
Hal seperti itu pun tak lepas dari camera Tama karena pasti itu bisa dia jadikan cuan jadi dia pun melakukan nya agar nanti bisa di berikan kepada sang kakak bahkan kini dia hanya bisa melihat betapa memang Marsha bisa mengubah kakak nya saat ini dan senyum sang kakak pun bisa terlihat dengan jelas ketika dia bersama Marsha berbeda dengan ketika bersama Laura yang ada hanya skan menghabiskan uang kakak nya saja wanita itu bahkan kini Laura pun sudah tidak ada kabar sama sekali semenjak skandal dia sudah ter bongkar di depan umum membuat nya harus lah mengalami masa sulit saat ini yang mungkin saja butuh beberapa waktu untuk bisa mengembalikan keadaan seperti sebelum nya karena memang bukan hal mudah jika menghadapi sosok Fabian yang sedang marah maka dari itu dia memilih untuk tetap diam terlebih dulu sambil menunggu gosip hilang semua baru setelah nya dia akan memulai lagi semua dari awal dan juga akan memberikan pelajaran kepada Marsha karena dia Bian menjadi murka dan kini membuat nya mengalami masa sulut seperti yang dia alami saat ini
“Kakak mu terlihat bahagia sekali .” Kata Jesi
“Iya benar dan itu semua juga berkat kakak ipar yang membuat kakak ku bisa menjadi lebih baik sama hal nya dengan suami mu kan .” Kata Tama
“Jangan sama kan aku dengan kakak mu karena tentu saja aku jauh lebih baik dari dia dan jangan terus membandingkan dia dengan ku karena memang kita sama sekali tidak lah sebanding juga jika di sandingkan .” Kata Alex terlihat kesal membuat Tama hanya tersenyum saja melihat nya
“Tapi kau juga dulu sama dengan nya bukan bahkan jauh lebih parah dari kakak ku hingga menemukan wanita yang tepat untuk kalian . Dan kalian juga sama-sama meninggalkan wanita karena kalian sama-sama salah menilai . Yang satu memang wanita nya buruk dan yang satu nya lagi salam paham sebab di kira wanita nya buruk padahal baik sekali .” Kata Tama
“Sudah diam , itu hanya masa lalu saja dan aku pun tidak akan terlalu memperdulikan nya karena saat ini aku sudah sangat bahagia bersama dengan istri dan anak ku . Benar apa yang di katakan oleh Fabian jika kau ini memang sangat lah keterlaluan sekali dan banyak sekali bicara nya .” Kata Alex
“Aku hanya mengatakan apa yang aku tahu saja jadi tidak perlu marah seperti itu karena aku sangat lah jujur sekali orang nya tidak seperti kakak ku itu jika sudah cinta dengan istri nya tapi masih saja malu karena tidak mau mengungkap kan nya .” Kata Tama
Di sela obrolan mereka sejak tadi pun Jesi sangat sibuk sekali dengan ponsel nya dan kini dia pun menerima panggilan telfon dari seseorang bahkan saat ini panggilan video call yang masuk
“Kau kenapa lagi Karl apa rencana yang aku beri tahu tadi gagal ?.” Tanya Jesi membuat mereka yang ada di samping nya pun kini merasa heran apalagi Alex , dia bingung sejak kapan istri nya itu dekat dengan Karl musuh dia sendiri bahkan mereka sudah bertukar nomor dan Alex tidak mengetahui nya sungguh apa ini suatu hal yang baik atau malah sebalik nya
“Aku sudah melakukan apa yang kau katakan nona Jesi dan akibat nya sekarang aku dalam masalah pencernaan bahkan sudah berpuluh kali aku keluar masuk kamar mandi .” Kata Karl
Dia sangat kesal sekali karena makan begitu saja bisa membuat nya sakit perut hingga seperti ini itu membuat nya merasa sangat tersiksa sekali bahkan dia tampak sangat lemas sekali saat ini
“Kau sakit , memang apa yang kau makan hingga bisa sakit ?.” Tanya Jesi penasaran
“Mie ayam .” Jawab Karl
Seketika tawa Jesi pun langsung saja terdengar saat ini bahkan terdengar oleh banyak orang yang ada di mall sekarang ini membuat mereka menatap Jesi hanya sebentar saja
“Kau ini kenapa hanya karena makan mie ayam saja bisa sakit , Sombong sekali kau ini Karl . Maka dari itu latih lah pencernaan mu agar bisa menerima hal seperti itu jangan terus makan di restoran mewah saja sekali-kali coba makan di pinggir jalan karena Alisha kan suka sekali jika makan di tempat seperti itu .” Kata Jesi
