Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 269


__ADS_3

Bian masih diam , dia sebenar nya menunggu sang istri meminta untuk pergi ke rumah kakak nya bahkan jika Marsha langsung berkata pun dia lantas langsung mengiyakan nya juga karena saat ini hati Bian sudah tidak seperti dulu lagi bahkan dia sudah mulai melunak saat ini kepada sang istri nya


“Kak katakan saja jika kau ingin pergi ke rumah saudara mu itu sebab jika hanya menatap saja maka suami mu tidak akan memberikan respon apapun juga .” Kata Tama memberi tahu Marsha agar dia langsung berkata bukan hanya melihat Bian saja seperti yang dia lalukan saat ini sebab itu tidak akan ada guna nya juga karena Bian tidak akan menjawab jika hanya di tatap saja seperti saat ini


“Apa mau jika kita mampir sebentar ke rumah kak Jesi ?.” Tanya Marsha kini menatap Bian sambil memegang tangan nya


“Ya sudah ayo jika ingin mampir “. Kata Bian


Wajah berbinar dari Marsha pun kini tampak terlihat dan dia begitu bahagia sekali lantaran sang suami mau dia ajak untuk mampir ke rumah kakak nya dan lagi dia sangat senang karena Bian tanpa banyak bicara langsung mengiyakan diri nya bahkan dia pun tidak harus berbicara banyak juga untuk membuat Bian menyetujui apa yang dia inginkan tadi


“Nah kalau begitu kita semua termasuk kamu juga Tama ayo ikut ke rumah nanti kita akan masak banyak .” Kata Jesi


“Lebih baik pesan saja jangan memasak sendiri .” Kata Bian


“Dia tidak mau jika makanan sang istri di cicipi oleh lelaki lain jadi maklumi saja .” Kata Tama


“Bucin mu terlalu akut jika seperti itu Bian , ingin sekali aku menertawakan diri mu tapi ya tidak mungkin juga nanti kau hajar aku di sini .” Kata Kevin membuat Rahma pun mencubit nya karena dia tidak ingin jika Fabian malah salah paham dan akan marah apalagi dia sudah setuju pergi ke rumah Jesi itu membuat nya senang jadi dia harus menjaga agar Bian tidak berubah pikiran


“Sakit sayang kenapa kamu malah mencubit aku .” Kata Kevin


“Sudah jangan banyak bicara ayo pergi saja sekarang .” Kata Rahma


“Jadi hanya aku saja yang sendiri , kasihan sekali ya aku yang masih jomblo ini harus sendiri saja di dalam mobil .” Kata Tama


“Ayo pergi sekarang .” Kata Bian


Mereka memasuki mobil masing-masing dan Bian juga membantu Marsha membawa barang belanjaan nya setelah itu mereka masuk ke dalam mobil untuk pergi menuju kediaman rumah Alex saat ini hanya sekedar mampir saja mengobrol bersama


“Kelihatan nya memang Fabian sudah berubah ya bahkan tatapan nya tidak seperti dulu .” Kata Jesi


“Dia sudah jatuh cinta dengan Marsha jadi aku yakin jika Marsha akan aman dengan nya .” Kata Alex


“Fabian hebat seperti kamu dan aku yakin jika nanti Marsha juga akan menemukan kebhaagian nya bersama sang suami karena pasti Fabian akan mempertahan kan Marsha dalam kondisi apapun juga .” Kata Jesi


“Dan kamu juga harus tahu jika aku sama sekali tidak suka bila kamu dekat dengan Karl karena dia sangat berbahaya sekali jadi aku tidak ingin jika kamu nanti masuk ke dalam perangkap nya .” Kata Alex


“Ya kamu tenang saja dan aku juga bisa menjaga diri . Memang nya kalian musuh ya ?.” Tanya Jesi


“Dia musuh paling berbahaya melebihi Fabian .” Kata Alex


“Apa dia juga musuh dari Fabian ?.” Tanya Jesi


“Ya , dan kita memiliki musuh yang sama maka dari itu saat ini kita bergabung untuk menghalau serangan dari Karl .” Kata Alex


“Pantas saja tatapan dia ke Marsha ketika dia tahu jika Marsha adalah Istri dari Fabian sungguh sangat menakutkan sekali . Apa nanti dia akan menargetkan Marsha ?.” Tanya Jesi


“Bisa jadi dan bisa jadi juga jika dia melakukan hal yang sama kepada kamu , untuk itu lah aku melarang kamu agar tidak terlalu dekat dengan dia sebab aku tidak ingin jika kamu dan anak kita dalam bahaya nanti nya sayang .” Kata Alex


“Iya suami ku tenang saja aku juga tahu kok jika kamu sangat baik dan pengertian sekali jadi tenang saja aku akan menjaga diri , tidak akan aku biarkan Karl menyakiti diri ku apalagi anak kita sebab aku sungguh sangat menyayangi Lexa melebihi apapun juga .” Kata Jesi

