
Beberapa hari berada di rumah Fabian yang entah di mana membuat Marsha merasa lebih baik berada di sana bahkan dia senang sekali melakukan banyak hal bersama dengan yang lain nya dan Fabian pun menyiapkan semua kebutuhan Marsha dengan sangat baik sekali tanpa ada kekurangan sedikit pun juga bahkan Marsha bisa melakukan apapun sesuai dengan apa yang dia inginkan kecuali menghubungi orang tua nya dan keluar dari rumah itu dia masih belum memiliki akses untuk hal itu dari Fabian
“Kau kelihatan nya sangat sibuk sekali nona Marsha , apa tidak bosan hanya berdiam diri terus di rumah ?.” Tanya Tama yang baru saja datang
“Tuan Tama anda datang ke sini .” Kata Marsha
“Ya aku kemari untuk melihat bagaimana keadaan mu ternyata kau baik-baik saja .” Kata Tama
“Semu berkat anda tuan saya bisa sembuh terima kasih banyak .” Kata Marsha
“Ayo duduk di sana kuta ngobrol santai .” Kata Tama
Marsha pun mengikuti kemana Tama pergi dia merasa jika mengobrol dengan Tama maka Fabian juga tidak akan marah entah apa yang membuat Fabian tidak marah jika melihat nya tapi ya bagus juga jadi Marsha ada teman mengobrol nya
“Kau tahu Fabian suami mu nona ?.” Tanya Tama
“Ya saya tahu tuan Fabian sangat hebat sekali bahkan dia sangat sukses dalam karir nya selama ini .” Kata Marsha
“Dia bukan orang sembarangan nona bahkan tidak mudah juga di jebak oleh siapapun juga .” Kata Tama
“Saya pun juga tahu hal itu tuan bahkan saya menikah dengan tuan Fabian pun karena beberapa hal .” Kata Marsha
“Terlepas dari apa alasan dia menikahi mu percayalah dia tidak akan membuang mu nona bahkan kau akan selama nya menjadi nyonya Fabian . Mungkin dia terlalu kasar pada awal nya tapi aku sangat yakin jika nanti dia akan lembut kepada mu nona .” Kata Tama
“Hal itu tidak akan mungkin tuan bahkan tuan sangat tidak suka kepada saya mana mungkin juga akan bersikap lembut kepada saya .” Kata Marsha
Apa yang di lakukan oleh Fabian selama ini sudah sangat jelas sekali bahkan dia selalu saja membuat Marsha takut meskipun tidak terlalu banyak kekerasan fisik yang dia lakukan tapi tetap saja Marsha sangat takut sekali dengan nya tidak ada dis memikirkan jika Fabian akan baik kepada nya suatu hari nanti karena itu adalah hal yang sangat mustahil sekali bagi Marsha
“Percaya saja pada ku bahkan aku mengenal nya sudah sangat lama sekali jadi tidak mungkin penilaian ku salah .” Kata Tama
“Kalau boleh tahu anda siapa nya tuan Fabian tampak nya tuan dan anda sangat dekat sekali terlihat seperti saudara sendiri .” Kata Marsha
“Tanyakan saja kepada suami mu siapa aku dan apa hubungan kami .” Kata Tama tersenyum menatap Marsha
__ADS_1
“Anda bercanda tuan bisa mendapat marah saya jika bertanya .” Kata Marsha
“Tidak akan percaya lah dia tidak akan marah jadi tanya kan saja dan coba dulu nanti akan tahu hasil nya setelah mencoba nya sendiri .” Kata Tama
Marsha tidak seberani itu dia tidak mau mencari masalah apalagi saat ini dia sudah mendapatkan ketenangan jadi dia pun ingin terus seperti ini dalam beberapa waktu saja agar dia tidak terlalu terbebani juga pikiran nya saat ini
