
Dokter tau, baru kali ini saat aku menangis ada yang memelukku seperti ini, karena biasanya aku hanya menangis sendirian di dalam kegelapan malam."
Di dalam pelukan dokter Jean dengan derai air mata yang masih saja belum berhenti Mauren mengatakan hal tersebut kepada dokter Jean.
Sungguh saat ini tidak ada hal yang lainnya yang bisa dokter Jean katakan kepada Maureen selain membuat Maureen untuk tenang terlebih dahulu.
"Nona apakah kau sudah lebih tenang sekarang?"
Setelah Maureen mengendurkan pelukannya, dokter Jean kembali bertanya kepada Maureen.
Dan Maureen hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku akan menjelaskan beberapa hal kepada mu, jadi kau harap kau harus betul - betul bisa tenang agar kau bisa menerima semua penjelasan ku ini."
"Ya dokter aku akan mencoba untuk mendengarkan apa yang akan dokter sampaikan kepada ku."
Dokter Jean kini hanya bisa menatap tajam ke arah Maureen dan berharap bahwa penjelasannya nanti bisa di terima dengan baik oleh Maureen.
Dokter Jean menarik nafasnya dalam - dalam dan siap untuk berkata - kata.
"Baiklah nona Maureen hal pertama yang ingin aku katakan adalah baru pertama kalinya ini aku di minta terjun langsung oleh tuan muda untuk menangani nona malam."
"Dan kau tau sungguh aku sangat takjub ketika aku melihat hasil pemeriksaan mu kemarin saat kau di bawa ke dalam klinik dalam keadaan pingsan."
"Salah satu pengawal wanita menceritakan bahwa kau sampai seperti ini karena kau memiliki nyali untuk lari dari mansion misteri Black Devil ini."
"Dan saat aku melakukan pemeriksaan lengkap ada tanda - tanda kehamilan, namun saat itu aku tidak berani menyampaikan nya secara langsung karena aku sadar jika tindakan mu ini akan membuat murka tuan muda kami."
"Dan benar apa yang telah aku prediksi kan, malam harinya saat tuan muda kami datang, aku mendengar suara kegaduhan di ruang kematian dan saat aku bertanya kepada salah satu pengawal wanita, dia mengatakan bahwa tuan muda akan mengeksekusi mu dengan tangannya sendiri akibat kesalahan fatal yang telah kau lakukan."
"Di saat itu lah di dalam hati ku terjadi pergumulan yang luar biasa, apakah aku akan diam saja di dalam sini, atau aku berlari keluar untuk menyampaikan hal ini kepada tuan muda."
__ADS_1
"Hanya ada dua pilihan saat itu, aku tetap memilih diam di tempat dan aku selamat, atau memilih untuk pergi ke kamar kematian dan mengatakan hal yang sesungguhnya dengan taruhan adalah nyawa ku sendiri."
Deg
Kini perkataan dokter Jean langsung membuat Maureen tersentak.
"Apa yang dokter katakan dengan taruhan nyawa?"
"Kau tau ketika tuan muda kami sedang emosi, semua orang di dalam mansion ini sama sekali tidak ada yang berani berbicara, satu hal ketika mereka berani berbicara saat tuan muda kami marah adalah hilangnya nyawa, karena kemarahan tuan muda bisa berpindah kepada kami."
"Jadi saat itu dokter datang ke kamar kematian dengan bertaruh nyawa untuk memberitahukan hal ini?"
Dengan cepat dokter Jean menganggukkan kepalanya.
"Ya benar nona Maureen, karena pada saat itu satu hal yang aku pikirkan, ada satu kehidupan yang sedang Tuhan bentuk di dalam rahim mu, sebagai dokter akan menjadi satu kesalahan besar jika tidak memberitahukan keadaan pasien yang sesungguhnya."
"Kau harus ingat janin yang saat ini sedang berkembang di dalam rahim mu tidak memiliki kesalahan apa - apa, Tuhan menghadirkan hal ini pasti bukan dengan maksud yang buruk."
"Meskipun saat ini kita belum mengerti apa maksud dari Tuhan, tapi rencanaNYA pastilah bukan rencana kecelakaan."
"Nona Maureen kita semua tidak ada yang mengetahui hari esok itu seperti apa, karena yang bisa kita lihat adalah masa lalu dan masa sekarang, namun kita masih belum mengetahui masa depan."
"Aku berharap untuk apa yang kau pikirkan itu bukanlah pikiran karen emosi, bukan pikiran karena sakit hati, atau pikiran karena apa saat ini ada depan mata mu."
"Karena pada dasarnya kita tidak bisa melihat masa depan, makan berhati-hati lah di dalam mengambil keputusan."
"Setiap keputusan yang telah kita ambil tidak akan bisa membalikkan waktu, waktu akan terus berjalan, namun kita akan kehilangan hal - hal berharga hanya karena kita telah salah di dalam mengambil keputusan."
Nasehat demi nasehat bijak yang saat ini Maureen terima dari dokter Jean rupanya telah masuk ke dalam relung hati Maureen yang paling terdalam.
"Dokter terima kasih atas setiap nasehat demi nasehat berharga yang aku dapatkan pada pagi hari ini."
__ADS_1
"Sungguh seumur hidup, aku sama sekali belum pernah mendapatkan masukan demi masukan seperti ini."
"Aku yang tinggal sendiri dari kecil, aku yang tidak memiliki keluarga, pada akhirnya membuat aku harus memutuskan segala sesuatu sendirian dan terkadang apa yang dokter katakan memang benar, salah mengambil keputusan."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil menghapus air matanya.
"Nona Maureen mulai saat ini tenangkan diri anda, karena apa yang anda rasakan akan berpengaruh terhadap kondisi janin anda."
"Tetaplah kuat demi dia."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil membelai dengan pelan perut Maureen yang masih rata.
"Saat ini aku sedang mengajukan pemindahan kamar untuk ruangan yang lebih baik bagi ibu dan juga janin yang berada di dalam kandungan, nona tunggu sebentar lagi, para pengawal sedang mempersiapkan ruangan tersebut untuk anda tinggali selama masa kehamilan anda."
"Terima kasih dokter, tapi ruangan ini sudah cukup mewah untuk ku."
Dokter Jean langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak nona Maureen, ruangan ini seperti penjara mewah, sirkulasi udara yang tidak baik bisa berpengaruh terhadap kesehatan mu kedepannya."
Mendengarkan penjelasan dokter Jean, Maureen hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Dokter apakah aku boleh menanyakan hal yang lainnya?"
"Katakan saja nona Maureen."
"Apakah tidak ada kesempatan bagi ku untuk bisa melihat wajah tuan muda misterius itu dokter? apakah selamanya aku harus berada di dalam kegelapan ketika aku berhadapan dengan nya nanti?"
"Lalu bagaimana dengan anak ku jika hendak bertemu dengan ayahnya? apakah ke dua matanya juga harus di tutup sama seperti ku?"
Sungguh pertanyaan Maureen kini membuat dokter Jean sangat tersentuh.
__ADS_1
"Nona untuk hal yang satu ini aku tidak bisa dan tidak berani untuk menjawabnya, karena pada dasarnya sampai saat ini pun aku belum pernah melihat wajah asli tuan muda kami."
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih