Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Rahasia masa lalu part 1


__ADS_3

"Sekarang, bagaimana keadaannya? Apa dia sangat tertekan?" tanya Naya.


"Iya. Dia sangat ketakutan. Aku menempatkan banyak pengawal untuk menjaganya. Tapi, aku merasa akan lebih aman kalau aku sendiri yang menjaganya."


"Ternyata di balik ketangguhannya, dia hanyalah seorang wanita yang rapuh. Dia sangat menakutkan, selalu membawa senjata api di sakunya."


"Aku yang memintanya untuk selalu membawa senjata api. Dia bisa saja sewaktu-waktu bertemu laki-laki jahat itu."


"Apa orang bernama Kenzo semengerikan itu?"


"Itulah kenapa dia menyandang nama Salvatrucha. Karena dia sangat kejam." Naya bergidik ngeri membayangkan seberapa mengerikannya Kenzo itu. Hingga Anita saja sampai ketakutan hanya dengan mendengar namanya disebut.


Tiba-tiba Naya teringat saat dirinya melihat Alex. Wajahnya pun berubah seketika. Zian yang melihat raut wajah Naya yang memucat segera mengalihkan pikirannya.


"Bagaimana denganmu? Coba lihat wajahmu, sekarang terlihat seperti bakpao yang baru saja dikukus." Zian mencubit pipi gempil itu dengan gemas.


"Kau mau menghinaku, ya... Kau kan yang membuat aku jadi gendut begini. Kau selalu memaksaku makan banyak."


"Kau kan makannya berdua dengan anakmu. Jadi harus makan banyak. "


"Tapi aku jadi gendut."


"Hahaha, kau semakin cantik... Aku suka kalau kau gendut begini."


"Apanya yang cantik." Naya mengerucutkan bibirnya membuat Zian ingin menggigitnya.


"Bagiku kau adalah wanita tercantik di dunia. Dan akan selalu begitu," ucapnya dengan seutas senyum yang mengembang di sudut bibirnya, "Sayang, aku hanya ingin menua bersamamu. Hanya bersamamu!" Zian membelai wajah Naya dengan kelembutan, lalu memberi kecupan di seluruh bagian wajahnya.


"Janji?"


"Aku berjanji. Tidak akan ada tangan manusia yang akan mampu memisahkan kita. Hanya tangan Tuhanlah yang akan mampu memisahkan aku darimu." Mereka pun berpelukan erat dan lama.


"Apa kau pernah jatuh cinta sebelum denganku?" Naya bertanya dengan suara berbisik.


Zian terkekeh mendengar pertanyaan itu. "Sekarang aku benar-benar yakin kau tidak hadir saat pembagian otak. Padahal kau tahu, selama hidupku, aku hanya pernah jatuh cinta dua kali. Yang pertama dengan Kia dan yang ke dua dengan Naya." Zian mencubit hidung Naya dengan gemas.


"Benarkah?"


" Kau kurang bukti apalagi? Kau sudah mengambil semuanya. Aku sudah tidak punya sisa cinta untuk yang lain lagi karena seluruhnya sudah kau ambil..."


Ada kebahagiaan yang tak terhingga di hati Naya mendengar ucapan sang suami. "Aku jadi merasa kau sangat mencintaiku," ucap Naya dengan senyum centilnya.

__ADS_1


"Astaga! Tuan putri Disney..." Zian menepuk dengan lembut kening sang istri dengan telapak tangannya. "Kau baru menyadarinya, ya? Kalau aku tidak mencintaimu, aku tidak akan membangun perusahaanku menggunakan namamu. Aku tidak akan mengalihkan seluruh harta yang kumiliki atas namamu. Dan yang terpenting, aku sudah menunggumu selama tujuh tahun lamanya. Dan kau masih belum sadar juga?"


"Hehe, berarti tidak akan ada pelakor yang bisa mengambilmu dariku, kan?"


"Ada!"


JEDUAARRR


Seketika senyum yang menghiasi wajah Naya memudar. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca.


"Kalau Anita berubah menjadi seorang pelakor, dia akan bisa mengambilku darimu."


"Apa?" Raut wajah Naya sudah terlihat sedih. Zian mengulum bibirnya menahan tawa melihat ekpresi wajah sang istri.


"Hahahhaha..." Zian tertawa terbahak-bahak, kemudian menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya. "Kalau Anita saja tidak bisa menggeser posisimu, mana ada kesempatan untuk wanita lain... Kau tahu kan, wanita yang dekat denganku hanya Kau dan Anita."


Zian terus tertawa melihat raut wajah Naya. Menggoda sang istri adalah kegiatan yang paling menyenangkan baginya. Bahkan, tangannya masih menjelajah di balik selimut, menyentuh buah-buahan favoritnya.


