Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 293


__ADS_3

Tak terasa beberapa hari pun berlalu dan semakin hari tingkah Karl pun juga sangat aneh sekali dan hal itu membuat Alex sangat tidak tahan sekali sebab karl selalu saja mendekati istri nya bahkan dia juga sangat heran sekali kenapa Karl melakukan hal itu dan apa tujuan dia mendekati Jesi . Jika dia mencintai Jesi itu pun hal yang sangat tidak mungkin sekali karena Alex sudah mendengar jika Karl sedang mendekati adik dari Demian jadi dia tidak mungkin bukan mendekati istri nya


"Bodoh , lihat lah di rumah ku penuh dengan mainan yang kau belikan . Kenapa kau tidak memberikan hadiah mobil saja untuk Lexa kenapa hanya hadiah murahan saja yang kau berikan kepada putri ku ". Kata Alex


Setiap hari tak henti mainan datang ke rumah nya dan itu semua di kirim oleh Karl untuk putri tercinta nya bahkan Alex pun sempat ingin membuang nya namun sang istri melarang karena dia merasa sangat di sayangkan sekali bukan jika semua nya di Huang begitu saja apalagi Jesi juga tahu jika semua itu mahal harga nya


"Tenang saja nanti akan aku belikan mobil dan sekarang terima saja mobil mainan ini dulu besok mobil sungguhan nya akan datang ". kata Karl sambil mencium Lexa


"Bohong sekali dan kau kenapa terus mencium putri ku nanti dia bisa jelek seperti mu ". Kata Alex


"Aku sangat tampan jadi dia pasti akan ketularan tampan seperti ku ". Kata Karl tidak perduli sama sekali jika Alex marah dengan dia


"Sudah kenapa kalian setiap hari marah terus tidak ada sama sekali baik nya kepada anak ku bahkan kalian membuat nya pusing saat ini karena kalian banyak bicara sejak tadi dan terus saja berdebat ". Kata Jesi yang juga sangat pusing jika melihat kedua nya bertemu. Setiap hari hanya akan bertengkar saja tanpa henti seperti yang terjadi saat ini membuat Jesi ingin sekali menghajar kedua nya yang terlihat sangat kekanakan sekali


"Lihat lah keponakan ku ini , dia suka dengan ku bahkan menempel terus pada ku . Memang om mu ini tampan sekali sayang jadi wajar lah jika kamu suka kan dengan om ". Kata Karl


"Om Om , kepala mu . Kenapa kau selalu datang ke sini , apa kau kurang kerjaan hingga datang ke sini setiap hari ". Kata Alex


Karl tidak perduli sama sekali dia pun kini hanya sibuk untuk bermain dengan Lexa saja bahkan apa yang Alex katakan saat ini tidak lagi dia tanggapi


"Lexa seperti nya mau pergi bermain di luar ya sama om ". kata Karl membuat Alex sangat emosi sekarang karena ucapan dia


"Kau , mau menculik anak ku kan maka nya setiap hari datang ke sini ". Kata Alex lalu mengambil Lexa namun Karl tidak memberikan nya sebab dia pun juga masih ingin bermain dengan keponakan cantik nya itu bahkan saat ini mereka sedang berebut seperti memperebutkan mainan saja

__ADS_1


"Hey kalian berdua , bisa sakit nanti putri ku jika kalian seperti itu ". Teriak Jesi sambil dia pun menjambak kedua nya saat ini karena mereka masih saja terus bertengkar sejak tadi


"Sayang sakit loh ini , kenapa kamu menjambak rambut ku ". Kata Alex


"Kamu sejak tadi di biarkan malah tetap saja se enak nya ." Kata Jesi


"Dia ini yang terus cari gara-gara sayang padahal aku kan tidak melakukan apapun tapi dia terus saja memancing ku ". Kata Alex mencari pembenaran nya sendiri


"Sudah cukup , kalian sudah dewasa jadi tidak perlu bertengkar jika ingin ajak Lexa tidak masalah tapi biarkan suami ku ikut agar aku bisa bersantai di rumah dan kalian berdua jaga Lexa dengan baik ". Kata Jesi


"Tidak Masalah, aku pun bisa menjaga dia dengan baik dan kamu tenang saja jika dengan ku maka dia pun juga akan sangat aman sekali ". Kata Karl


"Dia anak ku jadi dengan ku pun dia juga sangat aman ". Kata Alex


"Jangan menilai orang sembarangan itu tidak baik ". Kata Jesi


"Aku tidak menilai sembarangan, Alex dan dia sudah bermusuhan lama bukan dan saat ini kalian bekerja sama itu sungguh tidak mungkin sekali dan sangat lah mustahil ". Kata Karl


"Jangan bertele-tele katakan saja dengan jelas apa yang kau ketahui saat ini tentang Fabian ". Kata Alex


"Kau hebat bukan jadi cari tahu saja sendiri. Ayo ponakan tersayang om ajak jalan-jalan sekarang ". Kata Karl yang kini sudah mulai beranjak pergi dan Alex pun mengikuti nya sebab putri nya saat ini di bawah oleh Karl jadi dia tidak ingin jika terjadi sesuatu dengan Lexa maka nya dia pun mengikuti Karl


"Huft akhir nya mereka berdua pergi juga ". Kata Jesi

__ADS_1


"Lelah ya nyonya menghadapi tuan Alex dan tuan Karl ". Kata Mirna


"Iya sangat melelahkan bahkan lebih lelah dari menjaga Lexa . Mereka sangat tidak bisa akur sekali Mirna hingga membuat kepala ku rasa nya ingin pecah juga saat ini ". Kata Jesi


"Tapi jika anda memerintah kan untuk dia kedua nya akan diam nyonya ". Kata Mirna


"Iya itu pun juga benar tapi aku juga tidak bisa jika terus meminta mereka untuk tidak ribut sebab mereka sudah dewasa jadi harus tahu sendiri kan ". Kata Jesi


Mirna tersenyum saja dia memang tahu jika istri dari bos nya ini memang sangat lah sabar sekali bahkan bukan hanya sabar saja tetapi Jesi juga sangat pengertian membuat mereka semua yang ada di sana pun sangat suka sekali dengan Jesi


Sementara itu saat ini Tama pun juga sedang duduk manis di kursi nya dia pun juga sudah membuat janji dengan Karl untuk bertemu namun Karl masih saja belum membalas pesan dari nya membuat dia heran sebab tidak biasa nya Karl seperti itu


"Kemana dia saat ini kenapa tidak ada respon sama sekali dari nya ". Kata Tama


"Kau sedang apa Tama?". Tanya Bian


"Ah kak tumben kemari , jenguk Luis ?". Tanya Tama


Bian berjalan mendekati Tama lalu dia duduk di kursi depan sang adik sambil menatap nya tajam saat ini


"Kau kenal baik dengan Karl , apa kalian berdua merencanakan sesuatu di belakang ku ?". Tanya Bian dengan sorot mata tajam nya yang terlihat sudah siap menerkam mangsa yang saat ini ada di depan nya


Tama santai saja menanggapi nya sebab dia juga tahu bagaimana sang kakak dan dia juga tidak melakukan kesalahan apapun jadi dia pun sama sekali tidak takut saat ini

__ADS_1


__ADS_2