Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
DOKTER JEAN


__ADS_3

Austin kini hanya bisa terdiam dan sungguh sangat terdiam, dia sadar jika detik ini juga harus memutuskan hal besar dan pada akhirnya dengan menarik nafasnya dalam - dalam.


"Pengawal turunkan wanita itu, dan bawa kembali ke dalam kamar penjara cinta."


Austin pada akhirnya mengambil satu keputusan bersejarah di dalam kelompok mafia black Devil.


Austin memberikan pengampunan terhadap kesalahan fatal yang telah di lakukan oleh Maureen.


"Dokter Jean ikut aku ke dalam ruang kerja."


"Baik tuan muda Austin."


Dan Setelah mengatakan hal tersebut Austin segera keluar dari ruang kematian dan berjalan cepat menuju ke ruangan kerjanya.


"Katakan pada ku dokter apa yang harus aku lakukan saat ini? dari surat kesehatan yang aku terima mengatakan bahwa wanita itu sedang tidak dalam masa subur, jadi saat aku bercinta dengannya aku sama sekali tidak menggunakan pengaman."


"Anda memang benar tuan Austin mungkin nona Maureen saat itu sedang tidak dalam masa subur, tapi kemungkinan kehamilan terjadi tetap bisa dan inilah yang saat ini terjadi nona Maureen betul - betul hamil."


Deg


Sungguh kata - kata dokter Jean membuat Austin semakin tersentak..


"Lalu apa yang harus aku lakukan dokter?"


Austin mengatakan hal tersebut sambil memijat - mijat pelipisnya..


"Satu hal yang harus tuan Austin jaga adalah dunia luar tidak boleh mengetahui akan hal ini."


"Karena jika dunia para mafia mengetahui jika saat ini sedang berkembang keturunan Black Devil maka banyak mafia akan memaafkan nya."


"Ya aku tau dokter Jean, apakah tidak lebih baik kita mengugurkan janin yang ada di dalam kandungan wanita murahan itu? karena sungguh aku jijik jika harus memiliki keturunan yang terlahir darinya."


Austin mengatakan hal tersebut dengan tanpa beban, sedangkan dokter Jean yang mendengarkan apa yang telah di katakan oleh Austin kini hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Tuan Austin, aku tidak pernah menyetujui melenyapkan janin, bagi ku ini perbuatan yang tidak bisa termaafkan, kita akan membunuh satu mahluk hidup tidak berdaya di dalam sana."


"Aku akui dunia mafia memang sudah tidak asing dengan pembunuhan, tapi bukan dengan cara seperti ini tuan Austin, kita akan melawan takdir dan itu akan berakibat tidak baik."


Dokter Jean mengatakan hal tersebut dengan pandangan tajam ke arah Austin dan baru kali ini Austin menyadari arah pembicaraan dokter Jean.


Austin yang sudah mengerti kini hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


"Aku mengerti apa yang dokter maksudkan kepada ku, masa laluku juga kurang lebih seperti ini, dan aku tidak mungkin mengulangi nya lagi."


"Ya dan yang perlu anda lakukan adalah memberitahukan kondisi nona Maureen kepada tuan besar Alexander ayah tuan Austin."


Deg


Satu nama yang sebenarnya enggan untuk Austin dengarkan.


"Apakah papa perlu mengetahui nya dokter? saat ini papa sudah pensiun dari dunia mafia dan sudah menikmati masa tuanya di desa."


"Akan menjadi sebuah kesalahan jika anda tidak memberitahukan kepada tuan besar bahwa sebentar lagi tuan besar akan memiliki cucu."


Ucapan demi ucapan dokter Jean kini membekas di dalam hati Austin.


Tuan Alexander adalah ayah kandung Austin yang telah pensiun dari kejamnya dunia mafia dan memilih untuk tinggal di desa.


Sudah bertahun-tahun Austin tidak lagi bertemu dengan sang ayah, karena Austin sama sekali tidak ingin melibatkan ayah nya di dalam gelapnya dunia mafia untuk yang ke dua kalinya.


Baiklah dokter, aku akan meminta untuk asisten Jo menjemput papa dari desa.


"Ya tuan itu akan menjadi hal yang baik untuk tuan Austin ataupun untuk tuan besar Alexander."


"Untuk nona Maureen aku sendiri yang akan memberitahukan hal ini kepadanya, mungkin ini akan sedikit menguncang batinnya, namun bagaimanapun juga dia adalah ibu kandung dari calon bayi yang saat ini sedang bertumbuh di dalam rahimnya."


Austin yang mendengarkan penjelasan dari dokter Jean hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


Bukan hanya Maureen yang mungkin akan terguncang dengan berita ini.


Namun Austin yang saat ini mendengarkan dan melihat hasil pemeriksaan kesehatan sungguh di buat tidak percaya akan setiap hal yang di terimanya.


"Baiklah dokter Jean anda boleh pergi."


"Terima kasih tuan muda Austin mau mendengarkan masukan demi masukan dariku."


Dengan segera dokter Jean membungkukkan badan dan setelah itu pergi meninggalkan kamar pribadi Austin.


Kini Austin yang bisa terduduk di dalam ruang kerjanya.


Ke dua matanya terpejam masih mencoba untuk menerima kenyataan demi kenyataan yang kini sungguh mengejutkan dirinya.


"Anak, aku akan punya anak, dan aku akan punya anak yang terlahir dari rahim seorang pelacur seperti dia."

__ADS_1


Austin mengatakan hal tersebut sambil memejamkan ke dua matanya, Austin mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan kepalanya ke kursi, kepala yang pada malam hari ini sungguh terasa sangat berat.


Malam hari ini menjadi hari yang cukup bersejarah bagi Austin dan kelompok mafia Black Devil.


"Selamat pagi nona Maureen."


Keesokannya Maureen membuka kembali ke dua matanya, dan Maureen kembali sadar bahwa kini dirinya kembali ke dalam kamar penjara cinta.


"Aku masih hidup? jadi aku belum mati?"


Maureen mengatakan hal tersebut sambil memegang wajahnya berkali - kali.


Maureen juga tidak mendapatkan rantai yang selalu memborgol ke dua kakinya.


Kali ini ke dua kakinya di biarkan bebas bergerak di dalam kamar.


Maureen juga tidak menemukan lagi kalung berlian yang telah mengikat lehernya, kalung yang dapat memberikan hukuman bagi siapapun yang melanggar perintah mafia Black Devil.


"Selamat pagi nona Maureen."


Dokter Jean kembali menyapa Maureen untuk kesekian kalinya, dokter Jean yang melihat Maureen masih kebingungan mengatakan hal tersebut untuk membuat Maureen tersadar.


"Siapa anda?"


Maureen mengatakan hal tersebut kepada dokter Jean karena baru kali ini Maureen melihat wanita paruh baya menggunakan jas putih layaknya seorang dokter.


"Perkenalkan aku dokter Jean, dokter pribadi di dalam mansion Black Devil."


Maureen hanya dapat mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkenalkan dokter Jean.


"Dokter pribadi? jadi mafia Black Devil juga memiliki dokter pribadi?"


Dengan cepat dokter Jean langsung menganggukkan kepalanya.


"Tepat sekali nona,bukan hanya dokter pribadi, namun kelompok mafia Black Devil juga memiliki peralatan kesehatan lengkap di dalam mansion ini."


Dan untuk kesekian kalinya Maureen merasa heran dengan jawaban dokter Jean.


"Baiklah dokter, terima kasih atas penjelasannya, meskipun aku tetap merasa heran, tapi ini adalah kelompok mafia terbesar di dunia, jadi segala sesuatunya pasti bisa mereka beli dengan mudah.


Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2