
Hari ini sungguh merupakan satu kejadian yang mengejutkan ketika para musuh berhasil masuk ke dalam mansion Black Devil yang terkenal akan pengamanannya yang tingkat tinggi.
"Siapa sebenarnya kalian? mengapa kalian bisa masuk dengan mudah ke dalam mansion ini?"
Asisten Jo mengatakan hal tersebut sambil mengepalkan tangannya dan menatap dengan penuh kemarahan..
Sementara itu di dalam satu ruangan yang lainnya.
"Ah sakit!"
Tiba - tiba Maureen berteriak karena jarinya tergores oleh pisau dapur.
"Nona Maureen anda terluka!"
Huaran yang saat ini berada di samping Maureen langsung mengatakan hal tersebut dan mengambil kain untuk membebat luka goresan tersebut.
"Ayo nona Maureen kita ke klinik dokter Jean, agar luka mu ini bisa segera di obati."
Namun dengan cepat Maureen langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu Huaran, aku tidak apa - apa."
"Anda yakin nona Maureen?"
"Ya Huaran aku sangat yakin."
__ADS_1
Maureen terpaksa terus menyakinkan Huaran bahwa dirinya baik - baik saja.
*Ada apa dengan perasaan ku ini? mengapa aku menjadi sangat gelisah? apakah telah terjadi sesuatu di luar sana?".
Maureen mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil memegang dadanya erat - erat.
"Nona Maureen apakah anda baik - baik saja*?
Huaran yang melihat Maureen melamun segera mengatakan hal tersebut.
"Aku tidak apa - apa Huaran, aku boleh minta tolong kepada mu?"
"Tentu saja nona Maureen, apa yang bisa aku bantu untuk mu?"
"Lanjutkan semua masakan ini? sepertinya aku sedang tidak enak badan, aku akan beristirahat kembali ke dalam kamar."
Dengan cepat Maureen langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu Huaran, aku akan pergi sendiri."
Setelah mengatakan hal tersebut Maureen langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung kembali ke dalam kamar.
Sesampainya Maureen di dalam kamar, saat Maureen membuka kamar tersebut, ada satu perasaan sedih yang kembali Maureen rasakan ketika melihat isi di dalam kamar tersebut.
"Ada apa ini? kenapa perasaan ku sangat khawatir akan keberadaan seseorang?"
__ADS_1
Maureen terus mengatakan hal tersebut sambil duduk di tepi ranjang.
"Tuan muda Austin, apakah perasaan ini berhubungan dengan tuan muda Austin?"
"Ah tidak mungkin tuan muda Austin adalah laki - laki yang tangguh, dan tidak mungkin terjadi sesuatu hal dengan nya."
Maureen kali ini dengan sekuat tenaga berusaha untuk menghilangkan rasa khawatirnya tersebut dan berusaha untuk tidak kembali memikirkan perasaan mu tiba - tiba menjadi sangat gelisah.
Sementara ini di rumah sakit pusat kota negara NA, saat ini Austin masih saja belum keluar dari ruangan unit gawat darurat.
"Jean bagaimana keadaan Austin?"
Tuan Alexander bersama dengan banyak pengawal datang dengan sangat tergesa - gesa.
"Alexander sepertinya ada yang ingin mencelakakan anggota keluarga mu."
Dokter Jean mengatakan hal tersebut sambil berbisik ke telinga tuan Alexander.
"Ya aku mengerti Jean, namun bagaimana mereka bisa masuk ke dalam mansion itu?"
Dengan cepat dokter Jean pada akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Entahlah Alexander, saat ini aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu terlebih dahulu, karena bagiku kesembuhan Austin adalah hal yang paling utama."
"Apakah nona Maureen mengetahui akan hal ini?"
__ADS_1
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih