempat ini bertahun - tahun, namun sampai saat ini aku harus tetap menggunakan penutup kain hitam ini ketika aku ingin berhadapan dengan mu.


Huaran mengatakan hal tersebut sambil memandang penutup kain hitam yang sudah beberapa tahun menemani Huaran.


"Jo, tutup semua pintu, aku akan tidur."


"Baik tuan muda Austin."


Setelah selesai mengatakan hal tersebut Austin segera memejamkan ke dua matanya.


"Selamat malam nona Maureen."


Malam hari pun tiba, setelah selesai makan malam, Maureen yang telah kembali ke kamar penjara cinta dan bersiap - siap untuk tidur langsung mendapatkan kunjungan mendadak dari para pengawal wanita.


"Ada apa kalian malam - malam datang ke kamar ini?"


"Malam hari ini tuan muda kami akan datang ke kamar penjara cinta nona Maureen, itu sebabnya nona Mauren harus mempersiapkan segalanya."


Deg


Mendengarkan nama tuan muda misterius tersebut Maureen segera meletakkan minuman nya.


"Apa lagi yang harus aku persiapkan?"


"Berdirilah nona Mauren."


Dan setelah Maureen berdiri, salah satu pelayan wanita membuka semua pakaian Maureen, dan memasang penutup mata di kedua mata Maureen.


"Hei tunggu aku belum mengatakan kalian boleh menelanjangi ku bukan?"


"Ya nona, namun ini adalah salah satu perintah yang harus kami jalan kan."


Dengan gesit para pengawal merebahkan Mauren ke atas tempat tidur, dalam keadaan tanpa busan para pengawal mengikat ke dua tangan dan kaki Maureen di atas tempat tidur.


"Sebenarnya siapa tuan muda kalian? kenapa aku diperlakukan seperti binatang ketika aku harus melayani tuan muda kalian di atas tempat tidur?"


Dengan berteriak kencang Maureen mengatakan hal tersebut kepada para pengawal yang saat ini masih sibuk memberikan wewangian kepada seluruh tubuh Maureen.


"Nona Mauren anda harus tahan karena ini akan sedikit sakit."


Tanpa mendapatkan persetujuan dari Maureen salak satu pengawal langsung menusuk lengan Maureen dengan jarum suntik dan di dalamnya berikan obat.

__ADS_1


__ADS_2