
Dengan cepat tuan Alexander menuangkan satu minuman beralkohol dan meneguk isi minuman tersebut sambil habis.
"Saat ini tidak ada lagi kawan dan tidak ada kepercayaan meskipun kepada saudara sendiri, karena semua hal bisa mungkin untuk terjadi.
malam hari ini tuan Alexander pada akhirnya merubah semua sistem keamanan di mansion Black Devil.
Tuan Alexander yang sangat ahli dengan kode rahasia mampu melakukan pengamanan dengan sangat baik di mansion Black Devil.
Sementara itu malam hari ini di dalam rumah sakit, Austin hendak pergi ke kamar mandi, namun pandangan nya terhenti ketika melihat Maureen tertidur di samping tempat tidurnya dengan posisi terduduk.
Tangannya memberikan sentuhan kecil kepada kepala Maureen.
Entah apa yang saat ini sedang terjadi di dalam hati ku, namun ketika tangan ku ini menyentuh mu, ada rasa tenang yang luar biasa hinggap di dalam hati ku.
Austin mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil terus membelai kepala Maureen yang tertidur..
Tanpa di sadari tiba - tiba Maureen menggerakkan kepalanya dan Austin langsung berhenti untuk membelai kepalanya.
"Tuan Austin belum tidur?"
__ADS_1
Maureen yang telah kembali tersadar dari tidurnya langsung heran ketika melihat ke dua mata Austin masih terang benderang.
"Aku mau ke kamar mandi."
Austin menulis pesan tersebut di secarik kertas yang sengaja di sediakan oleh Maureen untuk bisa berkomunikasi dengan nya.
"Ah baiklah tuan ayo."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil memegang tangan Austin, namun Austin hanya menatap tajam ke arahnya.
"Aku tidak mau di tuntun ke kamar mandir oleh mu, panggil pengawal yang berada di luar minta mereka mengantarkan aku ke kamar mandi."
Austin kembali menuliskan pesan tersebut kepada Maureen.
Maureen langsung tidak melanjutkan kata - katanya lagi karena Austin telah memberikan isyarat untuk menutup mulutnya.
Panggil pengawal sekarang juga, jangan kau membantah apapun karena ini adalah perintah dari ku!"
Dengan cepat Austin menuliskan kata - kata itu dan Maureen yang telah membacanya langsung berjalan ke arah pintu keluar dan memanggil satu pengawal yang berjaga di depan pintu kamar mereka.
__ADS_1
"Mari kami bantu tuan Austin."
Dan para pengawal mengatakan hal tersebut sambil mengangkat Austin hingga masuk ke dalam kamar mandi.
"Kalian tunggu saja di luar, dia adalah suami ku, maka aku yang mengurusnya."
Ke dua mata Austin terbelalak ketika di dalam kamar mandi Maureen tiba - tiba saja memberikan perintah kepada para pengawal.
"Tuan Austin bagaimana?"
Austin yang sedang tidak ingin berdebat segera menyuruh para pengawal untuk keluar.
"Tuan Austin maafkan aku, anda pasti kaget dengan apa yang telah aku lakukan tadi, tapi aku melakukan hal itu sungguh tidak ada maksud apapun, aku hanya ingin merawat mu dengan baik."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil membuka celana Austin dan sungguh ini di luar pemikiran Austin ketika kali ini dia sungguh - sungguh bergantung kepada satu wanita.
"Lakukan saja tuan Austin, aku bukan seorang wanita yang jijik dengan hal - hal seperti ini."
Maureen tersenyum sambil memandang ke arah Austin yang sudah duduk di atas kloset.
__ADS_1
Dan karena sudah tidak tertahankan lagi pada akhirnya Austin harus membuang kotoran tersebut di kloset dan di hadapan Maureen.
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih