Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
MAUREEN TERLUKA


__ADS_3

"Tunggu, aku juga ikut ke dalam mansion itu."


"Tapi tuan."


"Wanita itu saat ini ada di dalam pengawasan ku, jadi aku akan tetap ikut, ayo cepat!"


Austin mengatakan hal tersebut sambil berlari menuju ke mansion Utara.


Dengan berlari sangat kencang pada Akhirnya Austin tiba dengan cepat di mansion Utara tersebut.


Dan betapa terkejutnya ketika Austin melihat keadaan mansion paling mewah tersebut sudah sangat berantakan.


"Tuan muda sepertinya telah terjadi sabotase di dalam mansion ini, kami menemukan salah satu pengawal wanita melakukan bom bunuh diri dengan cara menempelkan bom tersebut kepada tubuhnya."


Austin yang mendengarkan laporan dari salah satu pengawal begitu murka dan sangat marah ketika ada satu penyusup yang masih bisa masuk ke dalam mansion yang telah di jaga dengan ketat.


"Bagaimana keadaan wanita itu di dalam?"


"Sampai saat ini kami masih menemukan keberadaan nona Maureen tuan Austin."


"Baiklah, ayo kita cari dan segera membawa keluar terlebih dahulu wanita itu."


"Baik tuan Austin."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Austin bersama dengan para pengawal masuk ke dalam mansion yang keadaan nya sudah sangat berantakan.


Austin menemukan beberapa mayat pengawal wanita yang tergeletak di lantai satu.


"Ayo kita periksa lantai dua."


"Baik tuan Austin."


Setelah mengatakan hal tersebut Austin dan semua pengawal langsung menuju ke lantai dua dan tepat sampai di dalam kamar utama Austin menemukan Maureen yang pingsan sambil tertindih puing - puing reruntuhan.


Posisi Maureen yang tengkurap saat pingsan rupanya membuat Maureen tetap bisa bernafas meskipun tidak sadarkan diri.


Dengan cepat Austin mengangkat Maureen yang sedang pingsan dan Austin begitu kaget melihat sesuatu hal keluar mengalir.


"Darah, astaga, pengawal cepat kawal aku sampai ke tempat dokter Jean."


Austin mengetakan hal tersebut sambil menggendong Mauren keluar dari dalam mansion.


Austin berlari menembus gelapnya malam untuk sampai ke tempat dokter Jean.


"Tuan muda Austin.


Dokter Jean yang mendengar terjadi ledakan di mansion Utara kini menunggu dengan kabar dari Austin.

__ADS_1


Dan sungguh apa yang menjadi firasat dokter Jean benar, jika Maureen saat ini terluka.


"Dokter Jean dia berdarah."


Austin mengatakan hal tersebut sambil membawa Maureen yang masih pingsan ke dalam ruang pemeriksaan.


"Tuan Austin sebaiknya tenang terlebih dahulu."


"Baiklah dokter Jean."


"Pengawal bantu aku untuk memanggil dokter kandungan di mansion."


"Baik dokter Jean."


Sang pengawal pun segera berlari memanggil dokter yang di maksudkan.


Sungguh mansion Black Devil sudah seperti istana karena di dalam mansion tersebut semuanya tersedia.


Bahkan sampai ruang perawatan dengan peralatan kedokteran yang canggih ada di dalamnya.


Bahkan Black Devil juga memiliki para dokter terbaik yang bekerja di dalam mansion.


"Dokter Daisy mari."


Satu dokter wanita segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


Kali ini dokter Daisy yang mengatakan hal tersebut kepada Austin, karena sejak tadi saat dokter akan melakukan tindakan Austin masih terus berada di dalam ruangan tersebut.


Dokter Jean yang mengetahui jika Austin enggan untuk beranjak segera memberikan isyarat agar Austin menunggu di luar.


Dan pada dengan berat hati Austin keluar dari dalam ruangan tersebut.


Sesampainya di luar, ternyata Austin sudah di tunggu oleh asisten Jo.


"Tuan Austin saya ingin memberikan kabar kepada anda."


"Katakan saja Jo."


"Sepertinya dunia mafia kini sudah mengetahui kehamilan nona Maureen dan juga status anda sebagai suami sah dari nona Maureen."


Deg


Austin langsung memandang tajam kepada Jo yang mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Darimana mereka mengetahui semuanya ini Jo?"


"Salah satu pengawal yang bisa membuka pintu gerbang utama sudah melarikan diri saat sabotase ini terjadi tuan, besar kemungkinan bahwa dia adalah salah satu pengkhianat yang sisipkan oleh musuh untuk mengintai keberadaan Black Devil."

__ADS_1


Austin kini hanya bisa menganggukkan kepalanya saat mendengarkan penjelasan dari Jo.


"Aku mengerti apa yang kau maksudkan Jo, dengan kata lain jika salah satu bagian musuh berhasil kabur dari mansion Black Devil maka sudah pasti berita ini akan tersebar bukan?"


Dengan cepat asisten Jo langsung menganggukkan kepalanya.


"Tepat sekali tuan Austin."


"Dan langkah yang harus kita lakukan adalah."


"Nona Maureen harus tinggal satu atap dengan mu tuan muda Austin."


Tiba -tiba saja ada satu suara yang ikut bergabung selain dari asisten Jo.


"Dokter Jean, bagaimana keadaan wanita itu?"


Dokter Jean yang kali ini sudah keluar dari ruangan langsung menyambar perkataan asisten Jo.


"Ini adalah mukjizat terbesar yang Tuhan berikan, kalian harus tau janin yang di kandung nona Maureen begitu kuat dan itulah yang membuatnya bisa bertahan di dalam rahimnya hingga saat ini meskipun nona Maureen mengalami pendarahan."


"Syukurlah jika sampai seperti itu."


Austin mengatakan hal tersebut sambil menghela nafasnya, baru pertama kali ini dia begitu khawatir akan keselamatan seseorang.


"Jadi tuan Austin aku akan mengulangi perkataan ku sekali lagi, aku meminta untuk nona Maureen harus tetap tinggal satu atap dengan anda tanpa ada pengecualian."


"Apa yang dikatakan oleh dokter Jean itu benar tuan Austin."


Kali ini baru pertama kalinya asisten Jo tidak sepihak dengan tuan mudanya Austin.


"Jika tidak, peristiwa ini akan terulang kembali dan engkau akan kehilangan darah daging mu sendiri tuan muda Austin, untuk kali ini mungkin nona Maureen masih bisa untuk di selamatkan, tapi kita tidak pernah tau untuk kedepannya seperti apa jika nona Maureen tidak mendapatkan perlindungan langsung dari mu tuan muda Austin"


Kali ini nada bicara dokter Jean sangat keras kepada Austin, jika saat saat ini dokter Jean sedang tidak menutup identitas nya, dengan kasar dokter Jean akan langsung memarahi Austin dengan berani.


Austin kini hanya mampu untuk menatap asisten Jo dan dokter Jean secara bergantian dan sungguh hati Austin saat ini sangat dilema tapi pada akhirnya Austin harus mengambil keputusan secepat mungkin.


"Baiklah, baiklah aku mengizinkan untuk wanita itu tinggal di mansion utama."


"Ya tuan muda, bukan hanya tinggal di mansion utama, namun tinggal satu kamar dengan mu."


Dengan tegas dokter Jean Kembali mengatakan hal tersebut kepada Austin dan sungguh ke dua mata Austin terbelalak mendengarkan apa yang telah di ucapkan oleh dokter Jean.


"Bagaimana mungkin bisa wanita yang aku tidak tau asal usulnya tidur satu tempat tidur dengan ku."


"Ya kau memang benar tuan Austin jika mungkin saja nona Maureen adalah gadis sebatang kara."


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2