Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
SENJATA RAHASIA


__ADS_3

Permintaan sederhana Maureen yang kini membuat dokter Jean dan juga tuan Alexander saling pandang.


"Nona meninggalkan mu sendiri di dalam rumah sakit ini sangat berbahaya, meskipun saat ini tidak semua dunia mafia mengetahui keberadaan mu, tapi tetap saja aku tidak setuju dengan permintaan mu ini nona Maureen."


"Tapi dokter, tuan muda Austin itu adalah suamiku, dan saat ini dia sedang terluka, pantaskah aku untuk tidak mendampingi apapun keadaannya?"


Dokter Jean yang mendengarkan perkataan demi perkataan dari Maureen kembali menatap tajam ke arah tuan Alexander.


"Aku hanya ingin menguatkan suami ku, dengan berada di sampingnya di dalam keadaan seperti ini, tidak meninggalkan tuan muda Austin sendirian, aku mohon tuan Alexander, aku mohon dokter Jean, untuk kalian bisa mengabulkan permintaan ku ini."


Lama dokter Jean dan juga tuan muda Alexander saling pandang, saat ini yang di dalam pikiran mereka adalah keselamatan dari Maureen, namun mereka juga tidak bisa menghalangi untuk Maureen bersama dengan suaminya.


"Jean lebih baik kita izinkan saja untuk nona Maureen tetap tinggal disini."


"Tapi Alexander ini sangat berbahaya!"


Dokter Jean kali ini mulai tidak sependapat dengan tuan Alexander.


"Ya Jean aku tau mungkin bisa berbahaya untuk nona Maureen, tapi semua hal itu bisa kita atasi dengan baik jika kita bisa berkoordinasi."

__ADS_1


Dokter Jean sebenarnya tidak setuju dengan apa yang telah di katakan oleh tuan Alexander, namun untuk kali ini dokter Jean tidak bisa melakukan hal apapun lagi.


"Baiklah Alexander, untuk kali ini aku percaya kepada mu, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"


"Ruang rawat Austin adalah ruang rawat khusus dengan berbagai macam fasilitas terbaik di negara ini, jadi nona Maureen akan tetap nyaman jika berada di samping Austin."


"Kita hanya perlu menempatkan para pengawal di setiap sudut rumah sakit ini."


"Itu masih kurang aman Alexander, kau lihat mansion Black Devil dengan pengamanan yang begitu ketat saja masih bisa seperti ini, apalagi ini hanya rumah sakit."


"Lalu apa yang akan kau tambahkan Jean?"


Alexander langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkataan dari dokter Jean.


"Jean ini terlalu berlebih-lebihan."


"Tidak untuk kali ini Alexander."


Tuan Alexander kembali menatap Maureen dan beralih menatap ke dokter Jean begitu terus sampai pada akhirnya tuan Alexander sangat yakin dan menarik nafasnya dalam - dalam.

__ADS_1


"Ini, pakai lah."


Tuan Alexander melepaskan satu cincin kecil dari jari manisnya dan meminta Maureen untuk memakai cincin tersebut.


"Cincin ini adalah cincin beracun yang bisa membunuh setiap orang yang menyentuhnya, tapi kau harus memiliki kata sandi untuk cincin ini."


"Kata sandi?"


"Ya nona kata sandi, kemarilah, aku akan membisikkan kata sandi itu ke telinga mu langsung."


Tuan Alexander meminta Maureen untuk mendekatkan diri ke arahnya dan langsung membisikkan kata - kata tersebut ke telinga Maureen.


"Kau ingat?"


Dan dengan cepat Maureen langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya aku mengingatnya tuan Alexander."


"Bagus, karena setiap orang memiliki kata sandi yang berbeda, setiap keluarga inti dari Black Devil memilikinya seperti milik ku dan juga milik dokter Jean."

__ADS_1


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih


__ADS_2