
Tuan Alexander, dokter Jean, sebaiknya sesegera mungkin untuk mencari pengobatan akan racun ini, karena dari akibat yang timbul ini bukanlah racun yang biasa."
"Kami mengerti dokter Leo, saat ini tim medis dari Black Devil sedang menuju ke Paris untuk bertemu dengan tuan Fang."
Dan dokter Leo pun hanya bisa menganggukkan kepala saja ketika mendengarkan pernyataan dari dokter Jean.
Tiba - tiba saja ada satu orang perawat masuk ke dalam ruang kerja dokter Leo.
"Ada apa nona?"
"Dokter maafkan aku, di dalam ruang rawat saat ini tuan Austin sudah sadar dan begitu kaget melihat keadaan nya."
Dan seakan mengerti akan apa yang telah di ucapkan oleh sang perawat semua orang langsung bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke dalam ruang rawat Austin.
"Semoga Austin tidak berbuat nekat Alexander."
"Ya aku berharap juga seperti itu Jean, tapi dia adalah anak ku dan aku sangat hafal dengan tabiat anak ku tersebut sulit jika dia tidak berbuat macam - macam."
__ADS_1
Di dalam perjalanan ke ruang rawat tuan Alexander dan juga dokter Jean sama - sama mengatakan hal tersebut.
Dan benar apa yang telah dikatakan oleh tuan Alexander, begitu mereka masuk mereka melihat Austin di atas tempat tidurnya sedang mengarahkan pistolnya kepada Maureen yang saat ini berada di samping Austin.
"Austin apa yang kau lakukan? turunkan pistol mu!"
Dengan lantang dokter Jean mengatakan hal tersebut kepada Austin yang sampai saat ini tetap mengarahkan pistolnya kepada Maureen.
Austin mencoba untuk berbicara, tapi tidak ada suara yang keluar dari dalam mulutnya.
Austin mencoba untuk menggerakkan kakinya, namun ke dua kaki tersebut juga sama sekali tidak mau untuk bergerak.
"Papa berjanji kepada mu akan menjelaskan nya nak, ayo turunkan pistol itu."
Austin yang mendengarkan perkataan dari sang ayah kini hanya bisa memandangi nya saja.
Austin sedang mencari kebenaran dari ucapan yang telah dia dengarkan, sungguh hari ini saat dirinya bangun menjadi hal yang paling mengerikan ketika dirinya tidak bisa menggerakkan kaki dan bersuara.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan oleh ayah mu itu benar Auatin, percaya kepadanya percaya kepada bibi."
Dokter Jean terus mengatakan hal tersebut kepada Austin agar Austin mau untuk menurunkan pistolnya.
Austin yang masih memandang semua orang yang ada di dalam ruangan pada akhirnya menurunkan pistol tersebut dari kepala Maureen.
Maureen yang sangat ketakutan langsung berjalan menuju ke arah dokter Jean.
"Kau pasti heran dan bertanya apa yang saat ini sedang terjadi dengan mu."
Tuan Alexander mengatakan hal tersebut dengan sangat pelan.
"Seseorang telah berhasil menyabotase mu nak, dia menembak punggung mu dan tembakan itu adalah tembakan beracun."
"Apa yang terjadi pada mu saat ini, adalah bentuk dari racun yang berhasil masuk ke dalam tubuh mu."
"Ya Austin apa yang telah di katakan oleh Ayah mu itu benar, karena itulah saat ini kami sedang mencari jalan terbaik untuk masalah mu ini."
__ADS_1
Hai, hai pembaca setia penjara cinta sang mafia, terus dukung author nya yah, dengan memberikan like dan vote sebanyak - banyaknya, agar authornya tetap semangat. Terima kasih