“Iya kau benar sekali , dia suka makan di tempat seperti itu dan aku tidak biasa jika makan di tempat itu bahkan ini pertama kali nya aku makan di tempat itu dan akibat nya pun aku langsung sakit sekarang .” Kata Karl
“Beli lah obat atau begini saja , ini ada dokter nganggur biar dia datang memeriksa mu sekarang .” Kata Jesi
“Enak saja , aku banyak kerjaan bukan dokter pengangguran jangan sembarangan jika bicara nona .” Kata Tama
“Jika kau banyak pekerjaan kenapa malah keluyuran di mall bukan di rumah sakit saja karena dokter kerja nya di rumah sakit bukan di mall .” Kata Jesi
“Jika dia bisa minta datang ke rumah ku sekarang karena aku menelfon pun tadi untuk bertanya dokter hebat mana yang bisa menyembuhkan ku karena obat pun masih tidak ada guna nya sama sekali bagi diri ku ini yang sedang sakit .” Kata Karl
“Kirim saja alamat nya nanti Tama akan datang ke sana dan kau tunggu saja . Jangan lupa bayar dia mahal sebab jika kau membayar nya murah maka dia tidak akan mau menyembuhkan mu dengan cepat berbeda jika bayaran nya sesuai dengan apa yang dia inginkan maka hasil nya pun Alan berbeda .” Kata Jesi
“Ya aku akan memberikan berapa pun yang dia mau jadi suruh dia datang nanti aku kirim alamat rumah ku ke nomer mu tapi ingat jangan beri tahu suami mu jika kau tahu alamat rumah ku .” Kata Karl
“Tidak penting juga tahu rumah mu . Ya sudah aku tutup dulu dan kau tunggu saja dokter nya nanti akan datang menemui mu di rumah .” Kata Jesi
Setelah nya pun dia menutup panggilan telfon dari Karl dan saat ini Alex masih saja menatap nya tidak percaya sebab interaksi Karl dengan Jesi sangat lah baik sekali
__ADS_1
“Sejak kapan kamu dekat dengan Karl dan bahkan kalian sudah bertukar nomer .” Kata Alex
“Kan sudah aku katakan tadi jika di restoran Rahma aku bertemu dengan nya , nah di situ kita bertukar nomer tadi . Tenang lah sayang jangan cemburu sebab aku sama sekali tidak suka dengan dia karena kamu saja sudah lebih dari cukup untuk ku dan anak kita .” Kata Jesi sambil tersenyum lalu dia pun memeluk Alex agar sang suami tidak marah dengan nya karena mungkin saja dia salah telah memberikan nomer nya kepada Karl tadi tanpa memberi tahu dan meminta izin dari sang suami terlebih dahulu jadi Alex wajar jika saat ini dia marah
“Kau pintar sekali memberi ku pekerjaan , tenang saja nanti sahabat mu akan bisa sembuh nona jadi biar aku membantu dia .” Kata Tama
“Ya dan ini alamat rumah nya jadi segera lah ke sana kasihan dia jika tidak segera di tangani bisa mati nanti dia .” Kata Jesi
“Tidak mungkin hanya sakit perut saja bisa membuat nya mati Jesi .” Kata Rahma
“Ya bisa saja kan jika dia banyak dosa maka akan cepat mati nya .” Kata Jesi
“Siapa tadi teman mu nona ?.” Tanya Tama
“Karl .” Jawab Jesi
“Seperti pernah mendengar nya aku .” Kata Tama
“Tentu saja kau pasti tahu dia karena dia adalah musuh dari kakak mu .” Kata Alex
Seketika itu Tama pun kaget . Bagaimana bisa Karl sampai di negara ini bahkan dia tahu jika Karl masih berada di luar negeri karena hubungan dia dan Karl juga bagus sebab Karl dan Tama memang bersahabat sejak kecil dan kini dia sudah ada saja di negara yang sama dengan kakak nya sungguh kenapa dunia ini sempit sekali bagi nya
“Apa kau kenal dengan dia karena aku melihat ekspresi mu berbeda sekali Tama .” Kata Kevin
“Dia adalah sahabat kecil ku bahkan hingga dewasa pun kita masih ber komunikasi dan aku juga sering membuat agar Karl dan kak Fabian tidak berada di negara yang sama ya secara tidak langsung menjauhkan mereka sebab aku tahu jika mereka memang selalu saja bermusuhan , entah apa alasan nya aku juga masih belum mengetahui karena kak Fabian juga tidak mengatakan apapun kepada ku meskipun dia tahu aku sangat dekat dengan Karl namun dia tidak pernah melarang ku melakukan apapun dengan dia .” Kata Tama
“Tentu saja tahu Karena di pernikahan papa ku dengan mama kak Fabian pun aku mengundang Karl untuk datang menyaksikan jadi dia tahu .” Kata Tama
“Oh jadi kamu saudara tiri Fabian Sama seperti aku dan Marsha .” Kata Jesi
