
"Masakan mu biasa saja."
Hal tersebut yang pada akhirnya keluar dari mulut Austin, namun tidak dapat di pungkiri malam hari ini Austin makan dengan sangat lahap sekali.
Maureen hanya bisa tersenyum melihat satu laki - laki yang saat ini mengatakan hal tersebut sambil lahap makan.
*Tuan muda, kau nampak sekali tidak terawat, meskipun aku tidak bisa melihat semua wajah mu, namun dari samping seperti ini aku bisa merasakan jika hidup mu sudah lama tidak terawat.
Aku berjanji akan merawat mu dengan baik, sebagai istri aku ingin melakukan hal itu dengan tulus, mau kau menunjukkan wajah mu atau tidak*.
Hal tersebut yang Maureen katakan di dalam hati sambil melihat Austin dari samping.
"Kau tidak makan?"
Austin yang melihat Maureen hanya menatapnya kini kembali bersuara.
"Ah, tadi aku sudah makan tuan muda, maafkan aku jika aku mendahului mu, namun anak kita akhir - akhir ini ingin sekali ibu nya makan dengan banyak."
Seketika Austin berhenti makan ketika Maureen mengatakan tentang kata anak kita.
"Bagaimana keadaannya?"
"Keadaan nya?"
__ADS_1
Maureen yang masih kurang mengerti kembali menanyakan hal tersebut ke Austin.
"Ya anak yang saat ini sedang kau kandung."
"Rasanya masih mual, namun terkadang aku ingin makanan yang tidak biasa."
"Tidak biasa?"
Maureen langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Ya, misalkan saja susu ini di campur dengan sedikit garam."
Tiba - tiba saja Maureen menuangkan susu ke cangkir dan di tambahkan satu sendok teh garam, lalu Maureen meminum susu tersebut sambil habis.
"Tuan muda ini enak, apakah anda mau mencobanya juga?"
Maureen kembali menuangkan susu dan garam di secangkir gelas.
"Cobalah."
Austin yang penasaran akan rasa minuman tersebut langsung mengambil dan mencoba untuk meneguknya, namun sedetik kemudian minuman tersebut langsung kembali menyembur dari mulut Austin.
"Menjijikkan, minuman apa ini?"
__ADS_1
Austin langsung mengambil tissue dan membersihkan sisa minuman tersebut di mulutnya.
"Tapi ini enak tuan muda."
"Apakah kau terus meminum ini?"
Dengan cepat Maureen langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya tuan muda, sejak aku hamil rasanya ingin terus minum ini.".
Dan seketika itu juga Austin hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Astaga, tapi kau sudah berkonsultasi dengan dokter Daisy soal minuman dan makanan yang kau minum kan?"
"Sudah tuan muda, semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh ku harus seizin dokter Daisy."
"Bagus jika seperti itu."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Austin langsung mengangkat piring dan mencoba untuk membersihkan nya, hal ini sudah biasa Austin lakukan sendiri, namun tiba -tiba tangan Maureen menghalangi apa yang akan di lakukan oleh Austin.
"Biarkan aku saja yang melakukan nya tuan muda, saat ini aku adalah istri mu dan sudah sepantasnya aku melayani semua kebutuhan mu, termasuk membersihkan hal - hal seperti ini, sekarang tuan muda beristirahat saja, ini semua akan menjadi tanggung jawab ku."
Maureen mengatakan hal tersebut sambil mengambil piring dari tangan Austin, dan Austin seperti terbius dengan kata - kata Maureen dan langsung menyerahkan piring kotor tersebut ke tangan Maureen.
__ADS_1
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih