Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
PCSM 110


__ADS_3

"Sa-sayang..." panggil Zian ragu-ragu.


Naya terlonjak kaget mendengar suara Zian memanggilnya. Gadis itupun berbalik dan melihat sang suami berdiri di ambang pintu.


Sementara Zian langsung melangkah masuk mendekat pada sang istri, seiring dengan langkah kaki Naya yang terus mundur perlahan.


Zian dapat melihat raut ketakutan di wajah istrinya itu.


"Sayang, aku bisa jelaskan semua ini! Tolong jangan salah paham dulu," Zian berusaha membujuk Naya yang terlihat begitu takut padanya.


"Ka-kau..." Naya semakin mundur hingga tubuhnya menempel ke dinding. "Ja-jangan! Jangan mendekat! Aku takut padamu."


Bahkan seluruh tubuh Naya sudah gemetaran. Gadis itu sadar bahwa suaminya adalah seorang bos mafia, bahkan mendapat julukan Tuan Maliq si mafianya mafia. Namun, dia sama sekali tidak menyangka jika Zian semenakutkan itu.


Pikiran-pikiran buruk tentang Zian bermunculan di benaknya. Zian pun segera mendekat dan meraih tubuh kecil itu lalu memeluknya dengan eratnya.


Naya mencoba melepaskan pelukan Zian, namun semakin erat laki-laki itu memeluknya.


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Tolong dengarkan aku dulu," ucap Zian dengan suara lirihnya.


Hening! Naya tidak menyahut ucapan atau membalas pelukan Zian. Yang ada di benaknya hanya rasa takut yang luar biasa.


Menyadari reaksi sang istri, Zian segera mendudukkannya di kursi dan berjongkok di depannya, dia membelai wajah yang sudah memucat itu.

__ADS_1


"Sayang... tolong dengarkan aku!" ucap Zian lembut.


Naya melirik Zian dengan matanya yang berkaca-kaca. "A-apa? Apa yang harus aku dengar darimu?" tanyanya terbata-bata. "A-apa... Apa di masa lalu kau adalah seorang pembunuh, begitu?" Naya menjatuhkan air matanya, dan Zian langsung menghapus air mata yang mengalir itu.


Zian menatap wajah Naya lekat-lekat, sedangkan Naya memalingkan wajahnya. Ketakutannya pada Zian semakin menjadi-jadi.


"Aku bersumpah, aku tidak pernah membunuh siapapun. Semua senjata yang ada di dalam ruangan ini bukan milikku, dan aku tidak pernah menggunakan satupun," ucap Zian seraya menggenggam jemari Naya.


"Lalu kalau bukan milikmu, milik siapa?"


"Aku hanya punya satu senjata." Zian berdiri dari duduknya, lalu menuju sebuah lemari yang berada di sudut ruangan itu. Laki-laki itu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna cokelat yang terdapat di dalam lemari.


Zian kembali menghampiri Naya dengan membawa kotak kecil itu.


"Senjata ini, satu-satunya milikku," ucap Zian dengan matanya yang terus menatap senjata yang berada di genggamannya. "Apa kau tahu, ini adalah senjata yang aku gunakan saat menembakmu."


Naya tersentak kaget mendengar ucapan suaminya. Namun keraguan masih menguasainya.


"Lalu kenapa semua senjata ini ada di ruangan ini? Siapa pemilik semua senjata ini?" tanya Naya.


Haruskah aku katakan pada Naya siapa aku sebenarnya. Dan kenapa mereka memberiku julukan mafianya mafia. dalam batin Zian.


"Jawab aku!" ucap Naya pelan, sambil menahan ketakutannya.

__ADS_1


"Sayang, aku belum bisa menceritakannya padamu. Aku berjanji suatu hari kau akan tahu segalanya. Tapi aku mohon, untuk saat ini percayalah padaku."


"Kenapa aku harus percaya padamu setelah melihat isi ruang rahasiamu ini?" tanya Naya. "Katakan padaku, kenapa kau dijuluki mafianya mafia? Pasti ada alasan kan, kenapa mereka memberimu julukan itu?"


Naya terus mendesak Zian untuk mengatakan kebenaran tetang dirinya. Dan, akhirnya Zian menyerah.


"Baiklah, akan aku katakan semuanya, tapi jangan di sini. Ayo kita ke kamar!" Tanpa aba-aba, Zian langsung menggendong Naya menuju kamar mereka, membuat Naya gelagapan.


Setibanya di kamar, Zian membaringkan sang istri, dan ikut berbaring di sebelahnya. Laki-laki itu memeluk sang istri yang tubuhnya masih gemetaran.


Naya yang masih ketakutan, berusaha menjauh dari Zian dan melepaskan pelukannya, namun Zian melingkarkan tangannya semakin erat di tubuh sang istri sehingga tidak dapat bergerak.


Zian menatap dalam wajah Naya, membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang. Akhirnya, Zian akan menceritakan pada Naya tentang rahasia hidupnya. Rahasia yang hanya dirinya dan Anita yang tahu. Bahkan Fahri dan Evan yang merupakan saudara kandung Zian tidak mengetahui rahasia besar itu.


Alasan mengapa Zian menjadi seorang mafia, dan mengapa semua mafia takut padanya.


****


bersambung.


MAAFKAN DIRIKU. tadi aku mau up sore, ternyata jadi malem.


hehehe. Terima kasih yang tetap setia menunggu. luv u all tanpa terkecuali

__ADS_1


ada yang penasaran???


__ADS_2