“Ya begitulah tapi kami sangat dekat sekali bahkan kak Fabian juga selalu mendukung ku selama ini . Tidak pernah dia mempersulit diri ku sama sekali bahkan aku bisa seperti ini pun kuga berkat diri nya .” Kata Tama
Di tempat permainan kini Bian masih menemani sang istri dan Setelah tadi mereka puas bermain mesin capit kini mereka berganti bermain yang lain nya . Terlihat Bian sangat bersemangat sekali menuruti apa yang di inginkan oleh sang istri dan kini dia pun tengah melakukan dance yang di lihat banyak orang juga saat ini sebab dia berada di arena bermain di mall jadi pasti banyak yang menonton nya
“Kamu keren sekali Bian aku sangat suka melihat nya .” Kata Marsha lalu memberikan minuman kepada Bian
“Mau main apa lagi , mumpung di sini ?.” Tanya Bian
“Aku sudah sangat lelah sekali jadi sebaik nya cari tempat untuk bersantai saja bagaimana ?.” Tanya marsha
“Boleh , ayo ikut aku sekarang karena aku tahu tempat yang enak untuk bersantai di sini .” Ajak Bian menggandeng tangan Marsha
Kedua nya pergi hanya berdua saja meninggalkan yang lain nya dan mungkin saja memang mereka lupa jika sedang bersama dengan yang lain nya hingga mereka kini pergi berdua saja
“Mau es krim atau tidak ?.” Tanya Bian
“Seperti nya itu enak tapi antrian nya sangat banyak sekali .” Kata Marsha
__ADS_1
“Tunggu saja di sini aku akan membelikan untuk kamu . Rasa Strawberry kan .” Kata Bian
“Iya benar .” Kata Marsha
Dan kembali lagi Bian melakukan hal di luar dugaan banyak orang . Dia yang sangat tidak suka jika harus antri seperti sekarang ini kini dia pun melakukan nya dan itu demi sang istri tercinta nya dia mau melakukan hal itu padahal sebelum nya dia tidak pernah melakukan itu bahkan untuk Laura sekali pun dia juga tidak mau melakukan nya tapi untuk Marsha ini adalah pengecualian bagi diri nya sebab dia memang benar-benar sangat mencintai Marsha jadi akan melakukan apapun untuk Marsha saat ini termasuk antri pun juga dia lakukan sekarang ini
Di sela menunggu nya Marsha hanya bisa duduk manis saja hingga tiba-tiba seorang lelaki mendekati nya membuat dia pun kaget karena takut nanti Bian marah lagi
“Apa aku boleh duduk di sini nona ?.” Tanya lelaki itu
“Silahkan saja .” Kata Marsha
Dan ketika lelaki itu duduk Marsha pun langsung berdiri dan pergi meninggalkan tempat agar nanti jika Bian melihat dia tidak akan marah lagi di mall
“Kenapa pindah , ini es krim nya .” Kata Bian
“Ah iya terima kasih banyak . Ayo pergi saja cari tempat lain , aku tidak suka di sana tadi .” Kata Marsha
“Baik lah ayo cari tempat yang bisa membuat kamu nyaman .” Kata Bian
Dia menggandeng bahkan merangkul Marsha saat ini dan kedua nya pun tengah mengobrol dsn bercanda bersama tanpa di sadari juga oleh kedua nya
“Loh loh loh mereka mana kok tidak ada .” Kata Jesi
“Wah parah ini si bucin , kenapa malah di tinggal kita .” Kata Tama
“Sudah pergi saja ke rumah Karl jangan ikut kita lagi .” Kata Jesi
“Aku sudah meminta orang mengantar obat jadi Karl tidak perlu bertemu dengan ku karena aku juga tidak bisa menemui nya .” Kata Tama
“Ya sudah terserah kau saja , sekarang ayo pulang saja seperti nya memang Marsha akan berduaan saja dengan suami nya karena kita saja di tinggal di sini sekarang .” Kata Jesi
“Iya tahu ini Marsha lupa sama kita ketika sudah ada suami nya padahal kan tadi datang ke sini bareng kita eh kenapa malah pergi dengan suami tanpa pamit lagi .” Kata Rahma
“Ya sudah ayo pulang saja .” Ajak Alex
Mereka memilih untuk pulang saja sebab Marsha pun juga sudah tidak terlihat jadi kini mereka pun memilih untuk pergi dari mall setelah tadi berbelanja beberapa barang kebutuhan juga tadi
“Eh kak maaf tadi malah kita tinggal .” Panggil Marsha ketika mereka bertemu di parkiran
“Tahu ini , sudah ada suami malah melupakan kita .” Kata Rahma
“Iya kak maaf tidak sengaja tadi . Mau pulang ?.” Tanya Marsha
“Iya kita mau pulang , kamu mau mampir gak ke rumah ?.” Tanya Jesi
Marsha hanya bisa menatap Bian karena mampir tidak nya dia tergantung sang suami dan jika suami nya mengizinkan maka dia pun akn bersedia untuk pergi ke rumah Jesi saat ini
__ADS_1