
Dirga masih lah menatap Jesi bahkan jika benar Jesi adalah Key maka dia juga akan membantu Jesi menghadapi orang seperti Miranda bahkan Dirga pun tidak perduli jika suami Jesi pun juga orang hebat tapi jika dia lambat maka Dirga dan Karl akan bergerak untuk membereskan nya agar tidak ada yang mengganggu adik kesayangan mereka berdua seperti yang terjadi saat ini
"Bukan kah dia model terkenal itu , Miranda kekasih Alex pengusaha hebat tapi arogan sekali ". Kata Dirga
Jesi langsung menatap tajam Dirga karena dia menghina suami nya bahkan Dirga pun juga merasa santai sekali saat ini ketika dia mendapat kan tatapan tajam dari istri Alex
"Aku berkata benar kenapa kau malah melotot kepada ku . Itu adalah fakta jadi jangan marah ". kata Dirga enteng sekali
Dirga memang terkenal suka sekali membuat lawan atau klien nya emosi bahkan karakter dia sangat lah berbeda sekali dengan Karl Karena itulah mereka bisa bersama hingga saat ini
"Kau ini kenapa terus mencari gara-gara dengan ku atau kau kekasih Miranda dan ingin membalas dendam kepada ku karena aku sering menjatuhkan dia ". Kata Jesi dengan tatapan tajam nya
"Kau ini sangat berani sekali ya bahkan dengan aku sekali pun kau juga masih sangat berani, sungguh luar biasa nyali mu nona padahal dia tahu siapa aku ". Kata Dirga sambil menunjuk Kevin
"Tidak ada hubungannya dia dengan bisnis Dirga jangan menyangkut kan nya dan kau jangan lupa jika kau memang terus memprovokasi nya sejak tadi jadi wajar bukan jika Jesi marah atas tindakan mu itu ". Kata Kevin
"Mungkin saja begitu tapi semua yang aku katakan adalah fakta jadi untuk apa juga marah tidak akan ada gunanya bukan jika marah dengan ku ". Kata Dirga
Setelah nya dia pun langsung pergi meninggalkan mereka karena Dirga sudah merasa cukup puas sekali tadi melihat Jesi bahkan terus menjahili nya . Dia yakin jika kehidupan Jesi sangat baik saat ini jadi dia kini hanya akan mencari tahu kebenaran nya saja . Ketika di dalam mobil Dirga pun mulai melakukan aksi nya dalam waktu beberapa menit dia bisa mengambil semua data yang dia butuhkan saat ini
"Romy Albert, kenapa Karl tidak memberi tahu ku soal ini . Sialan kau Karl ". kata Dirga lalu dia segera pergi melajukan mobilnya menuju suatu tempat
"Siapa sih dia tadi kenapa sangat sombong sekali". Kata Jesi
"Dia hacker hebat jadi hindari berurusan dengan nya karena itu hanya akan membuat masalah rumit saja ". Kata Kevin
"Jadi dia hacker dan bisa mengambil data perusahaan Alex dong nantinya ?". Tanya Jesi
__ADS_1
"Tentu saja kan sudah aku katakan jika dia adalah hacker hebat jadi jika di lain waktu bertemu dengan nya jangan ladeni menghindar saja lebih baik ". Kata Kevin
"Jes seperti nya aku sangat lelah sekali jadi bagaimana kalau kita pulang saja ". Kata Rahma
"Ayo kita pulang sayang kamu sudah lama di luar waktu nya Istirahat juga ". Kata Kevin
"Iya Lexa juga sudah mengantuk jadi ayo kita pulang ". Kata Jesi
"Kita antar kamu dulu Jes setelah nya baru pulang ". kata Rahma
Jesi mengangguk kan kepala nya dia kini pun segera pergi menuju mobil untuk kembali ke rumah bahkan saat ini Lexa pun seperti akan terlelap dalam tidur nyenyak nya di gendongan sang mama
Di restoran saat ini Demian pun sedang makan bersama tunangan dan adik nya mereka sangat menikmati kondisi saat ini
"Seperti nya keluarga Jesi salah paham dengan kedatangan Laura ". Kata Alisha
"Kasihan loh Karl dia tidak salah tapi di salahkan ". Kata Bella
"Ya mungkin itu memang nasib sial nya , biarkan saja Bella tidak usah memikirkan dia ". Kata Alisha
"Kamu ini bagiamana sih kan tadi yang membahas kamu tapi kenapa sekarang malah lain cerita nya ". Kata Bella
"Ya tapi aku kan tidak membahas Karl jadi jangan bahas hal itu lagi tidak ada guna nya ". Kata Alisha lagi
"Ya sudah makan saja dulu kenapa malah berdebat sih lagi pula Karl kan tidak menyalahkan kita jadi sudah biarkan saja dan Alex pun juga tidak melakukan apa-apa bukan jadi cuek saja ". kata Demian
"Tapi Fabian suami Marsha dia seperti nya sangat kesal jadi aku juga khawatir jika dia akan melakukan sesuatu nantinya ". kata Bella
__ADS_1
"Jangan menghawatirkan hal yang tak pasti sudah nikmati saja makan nya sayang ku tidak perlu banyak pikiran lagi ". Kata Demian
Dia santai sekali karena sudah membicarakan hal ini juga dengan Karl dan tadi pun Karl juga sudah mengatakan jika semua baik-baik saja jadi Demian santai sekali saat ini tidak memikirkan hal yang tidak perlu di pikirkan bagi nya
"Setelah ini mau kemana ?". tanya Demian
"Aku ada beberapa foto yang harus di lakukan jika menunda kasihan yang lain nya ". kata Bella
"Akan aku temani kamu pergi ". Kata Demian
"Tidak usah lagi pula kerjaan kali ini bersama Alisha jadi kamu ke kantor saja biar kita berdua pergi sendiri ". kata Bella
"Biar Ares ikut dengan kalian berdua karena aku tidak ingin jika terjadi hal buruk jadi biarkan saja ares ikut bukan hal besar juga jika dia ikut ". kata Demian
"Baik jika memang itu keinginan kamu biarkan ares ikut bersama kita dan kamu kembali saja bekerja ". Kata Bella
Demian senang dia pun melanjutkan makan nya . dia senang ketika Bella menurut dengan nya tapi bukan berarti jika tidak menurut dia marah , tidak pernah Demian marah dengan Bella dan adik nya karena kedua nya adalah wanita penting bagi Demian jadi Demian pun akan selalu menuruti keinginan kedua nya tanpa ada keluhan sedikit pun juga dari diri nya
Di rumah sakit saat ini Fabian pun ada di sana dan Tama juga ada bersama dengan sang kakak . Saat ini Bian tengah berada di ruangan Luis untuk melihat kondisi nya saat ini
"Kau kemana saja Fabian kenapa baru muncul Sekarang bahkan Luis terlihat semakin kritis kau tidak datang menolong nya ". Kata Joe
"Aku sibuk dan aku juga bukan dokter jadi mana bisa menolong nya ". Kata Bian
"Kau sungguh raja tega Fabian bisa melakukan hal seperti itu kepada sepupu mu sendiri ". kata Joe
"Bahkan kepada dia saja aku juga bisa melakukan hal buruk lalu Kenapa dengan Luis tidak . Kau jangan lupa siapa aku Joe bahkan aku bisa menjadi lebih sadis dari sebelumnya jika kalian mengusik ku ". Kata Fabian dengan tatapan tajam menyala nya saat ini
__ADS_1