Penjara Cinta Sang Mafia

Penjara Cinta Sang Mafia
Part 160


__ADS_3

Marsha memang tak seperti mama nya dia sangat baik sejak dulu bahkan dia pun juga serong berbagi dengan Jesi tanpa di ketahui oleh orang tua mereka karena jika mereka tahu tentu saja Jesi yang akan di marahi sebab dia di anggap telah mengambil paksa semua itu dari Marsha padahal anak nya sendiri yang dengan suka rela memberikan nya tanpa ada paksaan sama sekali namun orang tua mereka tidak memperdulikan nya mereka masih saja tetap menyalahkan Jesi tanpa ingin mendengar penjelasan dari Marsha


“Apa kamu datang kemari sendiri saja ?.” Tanya Dona


“Iya tanya aku datang sendiri tadi naik taksi .” Jawab Marsha sopan


“Apa orang tua kamu tidak mau melihat cucu mereka . Lihat lah Lexa sangat cantik sekali bahkan dia juga sangat menggemaskan juga .” Kata Dona


“Entahlah tante tapi aku sudah memberi tahu mereka bahkan tanpa ku beri tahu pin kabar kelahiran anak tuan Alex juga sudah menyebar jadi tidak perlu juga memberi tahu pun semua orang pasti sudah tahu juga .” Kata Marsha


Itu benar sekali , mengingat siapa Alex sudah pasti berita tentang kelahiran putri cantik nya itu sudah terdengar dan sangat heboh bahkan semua orang pun juga berbondong ingin menjenguk anak mereka namun sayang nya Alex masih saja belum mengizinkan banyak orang melihat sang buah hati karena Alex sudah mengatur waktu juga untuk memperkenalkan sang buah hati di depan publik tapi bukan sekarang waktu nya karena dia masih perlu menyiapkan semua nya


“Kita juga tidak butuh dia datang ke sini bahkan kita semua pun tahu bukan bagaimana kedua orang tau itu meskipun mereka adalah mertua ku namun mereka sangat tidak layak sekali di sebut orang tua apalagi mereka selalu berusaha untuk menyingkirkan anak nya bukan .” Kata Alex


“Sudah jangan membahas nya lagi kan hari ini kita sedang berbahagia atas kelahiran anak kalian jadi sudah jangan mengingat hal itu lagi .” Kata Rahma menyudahi agar tidak ada perseteruan lagi apalagi di sini ada Marsha kasihan jika dia terus menerus mendengar mereka semua menyalahkan orang tua nya jadi Rahma mencoba untuk mencairkan suasana lagi


“Sebentar kalian semua duduk manis lah di sini bunda akan membuat kan makanan untuk kalian semua yang ada di sini .” Kata Dona


“Bunda duduk saja jangan repot melakukan nya ada Mirna yang akan melakukan nya .” Kata Alex


“Sudah tidak apa-apa sekali saja kan bunda melakukan nya jadi bunda mohon jangan melarang bunda ya untuk melakukan hal ini sebab bunda juga ingin memasak untuk kalian semua .” Kata Dona

__ADS_1


“Biarkan saja sayang bunda melakukan nya sebab bunda memang tidak akan bisa di larang oleh siapapun bahkan ayah pun juga tidak akan bisa melarang bunda melakukan nya .” Kata Jesi


“Baiklah bunda boleh memasak tapi tidak sendiri mereka semua membantu bunda melakukan nya jadi untuk hal ini bunda jangan menolak ya .” Kata Alex


“Iya menantu bunda tenang saja bunda akan memasak dengan mereka semua kalian silahkan mengobrol lagi ya dan tunggu makanan bunda .” Kata Dona


Dia pun segera beranjak dari duduk menuju dapur rumah Alex dan tak ketinggalan juga Mirna mengikuti nya untuk membantu Dona sesuai dengan apa yang di katakan oleh sang bos tadi


Sementara di perusahaan nya kini Demian pun tengah mengajak Bella untuk pergi belanja bersama karena dia akan menjenguk anak dari Alex nanti nya


“Ayo Bella jangan lelet seperti siput kau ini selalu saja lambat dalam segala hal .” Kata Demian


“Kau masih saja bisa menjawab apa yang aku katakan sudah tinggalkan semua pekerjaan mu biar nanti yang lain nya meneyelesiakan tidak akan mereka menolak jika aku yang memerintahkan nya .” Kata Demian


Bella pun kini hanya bisa mengangguk saja mendengar perintah sang bos agar dia tidak marah lagi dan lagi seperti nya mood bos nya ini selalu saja berbuah dengan cepat membuat nya harus menurut saja saat ini


“Ayo cepat masuk ke dalam mobil jangan bengong .” Kata Demian yang kini sudah masuk ke dalam mobil menunggu Bella masuk juga sekarang


“Apa pak Demian yang akan menyetir sendiri mobil ini ?.” Tanya Bella


“Jika bukan aku lalu siapa apa kau mau mendorong mobil ini sampai di mall ?.” Tanya Demian menatap tajam

__ADS_1


“Ah tidak pak .” Kata Bella yang kini segera masuk ke dalam mobil lalu mobil Demian oun segera pergi meninggalkan kantor


“Jadi kita akan belanja dulu pak sebelum menjenguk nona Jesi ?.” Tanya Bella


“Apa kita akan datang ke sana dengan tangan kosong , bodoh jika kau berpikir seperti itu .” Kata Demian


“Ya maksud saya kan banyak orang yang bisa bapak suruh jadi tinggal berangkat saja kita ke rumah nona Jesi .” Kata Bella


“Apa kau senang akan bertemu dengan mantan kekasih mu lagi di sana ?.” Tanya Demian tiba-tiba


“Maksud bapak apa saya tidak merasa seperti itu dan lagi Alex sudah menikah dan dia juga sudah hidup bahagia jadi saya pun tidak mau mengganggu kebahagiaan nya pak .” Kata Bella


“Ya itu benar kau harus nya move on dari dia jangan terus menerus mengusik nya apalagi berurusan dngan nya bukan nya karir mu baru saja di mulai bukan jadi jangan membuat masalah .” Kata Demian


“Saya sebenar nya tidak pernah ingin membuat masalah hanya saja masalah selalu saja datang menghampiri saya pak jadi mau bagaimana lagi mau tidak mau saya harus menghadapi nya bukan karena tidak mungkin juga jika saya lari dari masalah itu sungguh bukan lah sebuah solusi yang tepat juga untuk saya .” Kata Bella yang terus saja bicara panjang lebar dan Demian hanya mendengar kan nya saja karena dia juga tahu jika Bella bukan lah wanita penggoda apalagi perusak hubungan


“Lalu kenapa Miranda sangat tidak suka sekali dengan mu bahkan dia selalu saja membuat mu dalam masalah .” Kata Demian


“Kita bekerja di bidang yang sama dengan peruntungan yang berbeda mungkin itu menjadi alasan kenapa dia tidak suka dengan saya .” Kata Bella


“Lawan dia jangan mau terus di injak oleh nya dan jika kau butuh bantuan maka gunakan nama ku untuk membungkam nya agar dia tidak mengira jika kau lemah sama seperti dulu . Tunjukkan kepada dia jika kau bukan lah Bella yang lemah seperti dulu .” Kata Demian membuat Bella pun kini menatap nya tidak percaya karena dia mengatakan hal itu tadi

__ADS_1


__ADS_2