"Tanganmu, Tuan...! Tolong kondisikan!" Naya mencoba protes, namun tangan itu semakin bergerilya.


"Memangnya tidak boleh? Kau harus bertanggung jawab karena memintaku pulang lebih awal. Jadi jangan banyak protes!"


Dua manusia yang sedang di mabuk cinta itu masih betah bergelung dibawah selimut dengan tubuh polos. Zian mengecupi wajah sang istri yang sudah tertidur karena ulahnya.


Laki-laki itu kemudian bangkit dari pembaringan dan masuk ke kamar mandi.


****


Atas perintah sang bos besar, Dimas pergi ke apartemen Anita untuk memeriksa keadaan Anita. Saat tiba di sana, Dimas tercengang melihat banyaknya pria berseragam hitam yang berjaga di sana.


"Apa Anita di dalam? Aku dapat perintah dari bos untuk memeriksa keadaannya," ucap Dimas pada pria bertubuh besar itu.


"Iya. Nona Anita ada di dalam," jawab pria itu.


Tanpa pikir panjang, Dimas memasuki apartemen Anita menggunakan kunci duplikat yang diberikan Zian padanya.


Dan, saat memasuki sebuah kamar, Dimas tercengang melihat apa yang ada di hadapannya. Anita sedang mencoba bunuh diri dengan gantung diri. Buru-buru, Dimas mendekat dan meraih tubuh Anita yang sudah hampir kehilangan napasnya. Dia mengambil kursi dan melepas tali yang melilit leher Anita.


"Kau ini bodoh. ya? Apa yang kau lakukan?" teriak Dimas.


"LEPASKAN! Aku ingin mati saja."

__ADS_1


"DASAR BODOH!" bentak Dimas.


Laki-laki itu kemudian membawa Anita duduk di sofa, lalu membuang tali yang digunakan Anita dalam percobaan bunuh dirinya.


Ternyata bos benar. Tidak baik membiarkan Anita tinggal sendri dalam keadaan seperti ini. Kalau aku terlambat sedikit saja, dia pasti sudah mati. batin Dimas.


Dimas kemudian mengambil sebotol air mineral di kulkas lalu memberikannya pada gadis itu. "Minumlah! Kau pasti haus setelah melakukan aksi bodohmu itu."


"Kenapa kau kemari? Dan kenapa kau menghalangiku?" tanya Anita dengan isakan lirihnya.


"Tenang saja, Anita! Kau juga pasti akan mati suatu hari nanti. Tapi bukan dengan cara seperti ini."


"Apa pedulimu?"


Dimas menghela napas frustrasi mendengar ucapan Anita. "Kau tahu, Anita... Tidak ada masalah yang tidak memiliki jalan keluar. Jika seluruh penduduk bumi punya pemikiran sepertimu, maka bumi ini akan kosong, karena semua penduduknya akan mati bunuh diri."


"DIAM KAU, BODOH!" teriak Anita.


"Nah, kan... Coba lihat dirimu. Kau sangat tidak ber-ahlak! Barusan kau yang melakukan kebodohan dengan berusaha bunuh diri. Dan sekarang kau mengataiku bodoh. Apa kau sehat? Hanya karena bajing*n kecil seperti Kenzo saja kau sudah mau bunuh diri... Ya ampun, aku tidak percaya." Dimas berapi-api memarahi Anita tanpa melihat ekpresi wajah Anita yang sudah berubah.


Gadis itupun menangis sejadi-jadinya dengan tubuh yang gemetaran. Sementara Dimas langsung mendekat dan merangkulnya.


"Maaf, aku salah bicara..." ucapnya sambil mengusap punggung gadis itu. "Jangan takut! Bos sudah memintaku untuk menjagamu. Jadi aku tidak akan membiarkan bajing*n Kenzo itu menemukanmu."


Dimas kemudian berjongkok di depan Anita, dan menggenggam tangannya.


"Sebenarnya ada apa antara kau, bos dan Kenzo? Ada rahasia apa antara kalian bertiga? Jangan takut, percayalah padaku..." ucap Dimas kemudian.


***


Bersambung.


Karena ini malam minggu, jadi otor kasih bonus.


Seperti kata Zian gaes, tidak akan ada tangan manusia yang mampu memisahkan Zian dan Naya.


Artinya Tidak akan ada pelakor di novel ini. Hubungan Zian dan Anita murni persahabatan.


Kita sudah masuk di konflik terakhir sebelum tamat ya gaes. Walaupun konfliknya mungkin agak rumit, tapi akan Happy ending kok.... Akan ada pengorbanan mengharukan antara Zian, Naya dan Anita. Siapa yang akan berkorban, itu masih rahasia.


Maafkan akoh yang tidak bisa membuat alur cerita yang menarik seperti author-author lain. Aku masih amatir.

__ADS_1


__ADS_2