“Kau ada di sini .” Kata Fabian ikut duduk bergabung dengan mereka sambil memberikan Cake yang dia beli untuk istri nya
“Wah ini kelihatan nya sangat enak sekali .” Kata Tama
“Menyentuh nya mati kau .” Kata Fabian
“Hanya ingin melihat saja Fabian kenapa masih tidak boleh .” Kata Tama
“Itu bukan untuk mu jadi jangan menyentuh nya sama sekali atau tangan mu hilang .” Kata Fabian
Tama hanya menyeringai saja dia tahu jika memang Fabian kini sudah jatuh kedalam cinta nya untuk Marsha
“Makan lah aku membelikan itu untuk mu .” Kata Fabian
Kembali Fabian memukul nya membuat situasi di sana tidak enak dan kini Marsha pun mengambil Cake tersebut
“Saya akan memakan nya tuan .” Kata Marsha
“Jangan memakan nya jika hanya terpaksa .” Kata Tama
“Mana mungkin dia terpaksa bahkan itu adalah kesukaan nya .” Kata Fabian
“Tidak mungkin bung bahkan kau tidak tahu apa-apa tentang Istri mu begitu juga sebalik nya .” Kata Tama
Dia memang sengaja sekali mengajak Fabian untuk berdebat karena dia merasa itu akan sangat seru sekali jadi dia pun mengajak Fabian berdebat di depan Marsha
“Aku tahu apapun yang dia suka dan tidak di sukai Nya .” Kata Fabian
__ADS_1
“Tapi dia sama sekali tidak tahu tentang mu bahkan dia bertanya kepada ku .” Kata Tama
“Apa yang ingin kamu ketahui tanya saja langsung kepada ku .” Kata Fabian
“Kau akan marah jika dia bertanya itulah yang dia katakan kepada ku tadi .” Kata Tama
“Tanya saja mana mungkin aku marah kepada mu bahkan selama ini aku juga tidak marah bukan jadi katakan lah .” Kata Fabian
“Aku tadi hanya bertanya tentang hubungan kalai. Berdua saja tuan .” Kata Marsha
“Dia adalah adik ku .” Kata Fabian
Tama tersenyum bahkan Laura yang menjadi kekasih dari Fabian pun tidak tahu siapa Tama tapi Marsha dia di beri tahu oleh Fabian langsung hubungan nya dengan Tama
Di kediaman Alex terlihat Jesi sangat senang sekali dengan kabar yang Alex berikan bahkan dia merasa jika suami nya selalu menuruti keinginan nya
“Terima kasih banyak sayang kamu sudah mau membantu ku bertemu dengan Marsha .” Kata Jesi memeluk suami nya
“Hanya terima kasih saja itu tidak cukup bagi ku sayang .” Kata Alex
Jesi tahu apa maksud Alex dan dia pun mengiyakan nya tapi nanti Setelah dia bertemu dengan adik nya
“Aku sangat tidak sabar sekali ingin bertemu dengan Marsha dan melihat kondisi nya .” Kata Jesi
“Dia pasti baik-baik saja bahkan Tama merawat nya jika Marsha sakit .” Kata Alex
“Tama , siapa dia kenapa merawat Marsha ?.” Tanya Jesi
“Dia dokter hebat bahkan dia memiliki banyak rumah sakit dan tak banyak orang yang bisa berobat dengan diri nya .” Kata Alex
“Jika seperti itu berarti Marsha tidak dalam keadaan baik-baik saja .” Kata Jesi
“Kita belum bertemu dengan nya jadi jangan menyimpulkan bahkan aku tadi hanya berandai saja .” Kata Alex
__ADS_1
Jesi belum bisa bernafas lega karena dia masih belum bisa melihat sendiri bagaimana kondisi dari Marsha jika sudah bisa melihat nya baru dia bisa tenang karena memang dia juga ingin tahu bagaimana adik nya setelah menikah apa dia hidup dengan baik atau malah sebalik nya