
Entah mendapatkan kekuatan darimana pada akhirnya Maureen m
berani mengatakan hal tersebut kepada tuan Stevan.
"Baiklah nona Maureen kami sudah memperingatkan anda dengan baik - baik, jangan salahkan tuan muda kami jika pada akhirnya dia yang bertindak."
"Ya tuan Stevan pergi lah aku siap menghadapi apapun juga jika ini menyangkut anak ku."
Dengan tegas Maureen mengatakan hal tersebut kepada tuan Stevan, saat ini hal tersebut yang Maureen lakukan untuk membela haknya sebagai seorang ibu.
Dengan cepat pada akhirnya pengacara Stevan meninggalkan mansion Utara dengan membawa satu kabar berita penolakan Maureen atas perjanjian pernikahan yang telah di buat.
"Nak, setelah ini mama tidak tau apa yang akan terjadi, mama hanya tidak ingin kehilanganmu nak, kau berada di rahim mama, kau yang lahir dari rahim mama dan seenaknya saja tuan muda itu mau memisahkan kita."
Maureen Mengatakan hal tersebut sambil membelai perutnya yang masih rata, saat ini semua hal akan Maureen lakukan jika itu berhubungan dengan janin yang sedang dia kandung.
Dan pada hari ini tuan Stevan juga ternyata tidak langsung menyampaikan kepada Austin tentang berita yang dia bawa dari mansion Utara, karena tuan Steven mengetahui jika esok hari Austin akan pergi ke dermaga untuk transaksi besar tentang senjata senjata tajam yang akan di beli oleh sekelompok orang di negara Z.
"Selamat pagi tuan Austin."
Pagi hari ini asisten Jo segera membungkukkan badannya ketika melihat Austin telah keluar dari dalam mansion dan masuk ke mobil dengan pengamanan tingkat tinggi.
"Bagaimana Jo apakah semuanya aman ketika kita akan menuju ke dermaga?"
"Ya tuan Austin semua area telah di sterilisasi kan."
"Bagus ayo kita jalan."
Dan pada akhirnya mobil mewah tersebut keluar dari halaman Mansion Black Devil.
"Pengawal apakah mobil yang baru saja melintas adalah mobil tuan muda kalian?"
Maureen yang pagi ini sedang duduk di taman bunga mawar dengan jelas melihat satu mobil melintas di depan matanya, dari luar Maureen bisa melihat laki - laki sedang duduk sendiri di dalam bangku ke dua di mobil tersebut.
"Ya nona Maureen, itu adalah mobil tuan muda kami."
"Untuk apa pagi - pagi seperti ini tuan muda sudah keluar dari dalam mansion?"
__ADS_1
"Maafkan kami nona Maureen, tapi kami tidak dapat menjawab pertanyaan yang sudah nona Maureen berikan."
Maureen dengan segera menganggukkan kepalanya, dirinya langsung mengingat jika dirinya hanya lah tak lebih dari tawanan tuan muda misterius tersebut .
Fasilitas yang diberikan olehnya sekarang hanya karena dirinya sedang mengandung anak dari tuan muda misterius tersebut.
Namun tak sampai disitu, tiba - tiba saja Maureen melihat mobil yang sepertinya dia kenal, dan dari dalam mobil tersebut turun satu orang wanita muda dengan ke dua tangan di ikat dan juga ke dua matanya mendapatkan penutup kain hitam mirip dengan nya dulu ketika sampai pertama kali masuk ke dalam mansion Black Devil.
"Lalu siapa wanita itu? ini adalah mobil madam Beatrix, yah betul ini adalah mobil madam Beatrix."
Untuk berusaha menyakinkan Maureen melihat kembali mobil itu dengan tajam.
"Ya itu mobil madam Beatrix, jadi untuk apa ada gadis yang di perlakukan seperti itu lagi?"
Maureen mengatakan hal tersebut sambil mendesak para pengawal untuk mengatakan kebenarannya.
"Nona malam tersebut yang akan menjadi penghuni kamar penjara cinta berikutnya nona Maureen."
Deg
Untuk kali ini jantung Maureen seperti ingin benar - benar berhenti dari tempatnya.
"Tepat sekali nona Maureen."
"Sungguh tuan muda kalian tidak takut jika pada akhirnya mendapatkan nona malam tersebut hamil kembali karena perbuatannya."
"Untuk kali ini tuan muda kami sengaja memilih nona malam yang mandul."
Maureen yang mendengarkan jawaban dari para pengawal kini hanya bisa memandang dengan tajam mereka.
"Astaga, sungguh aku heran dengan apa yang telah tuan muda kalian lakukan."
Tidak ada yang bisa Maureen katakan kembali kecuali hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Sementara itu di dalam dermaga, kini Austin yang sudah menggunakan topeng turun tangan untuk mengawasi penjualan senjata tajam beracun yang rencananya akan di bawa ke negara Z.
"Terima kasih untuk kerjasama nya para tuan muda."
__ADS_1
Satu orang berteriak dari dalam kapal yang membawa pergi senjata tajam beracun tersebut.
"Ayo kita pulang Jo, semakin lama aku disini, aku semakin merasa tidak tenang."
Austin mengatakan hal tersebut sambil masuk ke dalam mobil dan pada akhirnya mobil tersebut melaju dengan kecepatannya yang paling tinggi.
Tanpa Austin sadar sejak tadi ada seseorang yang mengawasi kepergian Austin dengan sangat ketat.
Dan malam harinya di dalam kamar penjara cinta Austin masuk ke dalam dan seperti biasa Austin dengan sangat bergairah melucuti setiap pakaian nona malam baru yang hari ini telah di bawa masuk ke dalam kamar penjara cinta.
Saat Austin mulai mencumbu wanita yang kini terikat diatas tempat tidur dan dengan ke dua matanya di tutup kain hitam, entah mengapa Austin tiba - tiba saja mengingat sosok Maureen.
Konsentrasi Austin mendadak hilang ketika yang dia tatap saat ini adalah tubuh wanita lain dan itu sangat membuat Austin terasa aneh.
Astaga apa yang sebenarnya terjadi dengan ku? kenapa aku sama sekali tidak bergairah melihat tubuh indah ini?
Austin mengatakan hal tersebut sambil berusaha untuk berkonsentrasi dengan permainan cintanya pada malam hari ini.
Austin sudah berusaha untuk menyentuh setiap bagian sensitif dari wanita tersebut agar gairahnya meningkat, namun tidak ada yang terjadi dengan Austin, yang terjadi hanyalah ******* demi ******* panjang dari wanita malam tersebut yang merasakan sentuhan maut seorang tuan muda Austin.
Dan belum sempat Austin melanjutkan permainan cintanya tiba -tiba saja terdengar ledakan hebat dari arah luar mansion.
Dengan segera Austin kembali mengenakan semua pakaiannya dan langsung keluar meninggalkan satu nona malam yang saat ini masih dalam keadaan terikat dan telanjang di dalam kamar penjara cinta.
"Pengawal ada apa?"
Dengan cepat Austin menarik pistol dari dalam saku celananya.
"Ledakan terdengar dari mansion Utara tempat nona Maureen tuan Austin."
"Biarkan kami menuju kesana untuk melihat keadaan."
"Tunggu, aku juga ikut ke dalam mansion itu."
"Tapi tuan."
"Wanita itu saat ini ada di dalam pengawasan ku, jadi aku akan tetap ikut, ayo cepat!"
__ADS_1
Austin mengatakan hal tersebut sambil berlari menuju ke mansion Utara.
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih