
Bella dan juga Jesi kedua nya kini sangat senang menggoda Alisha yang sejak tadi kesal sekali bahkan dia pun tidak bisa melakukan apapun juga karena Bella adalah sahabat nya hingga tidak mungkin juga jika dia akan marah dengan Bella dan dengan Jesi jika dia mengatakan hal buruk pasti nya dia akan mendapatkan masalah dari Alex pasti nya jadi dia tidak mau jika dapat masalah sudah cukup dia bermasalah jadi dia ingin hidup sangat tenang sekali tanpa ingin berurusan dengan Alex dan yang lain nya juga
“Sebaik nya kalian makan saja kenapa terus menerus menggoda ku .” Kata Alisha
“Ya kamu lucu jadi aku suka menggoda mu apalagi kamu juga suka sekali kesal hanya di goda seperti itu saja .” Kata Jesi
“Makan sayang jangan terus bicara saja .” Kata Alex
“Iya dari tadi juga sudah makan kan kamu saja yang belum makan hanya sedikit makan nya jadi sini Lexa biar sama aku saja agar kamu bisa lebih fokus lagi makan nya .” Kata Jesi
“Begini juga aku masih bisa makan kok sayang tenang saja .” Kata Jesi
“Suapin saja Jes biar cepat .” Kata Rahma memberikan saran kepada sahabat nya saat ini
“Wah mau pamer keromantisan di sini ya kalian berdua dasar tidak pernah tahu tempat .” Kata Alisha
“Dan kamu juga kan sekarang sedang melakukan pendekatan sama saja dong dengan kita .” Kata Jesi
“Ish kenapa malah membalik ucapan sih Jes menyebalkan sekali kamu ini .” Kata Alisha
Bella melihat keromantisan Alex dan juga Jesi dia merasa jika Jesi sangat beruntung mendapatkan cinta Alex sebab dia pun juga tahu jika Alex sudah bucin maka apapun akan dia lakukan tidak perduli di manapun dia dia akan terus membuat pasangan nya nyaman dan juga bahagia seperti yang dia lakukan pada Jesi apalagi mereka sudah memiliki anak dan anak mereka pun juga sangat lucu bagi Bella membuat keluarga mereka terlihat sangat hangat sekali saat ini
“Kenapa kamu sayang ?.” Bisik Demian
“Hanya merasa gemas saja dengan Lexa , dia sangat lucu sekali .” Kata Bella
“Tenang saja nanti kita juga akan memiliki anak lucu seperti itu juga jadi kamu tidak usah Khawatir kita juga bisa membuat nya nanti .” Kata Demian
Bella mencubit Demian dia suka sekali membuat pipi nya merah merona seperti saat ini di depan banyak orang yang pasti dia akan sangat malu sekali apalagi kini bukan hanya ada Alisha saja tapi Jesi dan Rahma pun juga ada di meja yang sama dengan nya membuat dia merasa sangat canggung sekali sekarang ini di depan mereka
“Loh loh loh Bella kenapa muka nya kok malah seperti udang rebus padahal tadi sangat cantik sekali .” Kata Jesi tiba-tiba membuat Demian pun tersenyum karena istri Alex ini memang selalu saja bisa membuat suasana menjadi begitu menyenangkan
“Ah masak iya nyonya Alex coba aku lihat dulu ada apa dengan wajah kekasih ku ini .” Kata Demian memegang pipi Bella membuat Bella pun kini mencoba untuk menepis nya karena dia sangat malu sekali dengan mereka semua
Tawa Jesi dan lain kini terdengar karena mereka paham kenapa Bella seperti itu bahkan Alisha pun juga sangat puas kini menertawakan sahabat nya itu saat ini yang sedang malu
“Tidak perlu malu Bella kita paham kok kalian kan memang pasangan jadi jangan merasa canggung dengan ada nya kita ya , di bawah santai saja .” Kata Jesi
“Apa sih Jes kok malah bahas di bawah santai lagi pula aku tidak melakukan apapun jadi kenapa mesti Malu .” Kata Bella
“Iya deh gak malu tapi pipi nya hanya merah merona saja tidak masalah .” Kata Jesi membuat Bella kembali jadi salah tingkah sebab istri Alex ini memang ada saja yang di bahas apalagi di depan umum saat ini membuat Bella hanya bisa menggelengkan kepala nya saja
“Oh ya Karl kenapa kamu sangat tampan sekali membuat orang sekitar mu melihat ke sini loh seperti di restoran ini .” Kata Jesi
“Anda terlalu menuju ku nona padahal suami mu juga sangat tampan sekali tidak jauh berbeda dengan ku .” Kata Karl
“Tentu saja suami ku memang sangat tampan jika tidak tampan maka aku bisa saja kan malah berpaling dengan mu .” Kata Jesi membuat Alex menatap istri nya itu
“Bercanda saja tidak akan aku berpaling dari suami tercinta ku ini bahkan jika hanya Karl pun aku juga tidak tertarik dengan nya karena dia mata keranjang sejak tadi menatap ku tanpa henti .” Kata Jesi lalu tertawa membuat Bella dan Alisha pun menatap Karl
“Aku tidak ada maksud apapun nona hanya saja aku merasa jika kau hebat sekali bisa menaklukkan pria sombong ini .” Kata Karl
“Kau seperti nya kenal ya dengan suami ku karena sejak tadi juga kalian saling tatap .” Kata Jesi
“Sesama pengusaha pasti lah saling kenal Jes .” Kata Kevin
__ADS_1
“Iya juga sih tidak heran juga jika kalian memang saling kenal karena sama-sama berbisnis .” Kata Jesi
“Setelah ini kalian mau kemana ?.” Tanya Alisha
“Pulang .” Jawab Alex dan Kevin secara bersama
“Iya kita akan pulang karena kita juga sudah lama di sini sudah menghabiskan banyak uang juga .” Kata Jesi
“Uang suami mu tidak akan cepat habis jika hanya di gunakan untuk memborong di mall ini saja .” Kata Demian
“Kan makanan ini di traktir oleh calon suami dari Alisha tentu uang suami ku tidak akan berkurang juga kan .” Kata Jesi
“Jes di bukan calon suami ku . Mana mau aku dengan lelaki seperti ini .” Kata Alisha
“Kenapa tidak , dia kan tampan dan juga kaya . Lihat lah banyak yang memandang ke arah sini sejak tadi jadi seperti nya memang kau harus berhati-hati menjaga calon kekasih mu ini Alisha .” Kata Jesi
“Kau ya sama saja dengan Bella suka sekali menggoda ku padahal aku sudah mengatakan jika dia bukan lah kekasih ku apalagi calon suami karena aku sama sekali tidak suka dengan nya .” Kata Alisha
“Tenang saja rasa cinta akan tumbuh seiring berjalan nya waktu bahkan aku juga pernah merasakan nya begitu juga dengan Rahma dan Bella pasti nya .” Kata Jesi
“Sangat setuju sekali .” Kata mereka berdua membuat mereka bertiga terlihat sangat kompak ingin menjodohkan Alisha dengan Karl
“Terima kasih banyak nona sudah mendukung ku .” Kata Karl
“Sama-sama , oh ya jangan lupa traktiran nya jika Sudah jadian minimal lima ratus juta lah .” Kata Jesi hanya bercanda saja membuat Karl pun tertawa saat ini
Karl merasa pantas saja Alex mencintai Jesi karena dia lucu dan lagi dia bisa mencairkan suasana juga membuat Karl pun kini senang bahkan dia jarang juga tertawa dan kini bisa dengan mudah nya di buat tertawa oleh Jesi
“Apa kalian sudah lama bersahabat ?.” Tanya Alex tiba-tiba membuat Demian pun menatap Karl
“Ya cukup lama .” Jawab Karl
“Sudah waktu nya Lexa tidur sebaik nya kita pulang saja sekarang .” Kata Alex
“Ah ya sudah ayo pulang lagi pula aku juga sudah sangat kenyang sekali . Terima kasih Karl sudah mentraktir kita semua .” Kata Jesi
“Sama-sama nona , lain kali semoga kita bisa bertemu kembali .” Kata Karl
“Ya aku pasti menantikan pertemuan kita di pesta pertunangan kalian .” Kata Jesi kembali menggoda
“Jesi .” Kata Alisha
Jesi hanya tersenyum saja dia kini melangkah kan kaki pergi meninggalkan restoran bersama dengan Rahma juga yang memang sudah selesai makan jadi dia juga memutuskan untuk pulang juga
“Lexa tidur , sini biar aku saja yang gendong sejak tadi kamu sudah menggendong nya .” Kata Jesi
“Tidak apa sayang sudah ayo jalan saja kenapa masih mempermasalahkan ini sih sudah aku katakan bukan jika tidak masalah aku menggendong anak kita ini karena aku adalah Daddy nya .” Kata Alex
“Kita pulang dulu Jes sampai jumpa lagi nanti .” Kata Rahma sambil memeluk sahabat nya karena mereka akan berpisah sekarang untuk pulang ke rumah masing-masing juga setelah makan malam bersama dengan Alisha dan juga Bella yang mereka temui juga secara tidak sengaja sama hal nya dengan pertemuan mereka berdua tadi juga tidak di sengaja juga
“Apa makanan nya sangat enak sekali kak hingga wajah mu sejak tadi terlihat sangat bahagia .” Kata Tama
Marsha hanya diam saja bahkan dia juga tidak berani sama sekali melirik Bian karena dia sangat takut sekali jika nanti Bian akan marah dan menatap nya
“Kau lagi dan lagi kenapa bicara bodoh sudah pergi saja sana .” Kata Bian
__ADS_1
“Sudah malam mau ke mana juga mending di sini saja menonton film bersama kalian berdua .” Kata Tama
“Kenapa tidak ingin pergi biasanya kau juga pergi kan .” Kata Bian
“Ingin sekali ya aku pergi dari sini memang segitu pengen nya berduaan dengan kakak ipar di sini .” Kata Tama
Bantal sofa pun melayang ke kepala Tama karena memang sejak tadi dia selalu saja menggoda nya tanpa henti padahal tadi Bian sudah mentransfernya
“Apa mau pesan sesuatu jika iya aku akan meminta Marko untuk membelikan cemilan .” Kata Bian
“Tidak usah Bian kan tadi habis makan jadi masih kenyang .” Kata Marsha
“Tadi hanya makan sedikit saja bukan jadi apa itu bisa di bilang sudah kenyang pasti tidak .” Kata Bian
“Tapi aku benar benar sudah ke yang beneran .” Kata Marsha lagi padahal memang dia masih lapar tapi tidak berani berkata jujur dan Bian pun paham jadi dia meminta Marko untuk membeli kentang goreng dan burger untuk istri nya
“Wih romantis sekali ya memesankan makanan untuk istri . Aku juga mau .” Kata Tama
“Jangan bicara lagi . Bagaimana kondisi Luis apa dia sudah mati ?.” Tanya Bian membuat Marsha pun kini menajamkan pendengaran nya karena dia juga merasa sangat bersalah juga dengan Luis sebab dia luka pun karena diri nya
“Kau membuat pekerjaan ku sangat banyak kak bahkan kau juga tidak pernah mengunjungi mya dan hanya James saja yang datang ke sana setiap waktu .” Kata Luis
“James selalu ke sana , kenapa dia tidak mengatakan apapun kepada ku .” Kata Bian
“Ya aku juga tidak tahu tanya saja kepada dia tapi aku rasa ada hal yang aneh di antara kedua nya kak karena ketika aku datang mereka langsung terdiam tidak lagi bicara .” Kata Tama memberi tahu tentang apa yang dia tahu saja tanpa menambah kan sama sekali karena dia juga tidak ada urusan dengan sahabat kakak nya itu
“Hanya James saja atau ada Sandy dan Ben yang juga ikut ke sana ?.” Tanya Bian
“Hanya James saja kan tadi sudah aku bilang jika hanya James saja yang pergi ke sana bahkan kau pun sama sekali juga tidak datang ke sana .” Kata Tama
“Apa aku boleh jika menjenguk nya ?.” Tanya Marsha
“Tidak perlu merasa bersalah dengan dia karena kamu sama sekali memang tidak salah jadi jangan pergi ke sana jika tetap pergi kamu tahu bukan bagaimana suami mu ini jika sudah marah .” Kata Bian
Seketika Marsha pun tidak lagi memiliki keinginan untuk menjenguk Luis karena dia tahu bagaimana jika Fabian Marah itu akan sangat mengerikan sekali jadi dia kini memilih untuk diam saja sekarang tidak lagi mau ikut bicara membahas Luis
“Awasi saja mereka aku ingin akses cctv besok .” Kata Bian
“Baik lah pak bos akan aku berikan akses mya sekaligus rekaman cctv ketika dia datang ke sana besok .” Kata Tama
Marsha heran kenapa juga sampai meminta akses cctv apa ada hal yang penting tapi mereka kan sahabatan tidak mungkin kan ada hal buruk dengan hubungan mereka
“Sudah ngantuk ?.” Tanya Bian
“Masih belum “. Jawab Marsha
“Tuan permisi ini saya membawa pesanan anda .” Kata Marko yang kini datang membawa pesanan Bian sekalian juga dia membelikan minuman kesukaan Marsha Cappucino
“Ini makan dan habiskan semua nya jangan sampai tersisa karena Marko membeli nya susah payah dan sangat jauh sekali bahkan antri juga lama tadi di sana .” Kata Bian
“Terima kasih ya sudah membelikan ini .” Kata Marsha
“Sama-sama nyonya saya pergi dulu tuan .” Kata Marko
“Lihat email ku dan kerjakan sekarang .” Kata Bian
__ADS_1
“Baik tuan saya akan mengurus nya sekarang .” Kata Marko lalu dia pamitan pergi dengan cepat dan akan mengurus apa yang di perintahkan oleh bos nya tadi sementara Bian kini melihat jika Marsha makan dengan lahap nya dia memang tahu jika sang istri memang masih lapar dia pun berinisiatif membelikan Marsha makanan
“Minta sedikit ya kakak ipar .” Kata Tama lalu Bian pun kini menepis tangan Tama bahkan dia melotot menatap sang adik yang kini ingin mengambil makanan Marsha secara paksa sebelum mendapatkan izin