__ADS_1


Dia tentu saja akan mencari tahu apa yang membuat Karl dan sang suami serta adik ipar nya itu menjadi musuh bebuyutan dan jika bisa nanti Jesi akan membantu mereka agar tidak lagi bermusuhan karena Jesi Merasa jika Karl itu sebenar nya bukan orang jahat hanya saja ada hal yang membuat nya menjadi seperti itu dan Jesi masih belum tahu apa hal itu


“Kita beli makanan atau memasak sendiri ?.” Tanya Jesi


“Sebaik nya delivery saja dari restoran bunda atau restoran Kevin juga boleh sama saja . .” Kata Alex


“Ya sudah kalau begitu beli saja di tempat bunda nanti aku akan mengirim pesan kepada Farah agar dia mengantar makanan ke rumah sekalian juga dengan cemilan dan minuman nya .” Kata Jesi


Alex hanya mengangguk kan kepala . Dia kini tampak sedang fokus menyetir dan sesekali juga mengelus rambut buah hati nya yang kini masih tidur lelap di gendongan sang mama


“Seperti nya Lexa harus memiliki adik agar dia tidak manja .” Kata Alex tersenyum menggoda sang istri


“Kamu ya , menyebalkan sekali kan anak kita masih kecil belum juga genap satu tahun sebaik nya jangan dulu .” Kata Jesi


“Ya jika sudah jadi mau gimana lagi sayang , ya kita harus menerima bukan karena kita sudah proses setiap hari juga .” Kata Alex yang langsung mendapatkan pukulan dari Jesi karena sang suami senang sekali menggoda nya


“Jangan bicara seperti itu di depan banyak orang , aku sangat malu sekali jika di dengar orang .” Kata Jesi


“Oh baik lah ratu ku apapun yang kamu mau akan aku turuti bahkan jika kamu meminta rembulan pun juga akan aku turuti .” Kata Alex


“Gombal sekali ya suami ku ini bahkan lebih parah dari para sahabat nya .” Kata Jesi


“Aku menggombal pun hanya dengan kamu saja jika bukan dengan kamu maka aku tidak akan melakukan nya .” Kata Alex


“Awas saja jika aku tahu kamu berani melakukan hal seperti itu kepada wanita lain nanti kamu haris tidur di halaman rumah tidak akan aku biarkan kamu masuk ke dalam rumah meskipun kamu adalah pemilik rumah dan aku tidak akan pernah perduli sama sekali .” Kata Jesi membuat Alex hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan sang istri yang selalu saja membuat dia sangat senang sekali bahkan Alex selalu suka jika Jesi tertawa lepas bersama dengan dia


“Kalian sudah kembali .” Kata Kevin


“Ya dan kita ingin mengobrol dengan Alex .” Kata Leo sambil menatap Bian karena dia juga kaget kenapa bisa musuh mereka ada di rumah Alex bahkan terlihat sekali jika Bian sangat lah santai juga


“Masuk lah kita bicara di dalam .” Ajak Alex


Mereka semua masuk mengikuti sang pemilik rumah dan tampak juga jika baik James maupun Leo masih saja menatap Bian dengan tatapan tidak percaya sekaligus waspada juga sebab mereka tidak tahu apa yang terjadi semenjak mereka pergi ke luar negeri


“Duduk lah jangan terus menatap Fabian . Dia sudah menikah dengan adik ipar ku .” Kata Alex


“Jadi benar jika dia menikah dengan adik Jesi , pasti itu hanya akal nya saja untuk menghancurkan mu lewat adik istri mu Lex .” Kata Leo yang selalu saja bicara tanpa berpikir membuat Marsha pun hanya diam saja sambil menundukkan kepala nya karena dia merasa jika mungkin apa yang di katakan oleh Leo ada benar nya karena Bian juga tidak mencintai dia jadi untuk apa juga dia menikahi nya jika tanpa cinta pasti hanya untuk balas dendam saja


“Jika kau tidak tahu apa-apa sebaik nya tutup saja mulut mu itu atau kau ingin aku yang melakukan nya .” Kata Bian


“Sudah kamu jangan terpancing gak enak loh kita di rumah kak Jesi saat ini jadi aku mohon jangan membuat keributan ya di sini .” Kata Marsha meminta kepada sang suami dan Bian pun langsung diam menuruti nya membuat James dan juga Leo pun kaget melihat nya


“Nyonya maaf di luar ada karyawan restoran mengantar makanan .” Kata anak buah Alex


“Suruh saja dia masuk ke dalam .” Kata Alex


“Baik tuan akan segera saya minta dia datang ke sini .” Kata penjaga lalu kembali keluar meminta karyawan restoran itu masuk ke dalam sesuai dengan apa yang di katakan oleh Alex tadi


“Kalian ikut makan malam saja di sini tadi aku pesan banyak juga jadi akan cukup dan setelah nya baru kalian bisa mengobrol bersama nanti .” Kata Jesi

__ADS_1


Dia melihat jika sahabat nya yang datang mengantar langsung membuat Jesi dan Rahma pun menghampiri nya


“Ah maaf ya merepotkan kalian berdua .” Kata Jesi


“Itu sudah menjadi tugas kami bu bos .” Kata Reza


“Bisa sekali ya sekarang menjawab nya .” Kata Rahma


“Tuan Kevin .” Sapa Reza dan Farah secara bersamaan


“Kalian naik apa ke sini tadi ?.” Tanya Kevin


“Motor tuan .” Jawab Reza


“Nanti Max akan mengirim mobil ke restoran agar jika ada pesan antar seperti ini kalian tidak akan repot .” Kata Kevin


“Baik tuan nanti akan kamu sampaikan kepada bu Dona apa yang tuan katakan tadi dan terima kasih banyak karena anda memperhatikan kami sebagai karyawan dan memudahkan pekerjaan kami .” Kata Reza


Dari dulu memang Kevin selalu saja mengerti dengan apa yang di butuhkan karyawan nya maka nya mereka semua betah bekerja bersama Kevin termasuk Jesi dan juga Rahma waktu itu . Memiliki bos seperti Kevin bagi mereka adalah suatu keberuntungan dan orang seperti Kevin sangat langkah sekali dan sangat sulit di temui maka dari itu mereka sangat senang ketika bekerja bersama dengan Kevin begitu juga saat Ini dengan orang tuan Rahma pun juga mereka sangat senang sebab baik Aris maupun Dona kedua nya juga sangat baik dsn pengertian sekali kepada karyawan nya dan mereka juga tidak terlalu menuntut para karyawan hingga mereka pun bekerja dengan hati nya senang juga saat ini


Malam semakin terlihat dan di kediaman Alex pun juga saat ini sedang rame sebab mereka semua tampak makan bersama juga di sana bahkan Bian juga masih di sana bersama istri dan juga adik nya menikmati makanan yang ada


“Apa kalian tidak ingun menginap saja di sini ?.” Tanya Jesi


“Lain kali saja kak , sudah cukup lama tadi aku pergi dan Bian pasti dia banyak pekerjaan apalagi tadi sudah menemani aku hampir seharian .” Kata marsha


“Anak buah nya banyak kakak ipar jadi jangan terlalu khawatir dengan pekerjaan kakak di kantor , santai saja semua sudah ada yang mengerjakan pasti nya .” Kata Tama


“Tahu kamu ini Marsha , suami kamu kan bos jadi dia pasti memiliki banyak anak buah yang bisa membantu pekerjaan nya sama hal nya dengan Alex .” Kata Rahma


“Iya kak aku tahu tapi gak enak juga jika bos malah se enak nya saja dan membebankan semua pekerjaan kepada karyawan nya saja .” Kata Marsha


“Kau sangat cantik sekali Marsha lalu kenapa mau dengan dia padahal kan banyak lelaki tampan yang jauh lebih baik dari dia .” Kata Leo


“Hey Leo jangan menggoda adik ku yang sudah bersuami bahkan aku juga tidak akan mengizinkan jika Marsha menikah dengan Playboy seperti mu .” Kata Jesi


“Bahkan aku lebih baik Jes di bandingkan dia karena aku juga masih jomblo dan akan selalu setia tidak seperti dia yang sudah memiliki istri masih saja sibuk dengan kekasih nya .” Kata Leo membuat Bian menaruh sendok nya kasar lalau menatap tajam Leo yang kini di depan nya


“Kamu salah kak jadi jangan sembarang bicara .” Kata Marsha


Dia memegang tangan Bian agar Bian tidak tersulut emosi sebab akan sangat bahaya sekali jika dia marah dan ini adalah kediaman kakak ipar nya jadi Marsha tidak ingin membuat keributan juga di rumah Alex dan Jesi


“Leo jaga bicara mu jika kau tidak bisa melakukan nya maka pergi saja dari sini kita bisa bicara besok saja di kantor .” Kata Alex


“Ok baik lah aku tidak akn bicara buruk lagi jadi tenang saja ayo di lanjutkan saja makan nya .” Kata Leo


Dia tidak ingin jika Alex mengusir nya jadi dia akan diam untuk beberapa waktu menahan diri dan kini dia kembali menikmati makanan yang ada di depan nya tanpa banyak tanya dan bicara juga pasti nya


Suasana di sana terlihat tenang sekarang ini tidak ada lagi keributan yang terjadi seperti sebelum nya dan Bian pun juga kini menikmati makanan nya dengan tenang bersama sang istri yang ada di samping dia

__ADS_1


__ADS_2